Cap Go Meh Gala Feast Hidupkan Warisan Peranakan di House of Tugu Jakarta
Selasa, 10 Maret 2026 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga : Mengenal Apa Itu Cap Go Meh, Perayaan setelah Hari Imlek 2023
Hidangan penutup menghadirkan ronde tiga warna yang hangat. Bola ketan merah, putih, dan hijau mengapung dalam kuah jahe. Isinya gula merah serta kacang cincang yang manis. Warna berbeda tidak saling melebur dalam satu mangkuk. Komposisi ini melambangkan harmoni dalam keberagaman budaya. Karena itu ronde menjadi penutup penuh makna dalam Cap Go Meh Gala Feast.
“Kami ingin merawat warisan Peranakan melalui pengalaman kuliner yang autentik,” ujar Representative House of Tugu Jakarta, Shafa Haura. Program ini juga menghidupkan kembali sejarah Kota Tua Jakarta. Selain itu tradisi Cap Go Meh dapat dirayakan dengan pendekatan kontemporer.
Perayaan tahun ini berlangsung dalam periode yang istimewa. Berbagai tradisi budaya hadir bersamaan dalam kalender Maret 2026. Namun Cap Go Meh Gala Feast tetap menjadi magnet utama. Nuansa merah dan emas mendominasi ruang makan bersejarah tersebut. Para tamu menikmati hidangan sambil mengenang perjalanan panjang budaya Peranakan.
Hidangan penutup menghadirkan ronde tiga warna yang hangat. Bola ketan merah, putih, dan hijau mengapung dalam kuah jahe. Isinya gula merah serta kacang cincang yang manis. Warna berbeda tidak saling melebur dalam satu mangkuk. Komposisi ini melambangkan harmoni dalam keberagaman budaya. Karena itu ronde menjadi penutup penuh makna dalam Cap Go Meh Gala Feast.
“Kami ingin merawat warisan Peranakan melalui pengalaman kuliner yang autentik,” ujar Representative House of Tugu Jakarta, Shafa Haura. Program ini juga menghidupkan kembali sejarah Kota Tua Jakarta. Selain itu tradisi Cap Go Meh dapat dirayakan dengan pendekatan kontemporer.
Perayaan tahun ini berlangsung dalam periode yang istimewa. Berbagai tradisi budaya hadir bersamaan dalam kalender Maret 2026. Namun Cap Go Meh Gala Feast tetap menjadi magnet utama. Nuansa merah dan emas mendominasi ruang makan bersejarah tersebut. Para tamu menikmati hidangan sambil mengenang perjalanan panjang budaya Peranakan.
(wur)
Lihat Juga :