Garap Remake Children Of Heaven, Hanung Bramantyo Akui Temui Beberapa Kesulitan Ini
Senin, 20 April 2026 - 14:31 WIB
loading...
A
A
A
Kesulitan lain yang dihadapi saat melakukan remake film Children of Heaven adalah harus menerapkan sistem syuting sehat karena melibatkan pemain anak. Hanung mengaku, dirinya tidak mau mempekerjakan anak-anak dengan sistem yang berlaku untuk orang dewasa.
Penerapan syuting sehat untuk anak benar-benar ditegakkan selama produksi film Children of Heaven. Misalnya, anak tidak boleh bekerja terlalu lelah dan tidak boleh syuting sampai malam hari. Seumpama ada scene yang mengharuskan dilakukan pada malam hari, pada siang harinya tidak boleh ada kegiatan syuting.
"Kita harus menerapkan sistem syuting yang sehat buat anak-anak karena mereka sebenarnya kan tidak diperbolehkan bekerja, sebenarnya mereka waktunya belajar. Tidak boleh syuting itu menjadi ajang mereka untuk cari duit gitu, meski sebenarnya mendapatkan uang juga dari sini. Tapi uang bukan menjadi tujuan utama," tuturnya.
Kesulitan lain pengerjaan film Children of Heaven yang sempat dihadapi Hanung dan tim adalah menghadirkan ajang lari marathon dengan setting tahun 1980-an. Menurut Hanung, lari marathon pada era tersebut sangat jauh berbeda dengan era sekarang.
"Kita harus blokir jalan, nggak boleh ada orang lewat. Karena kalau sampai ada mobil lewat, ketahuan mobil-mobil itu adalah mobil sekarang. Motor juga nggak boleh lewat karena motor sekarang banyaknya motor matic. Dulu pakai kopling gitu kan," ungkap Hanung Bramantyo.
Film Children of Heaven versi Indonesia rencananya akan tayang mulai 27 Mei 2026. Ini adalah film Hanung Bramantyo yang ramah anak setelah biasanya dia menggarap film dewasa seperti drama percintaan hingga kisah perselingkuhan.
"Film ini adalah gala premiere pertama saya akan mengajak anak-anak saya nanti," kata Hanung Bramantyo antusias.
Penerapan syuting sehat untuk anak benar-benar ditegakkan selama produksi film Children of Heaven. Misalnya, anak tidak boleh bekerja terlalu lelah dan tidak boleh syuting sampai malam hari. Seumpama ada scene yang mengharuskan dilakukan pada malam hari, pada siang harinya tidak boleh ada kegiatan syuting.
"Kita harus menerapkan sistem syuting yang sehat buat anak-anak karena mereka sebenarnya kan tidak diperbolehkan bekerja, sebenarnya mereka waktunya belajar. Tidak boleh syuting itu menjadi ajang mereka untuk cari duit gitu, meski sebenarnya mendapatkan uang juga dari sini. Tapi uang bukan menjadi tujuan utama," tuturnya.
Kesulitan lain pengerjaan film Children of Heaven yang sempat dihadapi Hanung dan tim adalah menghadirkan ajang lari marathon dengan setting tahun 1980-an. Menurut Hanung, lari marathon pada era tersebut sangat jauh berbeda dengan era sekarang.
"Kita harus blokir jalan, nggak boleh ada orang lewat. Karena kalau sampai ada mobil lewat, ketahuan mobil-mobil itu adalah mobil sekarang. Motor juga nggak boleh lewat karena motor sekarang banyaknya motor matic. Dulu pakai kopling gitu kan," ungkap Hanung Bramantyo.
Film Children of Heaven versi Indonesia rencananya akan tayang mulai 27 Mei 2026. Ini adalah film Hanung Bramantyo yang ramah anak setelah biasanya dia menggarap film dewasa seperti drama percintaan hingga kisah perselingkuhan.
"Film ini adalah gala premiere pertama saya akan mengajak anak-anak saya nanti," kata Hanung Bramantyo antusias.
(unt)
Lihat Juga :