Puasa Ramadan Jadi Momentum Pas Berhenti Merokok, Dokter Bagikan Tipsnya
Senin, 09 Maret 2026 - 08:00 WIB
loading...
Puasa Ramadan jadi momen pas untuk berhenti merokok. Foto: Healthline
A
A
A
JAKARTA - Momen Ramadan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan kesempatan emas untuk menata ulang gaya hidup, termasuk memutus rantai kebiasaan merokok . Influencer kesehatan sekaligus dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD), dr. Gia Pratama, menekankan bahwa bulan suci ini adalah waktu yang paling tepat bagi mereka yang memiliki tekad kuat untuk berhenti.
Menurutnya, perubahan sebesar ini tidak bisa dipaksakan oleh orang lain, melainkan harus lahir dari kesadaran diri sendiri. Ramadan memberikan ruang latihan alami karena seseorang dipaksa menahan diri dari terbit fajar hingga terbenam matahari untuk tidak merokok.
"Belum pernah ada sejarahnya seseorang itu berhenti merokok karena disuruh, apalagi oleh dokternya. Sama istrinya juga enggak bisa, sama anaknya juga enggak bisa. Harus dari dirinya sendiri," ujar dr. Gia dalam Podcast Raditya Dika, dikutip Kamis (9/3/2026).
Baca Juga : Bahaya Merokok Setelah Makan, Dokter Ingatkan Dampaknya pada Pencernaan
dr. Gia menilai bahwa sekadar melarang atau memberikan instruksi kepada pasien seringkali berakhir sia-sia. Pendekatan yang bersifat perintah selama ini terbukti belum memberikan dampak signifikan bagi para perokok aktif agar berhenti.
"Makanya aku melihat belum ada kegunaannya aku ngelarang-larang orang atau nyuruh berhenti rokok. Belum ada kegunaannya. Enggak pernah tuh ada pasien (berhenti) ngerokok, impossible," tegas dia.
Meski sulit, dr. Gia melihat adanya harapan bagi mereka yang memang sudah memiliki niat tulus untuk berubah. Ia pun menyarankan agar energi positif di bulan Ramadhan dimanfaatkan sebagai sumber kekuatan ekstra untuk melawan kecanduan.
"Tapi aku lihat ada orang-orang yang sedang berusaha. Nah, buat teman-teman yang mau berhenti rokok, momentumnya adalah sekarang bulan ini. Manfaatkanlah bulan Ramadhan ini untuk bisa atau mendapatkan kekuatan untuk bisa berhenti rokok gitu," pungkas dr. Gia.
Baca Juga : Vidi Aldiano Idap Pneumonia sebelum Meninggal, Ini Gejala dan Faktor Risikonya
Melansir dari World Health Organization (WHO), Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk menyudahi kebiasaan merokok. Secara medis, jika seorang perokok mampu menahan candu nikotin selama sekitar 15 jam waktu berpuasa setiap harinya, peluang untuk meninggalkan kebiasaan tersebut selamanya akan terbuka lebar.
Manfaatnya pun langsung terasa secara fisik. Berhenti merokok saat berpuasa membantu tubuh membersihkan racun karbon monoksida. Menariknya, kadar zat berbahaya ini akan menurun drastis saat berbuka. Sehingga sangat disarankan agar tidak merokok setelah berbuka supaya racun karbon monoksida tidak menumpuk kembali.
Menurutnya, perubahan sebesar ini tidak bisa dipaksakan oleh orang lain, melainkan harus lahir dari kesadaran diri sendiri. Ramadan memberikan ruang latihan alami karena seseorang dipaksa menahan diri dari terbit fajar hingga terbenam matahari untuk tidak merokok.
"Belum pernah ada sejarahnya seseorang itu berhenti merokok karena disuruh, apalagi oleh dokternya. Sama istrinya juga enggak bisa, sama anaknya juga enggak bisa. Harus dari dirinya sendiri," ujar dr. Gia dalam Podcast Raditya Dika, dikutip Kamis (9/3/2026).
Baca Juga : Bahaya Merokok Setelah Makan, Dokter Ingatkan Dampaknya pada Pencernaan
dr. Gia menilai bahwa sekadar melarang atau memberikan instruksi kepada pasien seringkali berakhir sia-sia. Pendekatan yang bersifat perintah selama ini terbukti belum memberikan dampak signifikan bagi para perokok aktif agar berhenti.
"Makanya aku melihat belum ada kegunaannya aku ngelarang-larang orang atau nyuruh berhenti rokok. Belum ada kegunaannya. Enggak pernah tuh ada pasien (berhenti) ngerokok, impossible," tegas dia.
Meski sulit, dr. Gia melihat adanya harapan bagi mereka yang memang sudah memiliki niat tulus untuk berubah. Ia pun menyarankan agar energi positif di bulan Ramadhan dimanfaatkan sebagai sumber kekuatan ekstra untuk melawan kecanduan.
"Tapi aku lihat ada orang-orang yang sedang berusaha. Nah, buat teman-teman yang mau berhenti rokok, momentumnya adalah sekarang bulan ini. Manfaatkanlah bulan Ramadhan ini untuk bisa atau mendapatkan kekuatan untuk bisa berhenti rokok gitu," pungkas dr. Gia.
Baca Juga : Vidi Aldiano Idap Pneumonia sebelum Meninggal, Ini Gejala dan Faktor Risikonya
Melansir dari World Health Organization (WHO), Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk menyudahi kebiasaan merokok. Secara medis, jika seorang perokok mampu menahan candu nikotin selama sekitar 15 jam waktu berpuasa setiap harinya, peluang untuk meninggalkan kebiasaan tersebut selamanya akan terbuka lebar.
Manfaatnya pun langsung terasa secara fisik. Berhenti merokok saat berpuasa membantu tubuh membersihkan racun karbon monoksida. Menariknya, kadar zat berbahaya ini akan menurun drastis saat berbuka. Sehingga sangat disarankan agar tidak merokok setelah berbuka supaya racun karbon monoksida tidak menumpuk kembali.
(wur)
Lihat Juga :