Gelar Skrining Penyakit Jantung Bawaan, PERKI Targetkan Siswa SD dan Pesantren

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:11 WIB
loading...
Gelar Skrining Penyakit...
PERKI menyelenggarakan program skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) gratis bagi anak usia sekolah di 27 kota. Foto/PERKI.
A A A
JAKARTA - Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menyelenggarakan program skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) gratis bagi anak usia sekolah secara berseri di 27 kota di seluruh Indonesia mulai dari Aceh hingga Jayapura.

Program ini diprakarsai oleh Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan bekerja sama dengan GE HealthCare Indonesia

Kegiatan digelar dalam rangka memperingati Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang berlangsung pada 7–14 Februari.

Baca juga: Makan Sayur Kok Malah Gemuk? Ini Penjelasan Menkes Budi Gunadi

Inisiatif berskala besar ini juga diposisikan untuk meraih rekor MURI sebagai kegiatan skrining PJB terbanyak bagi anak-anak yang dilakukan serentak di periode 23 Januari – 14 Februari di berbagai wilayah.

Program skrining ini menargetkan siswa sekolah dasar dan santri pondok pesantren. Program ini tidak hanya untuk mendeteksi kelainan jantung sejak dini, tetapi juga sebagai langkah awal pengumpulan data skrining PJB secara nasional.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai gambaran PJB di Indonesia.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Dr. Siti Nadia Tarmidzi, M.Epid, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan arah kebijakan kesehatan nasional yang menekankan upaya promotif dan preventif.

“Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan yang paling banyak ditemukan pada bayi baru lahir, dengan angka prevalensi kira-kira 9-10 per 1000 kelahiran hidup," ujarnya.

Penyakit jantung bawaan, lanjut dia, telah diidentifikasi sebagai salah satu penyebab kematian yang paling sering ditemukan pada satu tahun pertama kehidupan .

Sementara itu program skrining PJB sejak tahun 2025 merupakan salah satu skrining pada Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Oleh karena itu kegiatan deteksi dini PJB pada anak sekolah merupakan salah satu upaya edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat, sekaligus memperkuat deteksi dini agar anak-anak dengan PJB dapat memperoleh penanganan yang tepat sedini mungkin.

"Kolaborasi antara organisasi profesi, industri, dan pemerintah menjadi kunci dalam meningkatkan derajat kesehatan anak Indonesia,” imbuhnya.

Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan PERKI, Dr. Oktavia Lilysari, SpJP(K)., FIHA, menegaskan bahwa gerakan skrining nasional ini merupakan wujud komitmen PERKI dalam melindungi kesehatan jantung anak.

“Selama ini Indonesia belum memiliki gambaran utuh mengenai prevalensi Penyakit Jantung Bawaan pada anak karena keterbatasan data nasional," kata Oktavia Lilysar.

Melalui skrining yang dilakukan secara serentak periode 23 Januari – 14 Februari 2026 di berbagai wilayah Indonesia, PERKI tidak hanya berupaya menemukan kasus PJB lebih dini, tetapi juga mengumpulkan data awal yang sangat penting sebagai fondasi menuju registri Penyakit Jantung Bawaan nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Melalui skrining PJB gratis yang dilakukan secara berseri di 27 kota, PERKI memimpin upaya skrining PJB anak usia di bawah 18 tahun terbanyak di Indonesia.

"Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat menyaring anak dengan PJB lebih dini sehingga tatalaksana dapat dilakukan lebih cepat dan memberikan dampak signifikan bagi kualitas hidup anak-anak dengan Penyakit Jantung Bawaan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan program ini, GE HealthCare (GEHC) Indonesia turut mendukung melalui inisiatif yang selaras dengan fokus Kementerian Kesehatan dalam penguatan layanan promotif dan preventif.

GEHC menyediakan sistem ultrasonografi yang digunakan selama kegiatan skrining untuk mendukung deteksi dini kelainan jantung pada anak, menghadirkan pencitraan berkualitas tinggi guna penilaian jantung pediatrik yang lebih akurat, serta memperluas akses terhadap alat diagnostik esensial di wilayah dengan keterbatasan layanan kesehatan.

CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang GEHC dalam mendukung kesehatan anak di Indonesia.

“Dukungan kami terhadap program skrining PJB nasional ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membantu tenaga medis melakukan deteksi dini, sekaligus mendukung organisasi profesi dan program kesehatan nasional demi masa depan kesehatan anak yang lebih baik,” ujarnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
Kaya Nutrisi, Semangka...
Kaya Nutrisi, Semangka Ternyata Berkhasiat Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Meningkat
Kronologi Calvin Dores...
Kronologi Calvin Dores Alami Serangan Jantung, Sempat Ngeluh Sesak Napas
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Rekomendasi
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Berita Terkini
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Kunci Tidur Nyenyak...
Kunci Tidur Nyenyak Bukan Cuma Durasi, Tapi Juga Soal Tempat Tidur yang Pas!
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Misi Evelyne Bongkar...
Misi Evelyne Bongkar Kebenaran Dimulai dalam Undercover Ex Girlfriend di V+Short, Simak Sinopsisnya!
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved