Pelihara Kucing Jadi Sumber Penyakit, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Dokter
Senin, 13 April 2026 - 20:30 WIB
loading...
Memelihara hewan kesayangan seperti kucing sering dikaitkan dengan munculnya penyakit berbahaya. Foto/First for women.
A
A
A
JAKARTA - Memelihara hewan kesayangan seperti kucing sering dikaitkan dengan munculnya penyakit berbahaya. Namun ternyata banyak mitos dan salah kaprah yang jarang diketahui masyarakat hingga cenderung menyalahkan hewan yang dipelihara dan dianggap sebagai sumber penyakit.
Hal ini salah satunya dibahas oleh Dokter Tubagus Siswadi, yang sering membagikan konten seputar kesehatan di akun X. Lewat akun @tb_siswadi, ia membahas anggapan yang sering beredar bahwa memelihara kucing bisa menyebabkan penyakit berbahaya.
Baca juga: Momen Larry The Cat Ikut Sambut Prabowo di Downing Street
Tubagus menjelaskan soal Toksoplasmosis yang sering dikaitkan dengan kucing. Ia menegaskan bahwa penyakit tersebut bukan disebabkan oleh virus, melainkan parasit bernama Toxoplasma gondii.
Meski kucing merupakan “inang utama” parasit tersebut, bukan berarti kucing adalah sumber utama penularan. Ia menjelaskan, penularan toksoplasma lebih sering terjadi melalui daging mentah atau setengah matang dan sayuran yang tidak dicuci bersih.
Sementara dari kucing, penularan hanya bisa terjadi melalui kotorannya, itupun dengan kondisi tertentu.
Baca juga: Pakar IPB University Ungkap Mitos Kucing Bikin Mandul, Ini Faktanya
“Kotoran yang baru keluar itu belum menular. Butuh waktu 1–5 hari di luar tubuh untuk jadi aktif,” jelasnya.
Artinya, jika pemilik rutin membersihkan litter box setiap hari, risiko penularan nyaris tidak ada. Ia juga meluruskan kesalahpahaman lain yang sering beredar yaitu toksoplasma dapat menular hanya karena mengelus bulu kucing dan terkena air liur kucing.
Menurutnya, penularan biasa terjadi melalui jalur tangan ke mulut, misalnya setelah membersihkan kotoran tanpa mencuci tangan. Untuk itu ia menegaskan bahwa risiko penyakit lebih dipengaruhi oleh kebersihan manusia, bukan keberadaan kucing itu sendiri.
Dokter Tubagus pun membagikan beberapa tips sederhana agar tetap aman memelihara kucing:
- Cuci tangan dengan sabun
- Gunakan sarung tangan saat membersihkan kotoran
- Masak daging hingga matang
- Hindari memberi kucing daging mentah
- Pelihara kucing di dalam rumah
Dengan begitu, ia mengingatkan bahwa memelihara kucing tetaplah aman asal kebersihan dijaga dengan baik. Ia pun menegaskan bahwa bukan kucing yang menyebabkan penyakit, namun kebiasaan kurang memperhatikan kebersihan lah yang menjadi faktor utama penularan penyakit.
Hal ini salah satunya dibahas oleh Dokter Tubagus Siswadi, yang sering membagikan konten seputar kesehatan di akun X. Lewat akun @tb_siswadi, ia membahas anggapan yang sering beredar bahwa memelihara kucing bisa menyebabkan penyakit berbahaya.
Baca juga: Momen Larry The Cat Ikut Sambut Prabowo di Downing Street
Tubagus menjelaskan soal Toksoplasmosis yang sering dikaitkan dengan kucing. Ia menegaskan bahwa penyakit tersebut bukan disebabkan oleh virus, melainkan parasit bernama Toxoplasma gondii.
Meski kucing merupakan “inang utama” parasit tersebut, bukan berarti kucing adalah sumber utama penularan. Ia menjelaskan, penularan toksoplasma lebih sering terjadi melalui daging mentah atau setengah matang dan sayuran yang tidak dicuci bersih.
Sementara dari kucing, penularan hanya bisa terjadi melalui kotorannya, itupun dengan kondisi tertentu.
Baca juga: Pakar IPB University Ungkap Mitos Kucing Bikin Mandul, Ini Faktanya
“Kotoran yang baru keluar itu belum menular. Butuh waktu 1–5 hari di luar tubuh untuk jadi aktif,” jelasnya.
Artinya, jika pemilik rutin membersihkan litter box setiap hari, risiko penularan nyaris tidak ada. Ia juga meluruskan kesalahpahaman lain yang sering beredar yaitu toksoplasma dapat menular hanya karena mengelus bulu kucing dan terkena air liur kucing.
Menurutnya, penularan biasa terjadi melalui jalur tangan ke mulut, misalnya setelah membersihkan kotoran tanpa mencuci tangan. Untuk itu ia menegaskan bahwa risiko penyakit lebih dipengaruhi oleh kebersihan manusia, bukan keberadaan kucing itu sendiri.
Dokter Tubagus pun membagikan beberapa tips sederhana agar tetap aman memelihara kucing:
- Cuci tangan dengan sabun
- Gunakan sarung tangan saat membersihkan kotoran
- Masak daging hingga matang
- Hindari memberi kucing daging mentah
- Pelihara kucing di dalam rumah
Dengan begitu, ia mengingatkan bahwa memelihara kucing tetaplah aman asal kebersihan dijaga dengan baik. Ia pun menegaskan bahwa bukan kucing yang menyebabkan penyakit, namun kebiasaan kurang memperhatikan kebersihan lah yang menjadi faktor utama penularan penyakit.
(nnz)
Lihat Juga :