Cap Go Meh Gala Feast Hidupkan Warisan Peranakan di House of Tugu Jakarta

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:45 WIB
loading...
Cap Go Meh Gala Feast...
House of Tugu Jakarta kembali gelar Cap Go Meh Gala Feast. Foto: Dok House of Tugu
A A A
JAKARTA - Di tengah gemerlap Kota Tua, Cap Go Meh Gala Feast di House of Tugu Jakarta kembali digelar. Perjamuan ini merayakan penutup Tahun Baru Imlek melalui tradisi kuliner Peranakan. Program berlangsung hingga 31 Maret 2026. Babah Koffie by Kawisari menjadi panggung utama pengalaman bersantap tersebut. Pengunjung menikmati hidangan khas yang menyimpan kisah panjang akulturasi budaya. Tradisi Cap Go Meh pun kembali hidup melalui Cap Go Meh Gala Feast.

Cap Go Meh dikenal sebagai malam kelima belas dalam dialek Hokkien. Momen ini menutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Tradisi tersebut tumbuh sejak masa Batavia dan berkembang dalam budaya Peranakan. Dari pertemuan budaya Tionghoa dan Nusantara lahirlah berbagai hidangan unik. Karena itu Cap Go Meh tidak hanya perayaan keluarga. Peristiwa ini juga menyimpan sejarah kuliner yang terus diwariskan.

House of Tugu Jakarta menghadirkan perjamuan ini dengan pendekatan naratif. Babah Koffie by Kawisari dipilih sebagai ruang utama penyelenggaraan. Restoran tersebut memang dirancang merawat tradisi Peranakan sejak awal berdiri. Interior antik dan koleksi artefak mengisi setiap sudut ruangan. Selain itu dapur restoran berpegang pada resep Jawa-Tionghoa klasik. Dengan demikian pengalaman makan terasa seperti perjalanan lintas zaman.

Baca Juga : Bobon Santoso Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Harmoni Budaya di Tengah Ramadan

Kopi yang disajikan turut memperkaya cerita sejarah. Biji kopi berasal dari Perkebunan Kawisari di Jawa Timur. Perkebunan tersebut berdiri sejak tahun 1870. Hingga kini lahan itu masih menghasilkan kopi berkualitas tinggi. Setiap cangkir menghadirkan kisah panjang tanah dan tradisi. Karena itu pengunjung merasakan hubungan antara sejarah dan cita rasa.

Tiga Hidangan Ikonik, Satu Perjamuan
Cap Go Meh Gala Feast menampilkan tiga sajian utama sarat makna budaya. Hidangan pertama bernama Imperial Prawn Money Bag. Kulit tahu renyah membungkus udang segar dan water chestnut. Bentuknya menyerupai kantong uang sebagai simbol harapan rezeki. Uap tipis mengepul ketika mangkuk hitam dibuka. Presentasi dramatis ini menandai awal perjamuan.

Menu berikutnya adalah Tugu Lontong Cap Go Meh. Sajian ini memadukan lontong daun bambu dengan ayam opor resep pusaka. Resep tersebut diwariskan turun-temurun dalam keluarga. Pelengkapnya meliputi lodeh labu siam dan udang segar. Telur hitam, sate ayam, serta balado kentang tipis turut dihadirkan. Selain itu peyek kacang dan koya kedelai putih menyempurnakan hidangan.

Baca Juga : Mengenal Apa Itu Cap Go Meh, Perayaan setelah Hari Imlek 2023

Hidangan penutup menghadirkan ronde tiga warna yang hangat. Bola ketan merah, putih, dan hijau mengapung dalam kuah jahe. Isinya gula merah serta kacang cincang yang manis. Warna berbeda tidak saling melebur dalam satu mangkuk. Komposisi ini melambangkan harmoni dalam keberagaman budaya. Karena itu ronde menjadi penutup penuh makna dalam Cap Go Meh Gala Feast.

“Kami ingin merawat warisan Peranakan melalui pengalaman kuliner yang autentik,” ujar Representative House of Tugu Jakarta, Shafa Haura. Program ini juga menghidupkan kembali sejarah Kota Tua Jakarta. Selain itu tradisi Cap Go Meh dapat dirayakan dengan pendekatan kontemporer.

Perayaan tahun ini berlangsung dalam periode yang istimewa. Berbagai tradisi budaya hadir bersamaan dalam kalender Maret 2026. Namun Cap Go Meh Gala Feast tetap menjadi magnet utama. Nuansa merah dan emas mendominasi ruang makan bersejarah tersebut. Para tamu menikmati hidangan sambil mengenang perjalanan panjang budaya Peranakan.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bobon Santoso Meriahkan...
Bobon Santoso Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Harmoni Budaya di Tengah Ramadan
Sarwendah Ungkap Momen...
Sarwendah Ungkap Momen yang Hilang di Hari Imlek Usai Kepergian Sang Ayah
Tanpa Nuansa Merah,...
Tanpa Nuansa Merah, Sarwendah Rayakan Imlek dengan Sederhana Demi Hormati Kepergian Sang Ayah
Setelah Imlek, Klenteng...
Setelah Imlek, Klenteng Toasebio Bakal Gelar Lok Thung pada Perayaan Cap Go Meh
Tina Toon Akhirnya Umumkan...
Tina Toon Akhirnya Umumkan Wajah Anak di Momen Imlek setelah Setahun Dirahasiakan
Bisa Bikin Sial, Ini...
Bisa Bikin Sial, Ini Sederet Pantangan saat Tahun Baru Imlek!
Dibuka Menag, Begini...
Dibuka Menag, Begini Meriahnya Parade Imlek Nusantara 2026 di Lapangan Banteng
Perayaan Imlek Nasional...
Perayaan Imlek Nasional di Lapangan Banteng, Polda Metro Jaya Kerahkan Ratusan Personel
Catat, Ini 6 Lokasi...
Catat, Ini 6 Lokasi Parkir Perayaan Imlek Nasional di Lapangan Banteng
Rekomendasi
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Berita Terkini
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Awkarin Penuhi Panggilan...
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved