Rahasia Hemat Energi Ternyata Ada di Dapur! Ini Cara Masak yang Efisien
Sabtu, 11 April 2026 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Menu sederhana pun dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus hemat energi. Beberapa contoh seperti tempe goreng kecap, telur dadar, orek tempe, hingga sayur bayam bening dapat disiapkan dalam waktu kurang dari 10 menit. Teknik memasak seperti menggoreng, menumis, dan mengukus dengan api kecil menjadi metode paling efisien.
Harry juga menepis anggapan bahwa makanan cepat selalu tidak sehat. “Makanan cepat yang dimasak sendiri sebenarnya sehat. Yang membuat kurang sehat adalah konsep cepat saji restoran yang menggunakan minyak banyak dan suhu tinggi secara terus-menerus,” katanya.
Ia menambahkan, kunci menjaga gizi tetap seimbang adalah kombinasi bahan, seperti protein (telur atau daging) dan serat (sayuran), serta penggunaan bahan berkualitas dan fermentasi untuk memperkaya rasa tanpa proses panjang.
Dari sisi peralatan, penggunaan teknologi seperti rice cooker, microwave, air fryer, dan pemanas air listrik juga dapat membantu efisiensi energi secara keseluruhan. Selain itu, perencanaan menu harian dinilai penting agar proses memasak lebih terarah dan tidak boros energi.
Menutup pernyataannya, Harry mengajak masyarakat—terutama generasi muda—untuk mulai membangun kebiasaan memasak sendiri. “Memasak sendiri selalu lebih hemat. Kenali bahan lokal, gunakan proses yang efisien, dan jangan terjebak budaya serba online. Ini penting untuk ketahanan pangan sekaligus penghematan energi,” katanya.
Harry juga menepis anggapan bahwa makanan cepat selalu tidak sehat. “Makanan cepat yang dimasak sendiri sebenarnya sehat. Yang membuat kurang sehat adalah konsep cepat saji restoran yang menggunakan minyak banyak dan suhu tinggi secara terus-menerus,” katanya.
Ia menambahkan, kunci menjaga gizi tetap seimbang adalah kombinasi bahan, seperti protein (telur atau daging) dan serat (sayuran), serta penggunaan bahan berkualitas dan fermentasi untuk memperkaya rasa tanpa proses panjang.
Dari sisi peralatan, penggunaan teknologi seperti rice cooker, microwave, air fryer, dan pemanas air listrik juga dapat membantu efisiensi energi secara keseluruhan. Selain itu, perencanaan menu harian dinilai penting agar proses memasak lebih terarah dan tidak boros energi.
Menutup pernyataannya, Harry mengajak masyarakat—terutama generasi muda—untuk mulai membangun kebiasaan memasak sendiri. “Memasak sendiri selalu lebih hemat. Kenali bahan lokal, gunakan proses yang efisien, dan jangan terjebak budaya serba online. Ini penting untuk ketahanan pangan sekaligus penghematan energi,” katanya.
(wur)
Lihat Juga :