Garap Remake Children Of Heaven, Hanung Bramantyo Akui Temui Beberapa Kesulitan Ini
Senin, 20 April 2026 - 14:31 WIB
loading...
A
A
A
“(Kata pihak Majid Majidi) bukan fokus pada bagaimana penonton merasa tersentuh pada anak-anak yang jadi tokoh utama. Saat membuat, saya tidak pernah memikirkan penonton akan menangis, tidak memikirkan adegan ini harus sedih atau bagaimana. Tidak,” imbuhnya.
“Meski anak-anak ini jatuh ke dalam persoalan besar, mereka menjaga martabat. Menjaga martabat, itu kuncinya. Jangan jatuh kepada rengekan atau mengiba. Dengan menunjukkan martabat, maka hati seluruh manusia akan tercerahkan,” Hanung Bramantyo menyambung.
Lalu juga hal lain yakni,film aslinya menerapkan sensor kebudayaan secara ketat dimana perempuan, baik anak-anak ataupun dewasa, harus mengenakan hijab.
Hal lain yang membuat Hanung Bramantyo sempat kesulitan untuk mengadaptasi film Children of Heaven disesuaikan dengan kebudayaan di Tanah Air. Karena penggunaan hijab pada masa Orde Baru tidak sebebas sekarang.
"Di tahun 1980-an, jilbab dilarang oleh pemerintah Orde Baru. Jilbab itu nggak seperti sekarang orang bisa pakai jilbab ke mana-mana dengan bebasnya. Di pasar, ibu-ibu sekarang sudah pakai jilbab dan segala macam," ungkap Hanung Bramantyo.
"Tapi yang terpatri di mata penonton, Zahra itu kan lari-lari menggunakan hijab. Terus kita mencari cara bagaimana supaya si anak ini tetap merepresentasikan Zahra yang menggunakan jilbab. Kita menemukan satu masa transisi tahun 1980, sudah ada beberapa sekolah Muhammadiyah yang menerapkan jilbab meski tidak semuanya," imbuhnya.
Hanung Bramantyo akhirnya menjadikan momen itu untuk mengadaptasi film Children of Heaven.
"Meski tidak semua murid (pakai hijab). Jadi, ada yang ada yang pakai jilbab, ada yang nggak, dibebasin dan jilbabnya masih lucu. Dia pakai jilbab tapi pakai rok pendek gitu, terus pakai lengan pendek gitu kan. Istilahnya masih ragu-ragu mau pakai jilbab," ujar Hanung Bramantyo.
“Meski anak-anak ini jatuh ke dalam persoalan besar, mereka menjaga martabat. Menjaga martabat, itu kuncinya. Jangan jatuh kepada rengekan atau mengiba. Dengan menunjukkan martabat, maka hati seluruh manusia akan tercerahkan,” Hanung Bramantyo menyambung.
Lalu juga hal lain yakni,film aslinya menerapkan sensor kebudayaan secara ketat dimana perempuan, baik anak-anak ataupun dewasa, harus mengenakan hijab.
Hal lain yang membuat Hanung Bramantyo sempat kesulitan untuk mengadaptasi film Children of Heaven disesuaikan dengan kebudayaan di Tanah Air. Karena penggunaan hijab pada masa Orde Baru tidak sebebas sekarang.
"Di tahun 1980-an, jilbab dilarang oleh pemerintah Orde Baru. Jilbab itu nggak seperti sekarang orang bisa pakai jilbab ke mana-mana dengan bebasnya. Di pasar, ibu-ibu sekarang sudah pakai jilbab dan segala macam," ungkap Hanung Bramantyo.
"Tapi yang terpatri di mata penonton, Zahra itu kan lari-lari menggunakan hijab. Terus kita mencari cara bagaimana supaya si anak ini tetap merepresentasikan Zahra yang menggunakan jilbab. Kita menemukan satu masa transisi tahun 1980, sudah ada beberapa sekolah Muhammadiyah yang menerapkan jilbab meski tidak semuanya," imbuhnya.
Hanung Bramantyo akhirnya menjadikan momen itu untuk mengadaptasi film Children of Heaven.
"Meski tidak semua murid (pakai hijab). Jadi, ada yang ada yang pakai jilbab, ada yang nggak, dibebasin dan jilbabnya masih lucu. Dia pakai jilbab tapi pakai rok pendek gitu, terus pakai lengan pendek gitu kan. Istilahnya masih ragu-ragu mau pakai jilbab," ujar Hanung Bramantyo.
Lihat Juga :