Pentingnya Digitalisasi Armada dalam Menekan Rasio Biaya Logistik di Tahun 2026
Kamis, 19 Februari 2026 - 16:34 WIB
loading...
A
A
A
Transparansi pun menjadi tuntutan baru, di mana pelanggan mengharapkan pembaruan posisi barang secara real-time, bukan sekadar laporan manual.
Para analis menilai, transformasi berbasis data bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan strategis. Pengelolaan armada berbasis teknologi dinilai mampu membantu perusahaan bergerak dari pendekatan reaktif menjadi proaktif.
Dengan data yang terintegrasi, perusahaan dapat membaca pola operasional, memprediksi risiko, serta meningkatkan akurasi perencanaan distribusi.
Memasuki 2026, kebutuhan akan sistem terintegrasi semakin nyata. Oleh karena itu, TransTRACK memperkenalkan Fleet Management System yang memungkinkan pengelolaan armada dan pengiriman secara real-time dalam satu platform.
"Data real-time menjadi kebutuhan mendesak logistik 2026, bukan lagi sekadar pelengkap operasional,” jelas Terryus Wijaya, Marketing Lead TransTRACK.
Sistem tersebut diklaim mampu mengubah data operasional menjadi dasar pengambilan keputusan. Posisi kendaraan dapat dipantau setiap saat, konsumsi bahan bakar tercatat, dan peringatan perawatan muncul sebelum terjadi kerusakan.
“Dengan pendekatan terintegrasi, perusahaan dapat beralih dari model reaktif menjadi proaktif dalam mengelola risiko operasional,” tambahnya.
Para analis menilai, transformasi berbasis data bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan strategis. Pengelolaan armada berbasis teknologi dinilai mampu membantu perusahaan bergerak dari pendekatan reaktif menjadi proaktif.
Dengan data yang terintegrasi, perusahaan dapat membaca pola operasional, memprediksi risiko, serta meningkatkan akurasi perencanaan distribusi.
Memasuki 2026, kebutuhan akan sistem terintegrasi semakin nyata. Oleh karena itu, TransTRACK memperkenalkan Fleet Management System yang memungkinkan pengelolaan armada dan pengiriman secara real-time dalam satu platform.
"Data real-time menjadi kebutuhan mendesak logistik 2026, bukan lagi sekadar pelengkap operasional,” jelas Terryus Wijaya, Marketing Lead TransTRACK.
Sistem tersebut diklaim mampu mengubah data operasional menjadi dasar pengambilan keputusan. Posisi kendaraan dapat dipantau setiap saat, konsumsi bahan bakar tercatat, dan peringatan perawatan muncul sebelum terjadi kerusakan.
“Dengan pendekatan terintegrasi, perusahaan dapat beralih dari model reaktif menjadi proaktif dalam mengelola risiko operasional,” tambahnya.
Lihat Juga :