Resmikan Hotel di TIM Jakarta dan Medan, Artotel Hadirkan Pengalaman Unik bagi Tamu
Rabu, 22 April 2026 - 12:54 WIB
loading...
Grand opening Paviliun Raden Saleh ditandai pameran arsip bersejarah bertajuk Raden Saleh dan Cikini dibuka sejak 21 April 2026. Foto: Paviliun Raden Saleh
A
A
A
JAKARTA - Di jantung Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, pengalaman menginap kini terasa berbeda. Sementara itu, di Medan, pilihan akomodasi modern hadir menjawab kebutuhan gaya hidup, wisata dan bisnis. Paviliun Raden Saleh Artotel Curated di TIM Jakarta dan Elais by Artotel Medan resmi beroperasi sebagai bagian ekspansi Artotel Group.
Grand opening Paviliun Raden Saleh ditandai pameran arsip bersejarah. Pameran bertajuk “Raden Saleh dan Cikini” dibuka sejak 21 April 2026. Kolaborasi melibatkan PT Jakarta Propertindo Perseroda dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Inisiatif ini menghadirkan ruang temu seni dan hospitality dalam satu ekosistem.
Pameran menampilkan arsip, dokumentasi visual, serta narasi sejarah kawasan. Wilayah ini dahulu merupakan kediaman Raden Saleh Syarif Bustaman. Kini, TIM berkembang sebagai pusat seni Jakarta.
“Ini platform dialog seni dan masyarakat,” ujar COO Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego. Menurut dia, hotel tidak sekadar tempat menginap biasa. Namun, ruang ini menjadi titik temu ide kreatif lintas komunitas. Program budaya akan terus dihadirkan secara berkelanjutan.
Paviliun Raden Saleh memiliki 139 kamar dengan enam tipe berbeda. Di salah satu tipe kamar yakni family bunk bed, ranjang susun kayu tampak rapi dengan garis tegas. Lampu hangat menempel di sisi dinding, memberi kesan intim. Area kerja minimalis menghadap televisi layar datar dan mesin kopi. Lantai abu terang mempertegas nuansa modern yang bersih. Setiap sudut terasa fungsional sekaligus artistik.
Fasilitas mencakup restoran Shastra All Day Dining dan kolam renang. Tersedia tiga ruang pertemuan berkapasitas hingga 100 orang. Tarif pembukaan ditawarkan mulai Rp630.000 per malam.
Sementara itu, Elais by Artotel Medan resmi dibuka 9 April 2026. Hotel ini merupakan kolaborasi dengan PT Dyokara Nusantara. Lokasinya berada di Jalan Sei Serayu 81, Medan.
Hotel ini memiliki 75 kamar berbagai kategori. Pilihannya meliputi Superior, Deluxe, Junior Suite, hingga Suite. Salah satu kamar menampilkan ranjang besar dengan linen putih bersih. Dinding dihiasi motif artistik bernuansa etnik modern. Lemari berpintu rotan dan pencahayaan hangat menambah karakter ruang. Kesan elegan muncul dari perpaduan kayu gelap dan warna lembut.
Fasilitas juga mencakup tiga ruang pertemuan berkapasitas 50 orang. Dua outlet kuliner melengkapi pengalaman tamu. Wolon All Day Dining menyajikan menu lokal dan internasional. Kanopee Rooftop Bar menghadirkan panorama kota dari ketinggian. Eduard Rudolf Pangkerego menilai Medan sangat potensial. “Pasarnya dinamis dan terus berkembang,” ujarnya.
Tarif awal dibanderol mulai Rp730.000 per malam termasuk sarapan. Artotel Group kini mengelola lebih dari 100 hotel di Indonesia. Total kamar mencapai lebih dari 10.000 unit berbagai kategori. Dengan dua pembukaan ini, strategi ekspansi semakin terlihat jelas. Jakarta mengedepankan seni dan sejarah sebagai daya tarik utama. Sementara Medan menghadirkan gaya hidup modern untuk pasar urban.
Grand opening Paviliun Raden Saleh ditandai pameran arsip bersejarah. Pameran bertajuk “Raden Saleh dan Cikini” dibuka sejak 21 April 2026. Kolaborasi melibatkan PT Jakarta Propertindo Perseroda dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Inisiatif ini menghadirkan ruang temu seni dan hospitality dalam satu ekosistem.
Pameran menampilkan arsip, dokumentasi visual, serta narasi sejarah kawasan. Wilayah ini dahulu merupakan kediaman Raden Saleh Syarif Bustaman. Kini, TIM berkembang sebagai pusat seni Jakarta.
“Ini platform dialog seni dan masyarakat,” ujar COO Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego. Menurut dia, hotel tidak sekadar tempat menginap biasa. Namun, ruang ini menjadi titik temu ide kreatif lintas komunitas. Program budaya akan terus dihadirkan secara berkelanjutan.
Paviliun Raden Saleh memiliki 139 kamar dengan enam tipe berbeda. Di salah satu tipe kamar yakni family bunk bed, ranjang susun kayu tampak rapi dengan garis tegas. Lampu hangat menempel di sisi dinding, memberi kesan intim. Area kerja minimalis menghadap televisi layar datar dan mesin kopi. Lantai abu terang mempertegas nuansa modern yang bersih. Setiap sudut terasa fungsional sekaligus artistik.
Fasilitas mencakup restoran Shastra All Day Dining dan kolam renang. Tersedia tiga ruang pertemuan berkapasitas hingga 100 orang. Tarif pembukaan ditawarkan mulai Rp630.000 per malam.
Sementara itu, Elais by Artotel Medan resmi dibuka 9 April 2026. Hotel ini merupakan kolaborasi dengan PT Dyokara Nusantara. Lokasinya berada di Jalan Sei Serayu 81, Medan.
Hotel ini memiliki 75 kamar berbagai kategori. Pilihannya meliputi Superior, Deluxe, Junior Suite, hingga Suite. Salah satu kamar menampilkan ranjang besar dengan linen putih bersih. Dinding dihiasi motif artistik bernuansa etnik modern. Lemari berpintu rotan dan pencahayaan hangat menambah karakter ruang. Kesan elegan muncul dari perpaduan kayu gelap dan warna lembut.
Fasilitas juga mencakup tiga ruang pertemuan berkapasitas 50 orang. Dua outlet kuliner melengkapi pengalaman tamu. Wolon All Day Dining menyajikan menu lokal dan internasional. Kanopee Rooftop Bar menghadirkan panorama kota dari ketinggian. Eduard Rudolf Pangkerego menilai Medan sangat potensial. “Pasarnya dinamis dan terus berkembang,” ujarnya.
Tarif awal dibanderol mulai Rp730.000 per malam termasuk sarapan. Artotel Group kini mengelola lebih dari 100 hotel di Indonesia. Total kamar mencapai lebih dari 10.000 unit berbagai kategori. Dengan dua pembukaan ini, strategi ekspansi semakin terlihat jelas. Jakarta mengedepankan seni dan sejarah sebagai daya tarik utama. Sementara Medan menghadirkan gaya hidup modern untuk pasar urban.
(wur)
Lihat Juga :