Inara Rusli Minta Maaf di Hari Ulang Tahun, Singgung Hati yang Pernah Tersakiti
Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Inara juga menyebut “hati-hati yang pernah tersakiti.” Kalimat tersebut memunculkan spekulasi di kalangan warganet mengenai siapa yang dimaksud dalam pesan tersebut, termasuk dikaitkan dengan sosok Wardatina Mawa yang belakangan disebut tersakiti oleh perbuatannya.
“Teruntuk hati-hati yang pernah tersakiti, maafkan. Maaf ini bukan hanya sekadar ingin dimaafkan, tapi juga langkah untuk mengampuni diriku sendiri,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut bukan semata-mata untuk mendapatkan pengampunan, tetapi juga sebagai bentuk penerimaan dan upaya mengampuni diri sendiri. Inara mengaku akan sangat berterima kasih jika maafnya diterima. Namun, jika tidak, ia tetap menghormati keputusan tersebut sepenuh hati.
Meski menyampaikan pesan yang cukup emosional, Inara tidak menyebutkan nama secara spesifik dalam unggahannya. Di akhir pernyataannya, ia menyatakan keinginannya untuk menjalani bulan suci dengan hati yang lebih tenang dan ikhlas.
“Di bulan suci ini, aku ingin menjalaninya dengan hati yang lebih tenang dan ikhlas. Membersihkan niat, menata perasaan, terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan sempurna, tapi terus bertumbuh.”
“Teruntuk hati-hati yang pernah tersakiti, maafkan. Maaf ini bukan hanya sekadar ingin dimaafkan, tapi juga langkah untuk mengampuni diriku sendiri,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut bukan semata-mata untuk mendapatkan pengampunan, tetapi juga sebagai bentuk penerimaan dan upaya mengampuni diri sendiri. Inara mengaku akan sangat berterima kasih jika maafnya diterima. Namun, jika tidak, ia tetap menghormati keputusan tersebut sepenuh hati.
Meski menyampaikan pesan yang cukup emosional, Inara tidak menyebutkan nama secara spesifik dalam unggahannya. Di akhir pernyataannya, ia menyatakan keinginannya untuk menjalani bulan suci dengan hati yang lebih tenang dan ikhlas.
“Di bulan suci ini, aku ingin menjalaninya dengan hati yang lebih tenang dan ikhlas. Membersihkan niat, menata perasaan, terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan sempurna, tapi terus bertumbuh.”
(nnz)
Lihat Juga :