Terkuak! Ini Alasan Bobon Santoso Pensiun dan Jual Akun YouTube Rp20 Miliar
Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:32 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bobon Santoso Patenkan Konten Masak Besar, Ancam Tempuh Jalur Hukum Jika Plagiat
"Ya, yang membuat gua ngerasa gua salah ini adalah gua harus menciptakan konten yang terlalu besar biayanya, terlalu besar biayanya untuk sebuah video. Walaupun sebenarnya dampaknya lebih luas dan lebih besar lagi. Sponsor, selama ini karena gua Youtuber konvensional gua cuma berharap tentunya dari endorsement, dari brand. Kalau misalnya dalam satu bulan dapat tiga atau empat, itu bisa nutup,” tutur dia.
Apalagi, hal tersebut menjadi tekanan psikologis bagi dirinya. Selain masalah finansial di mana ia harus menutupi biaya operasional sebesar 20 sampai 30 persen dari kantong pribadi, beban mental menjadi faktor nomor satu.
Bobon merasa terjebak dalam skenario yang ia buat sendiri, di mana setiap kunjungannya ke daerah bukan lagi sekadar memasak, melainkan menjadi wadah tumpuan aspirasi masyarakat yang berat untuk ia pikul.
Baca juga: Chef Arnold Diduga Sindir Willie Salim Masak Besar Daging 200 Kg, Sebut hanya Bobon Santoso yang Bisa
"Mental nomor satu. Mental nomor satu. Nomor satu mental. Kalau ekonomi ya sedikit-sedikitlah mungkin tiap bulan ini 20 sampai 30 persen lah. Jadi kita datang ke daerah, datang ke mana itu bukan sekedar orang mau nonton bobon masak. Tapi ini curhat. Curhat kesempatan bertemu dengan bobon menjadi wadah. Menjadi wadah apa yang bisa disampaikan dari mereka ke pemerintah pusat,” jelas Bobon.
"Ya, yang membuat gua ngerasa gua salah ini adalah gua harus menciptakan konten yang terlalu besar biayanya, terlalu besar biayanya untuk sebuah video. Walaupun sebenarnya dampaknya lebih luas dan lebih besar lagi. Sponsor, selama ini karena gua Youtuber konvensional gua cuma berharap tentunya dari endorsement, dari brand. Kalau misalnya dalam satu bulan dapat tiga atau empat, itu bisa nutup,” tutur dia.
Apalagi, hal tersebut menjadi tekanan psikologis bagi dirinya. Selain masalah finansial di mana ia harus menutupi biaya operasional sebesar 20 sampai 30 persen dari kantong pribadi, beban mental menjadi faktor nomor satu.
Bobon merasa terjebak dalam skenario yang ia buat sendiri, di mana setiap kunjungannya ke daerah bukan lagi sekadar memasak, melainkan menjadi wadah tumpuan aspirasi masyarakat yang berat untuk ia pikul.
Baca juga: Chef Arnold Diduga Sindir Willie Salim Masak Besar Daging 200 Kg, Sebut hanya Bobon Santoso yang Bisa
"Mental nomor satu. Mental nomor satu. Nomor satu mental. Kalau ekonomi ya sedikit-sedikitlah mungkin tiap bulan ini 20 sampai 30 persen lah. Jadi kita datang ke daerah, datang ke mana itu bukan sekedar orang mau nonton bobon masak. Tapi ini curhat. Curhat kesempatan bertemu dengan bobon menjadi wadah. Menjadi wadah apa yang bisa disampaikan dari mereka ke pemerintah pusat,” jelas Bobon.
Lihat Juga :