Sidang Gugatan ADOR ke Danielle NewJeans Dimulai, Tuntutan Tembus Rp480 Miliar
Jum'at, 27 Maret 2026 - 13:28 WIB
loading...
Danielle NewJeans. Foto: The Korea Times
A
A
A
SEOUL - Sidang gugatan ganti rugi yang diajukan oleh ADOR, anak perusahaan dari HYBE, terhadap mantan anggota NewJeans, Danielle , serta mantan CEO Min Hee-jin, resmi dibuka pada Kamis (26/3/2026). Persidangan ini menunjukkan bahwa konflik yang telah berlangsung sejak 2024 masih jauh dari kata selesai.
Pada Desember 2025, ADOR mengajukan gugatan ganti rugi senilai 43,1 miliar won (sekitar US$28,6 juta) atau setara Rp480 miliar. Gugatan tersebut ditujukan kepada Danielle, ibunya, serta Min Hee-jin, terkait keterlambatan dimulainya kembali aktivitas NewJeans.
Dalam sidang pendahuluan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, kedua pihak berselisih soal jalannya proses hukum. Kuasa hukum Danielle menilai ADOR sengaja memperlambat proses persidangan.
Baca Juga : Danielle Akhirnya Buka Suara setelah Digugat ADOR Rp500 Miliar
“Danielle adalah seorang idola, dan ini adalah masa paling cemerlang dalam kariernya. Jika kasus ini berlarut-larut, dia pasti akan mengalami kerugian,” ujar perwakilan hukumnya dikutip The Korea Times. Mereka juga menyoroti keterlibatan ibu Danielle dalam gugatan tersebut.
Namun, pihak ADOR membantah tudingan itu. Mereka menegaskan bahwa gugatan ini hanya berkaitan dengan ganti rugi dan penalti, serta tidak memengaruhi kemampuan Danielle untuk melanjutkan kariernya. Meski demikian, tim Danielle berpendapat bahwa setiap upaya sang idola untuk kembali beraktivitas tetap akan mendapat penolakan dari ADOR.
Gugatan ini diajukan bersamaan dengan pemberitahuan pemutusan kontrak pada Desember 2025. ADOR menyatakan akan meminta pertanggungjawaban hukum kepada pihak keluarga Danielle dan Min Hee-jin yang dianggap berperan dalam penundaan aktivitas grup.
Konflik ini bermula pada November 2024, ketika seluruh anggota NewJeans menuntut agar Min Hee-jin dikembalikan ke posisinya sebagai CEO ADOR. Min sebelumnya diberhentikan pada Agustus 2024 setelah berselisih dengan HYBE.
Baca Juga : ADOR Gugat Danielle, Keluarga dan Min Hee-jin Rp499 Miliar
Ketika permintaan tersebut ditolak, para anggota NewJeans mengumumkan secara terbuka bahwa kontrak mereka telah berakhir, dengan alasan adanya pelanggaran dari pihak ADOR. Menanggapi hal ini, ADOR mengajukan gugatan untuk memastikan keabsahan kontrak, yang kemudian diputuskan pengadilan berpihak pada ADOR.
Setelah putusan tersebut, beberapa anggota mulai kembali ke agensi. Haerin dan Hyein lebih dulu kembali, disusul Hanni. Sementara Minji masih dalam tahap diskusi, Danielle justru menjadi fokus utama dalam gugatan ganti rugi ini.
Dalam sidang terbaru, kedua pihak juga sempat menyinggung kemungkinan penyelesaian damai. Pihak ADOR menyebut bahwa mediasi tetap terbuka sebagai bagian dari proses hukum.
Namun, kubu Danielle menyambut wacana tersebut dengan skeptis. Mereka menilai ADOR memperlakukan Danielle secara berbeda dibanding anggota lainnya, sehingga pembicaraan soal penyelesaian terasa mengejutkan, terutama mengingat besarnya tuntutan ganti rugi.
Kasus ini merupakan bagian dari konflik yang lebih luas antara HYBE dan Min Hee-jin. Sebelumnya, pada Februari, pengadilan Seoul memutuskan bahwa Min berhak menerima sekitar 25,6 miliar won dalam sengketa terkait perjanjian pemegang saham dengan HYBE.
