Kegelisahan Sosial Joko Anwar Jadi Nyawa 'Ghost in the Cell' : Kami Masih Terpenjara
Selasa, 24 Februari 2026 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
“Penjara itu miniatur kehidupan, miniatur society. Ada pemerintahnya, ada warga negaranya, ada aparat keamanannya. Dinamika antara masyarakat dan penguasa itu sangat kuat di setting penjara. Makanya kami pilih penjara untuk merepresentasikan kehidupan kita,” jelasnya.
Joko Anwar mengakui bahwa film garapannya ini memang memuat kritik sosial. Namun ia menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan tetap berbasis genre.
Baca Juga : Joko Anwar Terima Penghargaan Chevalier dari Kemenbud Prancis, Fadli Zon: Kita Sangat Bangga
Ghost in the Cell dikemas sebagai film horor-komedi, sehingga aspek hiburan adalah prioritas utama. Ia menilai penonton sudah mengeluarkan waktu, tenaga, dan biaya untuk menonton film di bioskop.
Karena itu, menurutnya, tidak adil jika penonton hanya disuguhi pesan atau isu secara gamblang tanpa unsur hiburan.
Joko Anwar mengakui bahwa film garapannya ini memang memuat kritik sosial. Namun ia menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan tetap berbasis genre.
Baca Juga : Joko Anwar Terima Penghargaan Chevalier dari Kemenbud Prancis, Fadli Zon: Kita Sangat Bangga
Ghost in the Cell dikemas sebagai film horor-komedi, sehingga aspek hiburan adalah prioritas utama. Ia menilai penonton sudah mengeluarkan waktu, tenaga, dan biaya untuk menonton film di bioskop.
Karena itu, menurutnya, tidak adil jika penonton hanya disuguhi pesan atau isu secara gamblang tanpa unsur hiburan.
Lihat Juga :