Tren Kreator Kantoran makin Marak, Endar Yuliwanto Angkat Kehidupan Dunia Kerja
Senin, 09 Maret 2026 - 12:50 WIB
loading...
Fenomena konten kreator yang mengangkat kehidupan pekerja kantoran kini semakin marak bermunculan di berbagai platform media sosial. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Fenomena konten kreator yang mengangkat kehidupan pekerja kantoran kini semakin marak bermunculan di berbagai platform media sosial. Konten yang menampilkan rutinitas kerja, dinamika di kantor hingga keseharian setelah jam kerja ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warganet.
Tren ini banyak ditemukan di platform seperti TikTok, Instagram, hingga YouTube. Para kreator menghadirkan berbagai format konten, mulai dari video singkat tentang aktivitas pagi sebelum berangkat kerja, suasana di meja kantor, hingga cerita ringan tentang pengalaman menghadapi tugas dan rapat.
Selain menjadi sarana hiburan, konten ini juga sering digunakan sebagai ruang berbagi pengalaman. Salah satunya dilakukan Endar Yuliwanto, karyawan di industri IT Telco yang belakangan dikenal lewat kanal konten “KaryawanCEO”.
Lewat platform digital seperti YouTube dan media sosial lainnya, Endar membagikan perspektif tentang kehidupan karyawan, kewirausahaan, serta cara menyeimbangkan karier profesional dengan usaha pribadi.
Konten-kontennya mengangkat realitas keseharian pekerja, mulai dari rutinitas kantor, tantangan finansial, hingga gagasan membangun bisnis sampingan.
Endar sendiri bukan pendatang baru di dunia kerja. Ia telah lebih dari dua dekade bekerja di sebuah perusahaan swasta di sektor teknologi telekomunikasi, dengan latar belakang pekerjaan di bidang akuntansi.
Pengalaman panjang itu menjadi bahan refleksi yang kerap ia tuangkan dalam konten digitalnya. Di luar pekerjaannya sebagai karyawan, Endar juga mengembangkan usaha di bidang dekorasi rumah sejak 2018.
Usaha tersebut berangkat dari ketertarikannya pada tanaman dan tren dekorasi interior, terutama bagi masyarakat yang menginginkan suasana hijau di rumah tanpa harus melakukan perawatan intensif.
Seiring waktu, aktivitas kewirausahaan itu berkembang dan bahkan melibatkan sejumlah pelaku usaha kecil dan pengrajin lokal. Kolaborasi tersebut mencakup produksi pot tanaman, kerajinan anyaman, hingga berbagai elemen dekorasi rumah yang mendukung tampilan interior.
Namun, perhatian publik justru mulai tertuju pada aktivitas Endar di dunia digital. Melalui akun “KaryawanCEO”, ia mencoba memadukan konten hiburan dengan refleksi kehidupan pekerja urban.
Narasi yang dibangun menyoroti bagaimana sebagian karyawan mulai mencari alternatif pengembangan diri di luar pekerjaan utama.
Fenomena ini sejalan dengan tren yang berkembang di kalangan pekerja muda, di mana media sosial menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus tempat membangun identitas profesional baru.
Dalam beberapa kontennya, Endar menyoroti bahwa menjadi karyawan tidak selalu identik dengan keterbatasan pilihan karier. Ia menilai pola pikir pekerja saat ini mulai berubah, terutama dengan munculnya peluang ekonomi digital dan kemudahan membangun usaha kecil secara mandiri.
“Banyak orang merasa rutinitas kerja membuat mereka sulit berkembang. Padahal, peluang untuk mencoba hal baru selalu ada, selama kita berani memulainya,” kata Endar.
Kehadiran konten semacam ini menunjukkan bagaimana media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai ruang hiburan, juga menjadi medium diskusi tentang gaya hidup, karier dan aspirasi generasi pekerja di era digital.
Tren ini banyak ditemukan di platform seperti TikTok, Instagram, hingga YouTube. Para kreator menghadirkan berbagai format konten, mulai dari video singkat tentang aktivitas pagi sebelum berangkat kerja, suasana di meja kantor, hingga cerita ringan tentang pengalaman menghadapi tugas dan rapat.
Selain menjadi sarana hiburan, konten ini juga sering digunakan sebagai ruang berbagi pengalaman. Salah satunya dilakukan Endar Yuliwanto, karyawan di industri IT Telco yang belakangan dikenal lewat kanal konten “KaryawanCEO”.
Lewat platform digital seperti YouTube dan media sosial lainnya, Endar membagikan perspektif tentang kehidupan karyawan, kewirausahaan, serta cara menyeimbangkan karier profesional dengan usaha pribadi.
Konten-kontennya mengangkat realitas keseharian pekerja, mulai dari rutinitas kantor, tantangan finansial, hingga gagasan membangun bisnis sampingan.
Endar sendiri bukan pendatang baru di dunia kerja. Ia telah lebih dari dua dekade bekerja di sebuah perusahaan swasta di sektor teknologi telekomunikasi, dengan latar belakang pekerjaan di bidang akuntansi.
Pengalaman panjang itu menjadi bahan refleksi yang kerap ia tuangkan dalam konten digitalnya. Di luar pekerjaannya sebagai karyawan, Endar juga mengembangkan usaha di bidang dekorasi rumah sejak 2018.
Usaha tersebut berangkat dari ketertarikannya pada tanaman dan tren dekorasi interior, terutama bagi masyarakat yang menginginkan suasana hijau di rumah tanpa harus melakukan perawatan intensif.
Seiring waktu, aktivitas kewirausahaan itu berkembang dan bahkan melibatkan sejumlah pelaku usaha kecil dan pengrajin lokal. Kolaborasi tersebut mencakup produksi pot tanaman, kerajinan anyaman, hingga berbagai elemen dekorasi rumah yang mendukung tampilan interior.
Namun, perhatian publik justru mulai tertuju pada aktivitas Endar di dunia digital. Melalui akun “KaryawanCEO”, ia mencoba memadukan konten hiburan dengan refleksi kehidupan pekerja urban.
Narasi yang dibangun menyoroti bagaimana sebagian karyawan mulai mencari alternatif pengembangan diri di luar pekerjaan utama.
Fenomena ini sejalan dengan tren yang berkembang di kalangan pekerja muda, di mana media sosial menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus tempat membangun identitas profesional baru.
Dalam beberapa kontennya, Endar menyoroti bahwa menjadi karyawan tidak selalu identik dengan keterbatasan pilihan karier. Ia menilai pola pikir pekerja saat ini mulai berubah, terutama dengan munculnya peluang ekonomi digital dan kemudahan membangun usaha kecil secara mandiri.
“Banyak orang merasa rutinitas kerja membuat mereka sulit berkembang. Padahal, peluang untuk mencoba hal baru selalu ada, selama kita berani memulainya,” kata Endar.
Kehadiran konten semacam ini menunjukkan bagaimana media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai ruang hiburan, juga menjadi medium diskusi tentang gaya hidup, karier dan aspirasi generasi pekerja di era digital.
(dra)
Lihat Juga :