Setelah putusan itu, Min Hee-jin sempat mengusulkan untuk melepaskan hak pembelian sahamnya sebagai bagian dari penyelesaian menyeluruh, dengan harapan membuka jalan bagi NewJeans untuk melanjutkan aktivitas mereka. Namun hingga kini, HYBE belum memberikan tanggapan resmi terkait usulan tersebut.
Pada Desember 2025, ADOR mengajukan gugatan ganti rugi senilai 43,1 miliar won (sekitar US$28,6 juta) atau setara Rp480 miliar. Gugatan tersebut ditujukan kepada Danielle, ibunya, serta Min Hee-jin, terkait keterlambatan dimulainya kembali aktivitas NewJeans.
Dalam sidang pendahuluan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, kedua pihak berselisih soal jalannya proses hukum. Kuasa hukum Danielle menilai ADOR sengaja memperlambat proses persidangan.
Baca Juga : Danielle Akhirnya Buka Suara setelah Digugat ADOR Rp500 Miliar
“Danielle adalah seorang idola, dan ini adalah masa paling cemerlang dalam kariernya. Jika kasus ini berlarut-larut, dia pasti akan mengalami kerugian,” ujar perwakilan hukumnya dikutip The Korea Times. Mereka juga menyoroti keterlibatan ibu Danielle dalam gugatan tersebut.
Namun, pihak ADOR membantah tudingan itu. Mereka menegaskan bahwa gugatan ini hanya berkaitan dengan ganti rugi dan penalti, serta tidak memengaruhi kemampuan Danielle untuk melanjutkan kariernya. Meski demikian, tim Danielle berpendapat bahwa setiap upaya sang idola untuk kembali beraktivitas tetap akan mendapat penolakan dari ADOR.
Gugatan ini diajukan bersamaan dengan pemberitahuan pemutusan kontrak pada Desember 2025. ADOR menyatakan akan meminta pertanggungjawaban hukum kepada pihak keluarga Danielle dan Min Hee-jin yang dianggap berperan dalam penundaan aktivitas grup.
Konflik ini bermula pada November 2024, ketika seluruh anggota NewJeans menuntut agar Min Hee-jin dikembalikan ke posisinya sebagai CEO ADOR. Min sebelumnya diberhentikan pada Agustus 2024 setelah berselisih dengan HYBE.
Baca Juga : ADOR Gugat Danielle, Keluarga dan Min Hee-jin Rp499 Miliar
Ketika permintaan tersebut ditolak, para anggota NewJeans mengumumkan secara terbuka bahwa kontrak mereka telah berakhir, dengan alasan adanya pelanggaran dari pihak ADOR. Menanggapi hal ini, ADOR mengajukan gugatan untuk memastikan keabsahan kontrak, yang kemudian diputuskan pengadilan berpihak pada ADOR.
Setelah putusan tersebut, beberapa anggota mulai kembali ke agensi. Haerin dan Hyein lebih dulu kembali, disusul Hanni. Sementara Minji masih dalam tahap diskusi, Danielle justru menjadi fokus utama dalam gugatan ganti rugi ini.
Dalam sidang terbaru, kedua pihak juga sempat menyinggung kemungkinan penyelesaian damai. Pihak ADOR menyebut bahwa mediasi tetap terbuka sebagai bagian dari proses hukum.
Namun, kubu Danielle menyambut wacana tersebut dengan skeptis. Mereka menilai ADOR memperlakukan Danielle secara berbeda dibanding anggota lainnya, sehingga pembicaraan soal penyelesaian terasa mengejutkan, terutama mengingat besarnya tuntutan ganti rugi.
Kasus ini merupakan bagian dari konflik yang lebih luas antara HYBE dan Min Hee-jin. Sebelumnya, pada Februari, pengadilan Seoul memutuskan bahwa Min berhak menerima sekitar 25,6 miliar won dalam sengketa terkait perjanjian pemegang saham dengan HYBE.
Setelah putusan itu, Min Hee-jin sempat mengusulkan untuk melepaskan hak pembelian sahamnya sebagai bagian dari penyelesaian menyeluruh, dengan harapan membuka jalan bagi NewJeans untuk melanjutkan aktivitas mereka. Namun hingga kini, HYBE belum memberikan tanggapan resmi terkait usulan tersebut.
(wur)
Lihat Juga :