Mengenal Nutri-Level, Kebijakan Kemenkes untuk Pola Makan Lebih Sehat

Sabtu, 18 April 2026 - 08:46 WIB
loading...
Mengenal Nutri-Level,...
Kebijakan nutri-level hadir di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular. Foto/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) terus mendorong masyarakat untuk lebih sadar terhadap pola konsumsi harian. Salah satu langkah strategis yang mulai diperkenalkan adalah kebijakan nutri-level, sebuah sistem pelabelan yang bertujuan membantu masyarakat memahami kandungan gizi dalam produk makanan dan minuman secara lebih sederhana.

Baca juga: Menkes Budi Gunadi Imbau Kurangi Konsumsi Makanan Olahan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan

Kebijakan ini hadir di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, hingga hipertensi, yang sebagian besar dipicu oleh konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih.

Apa Itu Nutri-Level?


Nutri-level adalah sistem penilaian atau pelabelan gizi pada kemasan produk pangan yang menunjukkan kualitas nutrisi secara ringkas. Biasanya ditampilkan dalam bentuk kode warna, huruf, atau skor tertentu, sehingga konsumen bisa dengan cepat menilai apakah suatu produk tergolong sehat atau sebaliknya.

Baca juga: Waspada Kurma Israel Ganti Kemasan! Ini Panduan Beli Kurma Agar Tak Tertipu

Konsep ini mengadopsi pendekatan yang sudah diterapkan di beberapa negara dan didukung oleh organisasi kesehatan global seperti World Health Organization, yang mendorong transparansi informasi gizi bagi masyarakat.

Nutri-level membantu masyarakat memahami kandungan gizi tanpa harus membaca label yang rumit. Dengan informasi yang lebih jelas, masyarakat diharapkan bisa mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.

Dengan kebijakan Nutri Level ini, produsen makanan akan terdorong untuk memperbaiki komposisi produknya agar mendapat nilai nutri-level yang lebih baik.

Bagaimana Cara Kerjanya?


Nutri-level biasanya bekerja dengan sistem penilaian berdasarkan kandungan nutrisi utama, seperti gula, garam (natrium), lemak jenuh, kalori total, serat dan protein (sebagai nilai tambah).

Produk kemudian diberi skor atau kategori tertentu, misalnya dari “paling sehat” hingga “perlu dibatasi”. Semakin baik komposisi gizinya, semakin tinggi nilai nutri-level yang diberikan.

Penerapan nutri-level diharapkan membawa perubahan besar dalam kebiasaan konsumsi masyarakat Indonesia. Dengan informasi yang lebih transparan dan mudah dipahami, masyarakat bisa lebih selektif memilih makanan, mengurangi risiko penyakit kronis, dan membangun pola makan yang lebih seimbang.

Namun, keberhasilan kebijakan ini tetap bergantung pada edukasi yang masif dan kesadaran masyarakat untuk benar-benar memanfaatkannya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Kebiasaan Buruk yang...
5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
Kebiasaan Makan IU Bikin...
Kebiasaan Makan IU Bikin Kaget, Satu Potong Kimbap Dikunyah 30 Menit
Faktor Genetik Bisa...
Faktor Genetik Bisa Sebabkan Obesitas, Tapi Masih Bisa Dicegah
Heboh Kabar Warga Singapura...
Heboh Kabar Warga Singapura Diduga Kena Hantavirus, Kemenkes Ungkap Hasil Tesnya
Pernah Obesitas, Ini...
Pernah Obesitas, Ini Kisah dr. Gia Pratama Turun Berat Badan dari 100Kg
Kemenkes Pastikan Dua...
Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Indonesia Sudah Negatif dan Sembuh
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
Rekomendasi
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Berita Terkini
Evan Marvino Bantah...
Evan Marvino Bantah Tudingan KDRT Terhadap Istri: Tidak Ada Pemukulan
Berangkat Umrah, Ruben...
Berangkat Umrah, Ruben Onsu Serahkan Semua Masalah dalam Doa di Depan Ka'bah
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Istana Sebut Konser...
Istana Sebut Konser EXO di Indonesia Jadi Bukti Kepercayaan Dunia Masih Kuat
Infografis
5 Makanan Sehat Kaya...
5 Makanan Sehat Kaya Kalium untuk Menurunkan Darah Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved