Terkuak! Ini Alasan Bobon Santoso Pensiun dan Jual Akun YouTube Rp20 Miliar
Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:32 WIB
loading...
A
A
A
Konten masak-masak yang ia buat khususnya konten “Kuali Merah Putih” sangat menguras energi dirinya. Bobon menuturkan bahwa proses pasca produksi, seperti pengeditan video berdurasi 40 hingga 50 menit, membutuhkan waktu hingga satu bulan.
Hal tersebut membuat Bobon merasa tidak memiliki waktu istirahat karena setelah kelelahan di lapangan, ia masih harus menghadapi tugas pengeditan yang rumit.
"Tapi terlepas kalau misalnya gua udah tutup akun YouTube gua, gua udah jual akun YouTube gua, gua udah nggak ada beban lagi buat memikirkan bikin satu episode yang durasinya 40 sampai 50 menit yang durasi file-nya itu sampai panjang sekali, lama sekali proses editing bahkan bisa sampai satu bulan satu videonya. Gua ngerasa itu menjadi beban yang luar biasa buat gua,” tutur dia.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti membuat konten. Ia hanya ingin mengubah format penyampaiannya menjadi lebih praktis melalui media sosial lain seperti Instagram atau TikTok. Baginya, menyampaikan pesan melalui video singkat jauh lebih efektif dan tidak membebani mentalnya dibandingkan format YouTube konvensional.
"Untuk format panjang mungkin enggak ada lagi, mungkin gua akan mencari cara lain karena gua masih punya sosial media seperti Instagram juga di TikTok. Gua udah nggak ada beban lagi buat memikirkan bikin satu episode yang durasinya 40 sampai 50 menit,” pungkas dia.
Hal tersebut membuat Bobon merasa tidak memiliki waktu istirahat karena setelah kelelahan di lapangan, ia masih harus menghadapi tugas pengeditan yang rumit.
"Tapi terlepas kalau misalnya gua udah tutup akun YouTube gua, gua udah jual akun YouTube gua, gua udah nggak ada beban lagi buat memikirkan bikin satu episode yang durasinya 40 sampai 50 menit yang durasi file-nya itu sampai panjang sekali, lama sekali proses editing bahkan bisa sampai satu bulan satu videonya. Gua ngerasa itu menjadi beban yang luar biasa buat gua,” tutur dia.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti membuat konten. Ia hanya ingin mengubah format penyampaiannya menjadi lebih praktis melalui media sosial lain seperti Instagram atau TikTok. Baginya, menyampaikan pesan melalui video singkat jauh lebih efektif dan tidak membebani mentalnya dibandingkan format YouTube konvensional.
"Untuk format panjang mungkin enggak ada lagi, mungkin gua akan mencari cara lain karena gua masih punya sosial media seperti Instagram juga di TikTok. Gua udah nggak ada beban lagi buat memikirkan bikin satu episode yang durasinya 40 sampai 50 menit,” pungkas dia.
(nnz)
Lihat Juga :