Kasus Influenza Masih Jadi Tantangan, Akses Vaksinasi Harus Diperluas
Rabu, 15 April 2026 - 11:43 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, influenza seringkali dianggap ringan, namun dampaknya dapat signifikan, terutama bagi lansia, anak-anak, serta individu dengan penyakit kronis. Dengan vaksinasi yang tepat, kita dapat menurunkan angka kejadian, komplikasi, hingga beban sistem kesehatan secara keseluruhan terlebih menurut data WHO angka kematian terkait gangguan pernapasan mencapai sekitar 290.000 hingga 650.000 kasus setiap tahunnya. ”Kehadiran
SKYCELLFLU Quadrivalent diharapkan dapat memperluas akses terhadap vaksin influenza dengan standar kualitas global,” jelasnya.
Penularan influenza terjadi melalui droplet saat batuk atau bersin, serta kontak dengan benda yang terkontaminasi. Penyakit ini ditandai dengan gejala yang muncul mendadak seperti demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta kelelahan dengan tingkat keparahan bervariasi.
Pada individu sehat, influenza umumnya dapat pulih dengan terapi suportif, istirahat, dan perbaikan nutrisi. Namun, pada kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis, infeksi dapat berkembang menjadi lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Penanganan influenza dilakukan sesuai dengan kondisi klinis pasien. Sebagian besar kasus ringan hingga sedang cukup ditangani secara suportif untuk meredakan gejala dan mempercepat pemulihan. Sementara itu, pada kasus yang lebih berat atau pada kelompok berisiko tinggi, terapi antivirus dapat dipertimbangkan untuk mengurangi durasi penyakit sekaligus mencegah komplikasi lebih lanjut.
Secara ilmiah, virus influenza termasuk dalam famili Orthomyxoviridae dan terdiri dari empat tipe, yaitu A, B, C, dan D. Di antara keempatnya, tipe A dan B merupakan penyebab utama influenza musiman pada manusia. Virus tipe A bersifat lebih dominan dan berpotensi menyebabkan pandemi, sedangkan tipe B menyumbang sekitar 15–30% kasus dengan risiko pandemi yang lebih rendah.
SKYCELLFLU Quadrivalent diharapkan dapat memperluas akses terhadap vaksin influenza dengan standar kualitas global,” jelasnya.
Penularan influenza terjadi melalui droplet saat batuk atau bersin, serta kontak dengan benda yang terkontaminasi. Penyakit ini ditandai dengan gejala yang muncul mendadak seperti demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta kelelahan dengan tingkat keparahan bervariasi.
Pada individu sehat, influenza umumnya dapat pulih dengan terapi suportif, istirahat, dan perbaikan nutrisi. Namun, pada kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis, infeksi dapat berkembang menjadi lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Penanganan influenza dilakukan sesuai dengan kondisi klinis pasien. Sebagian besar kasus ringan hingga sedang cukup ditangani secara suportif untuk meredakan gejala dan mempercepat pemulihan. Sementara itu, pada kasus yang lebih berat atau pada kelompok berisiko tinggi, terapi antivirus dapat dipertimbangkan untuk mengurangi durasi penyakit sekaligus mencegah komplikasi lebih lanjut.
Secara ilmiah, virus influenza termasuk dalam famili Orthomyxoviridae dan terdiri dari empat tipe, yaitu A, B, C, dan D. Di antara keempatnya, tipe A dan B merupakan penyebab utama influenza musiman pada manusia. Virus tipe A bersifat lebih dominan dan berpotensi menyebabkan pandemi, sedangkan tipe B menyumbang sekitar 15–30% kasus dengan risiko pandemi yang lebih rendah.
Lihat Juga :