Kemendukbangga Terus Upaya Cegah Tawuran, Libatkan Keluarga hingga Komunitas

Kamis, 23 April 2026 - 20:18 WIB
loading...
Kemendukbangga Terus...
Tawuran remaja bisa membuat mereka kehilangan masa depan. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Kasus kekerasan remaja seperti tawuran dan klitih masih menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Data Polda Metro Jaya mencatat sekitar 440 kasus tawuran di wilayah Jabodetabek hingga Desember 2025, atau rata-rata 37 kasus per bulan. Angka ini menegaskan bahwa tawuran bukan lagi kejadian sporadis, melainkan fenomena yang kian dianggap lumrah.

Dampaknya pun tidak ringan. Sepanjang Januari hingga Juli 2025, tercatat 93 kasus tawuran dengan tiga korban meninggal dunia. Selain korban jiwa, kerugian material juga kerap terjadi, mulai dari kendaraan yang dirusak hingga fasilitas umum yang hancur.

Remaja yang terlibat tawuran tetap dapat dikenai sanksi hukum, meski usianya di bawah 19 tahun, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Di lingkungan sekolah, pelanggaran ini juga bisa berujung pada sanksi administratif, termasuk pemindahan sekolah hingga penghentian bantuan pendidikan.

Baca Juga : Stop Tawuran di Jakarta sebelum Pelajar Hancur Masa Depan

Fenomena tawuran dipicu oleh berbagai faktor. Dari sisi biologis, perkembangan kontrol emosi remaja belum sepenuhnya matang. Secara psikologis, mereka berada dalam fase pencarian jati diri, sehingga rentan terpengaruh oleh tekanan kelompok. Faktor keluarga, lingkungan, serta pengaruh media digital juga turut memperkuat risiko keterlibatan dalam kekerasan.

Karena itu, penanganan tawuran tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan pendekatan menyeluruh yang melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui penguatan pendampingan remaja, peningkatan komunikasi dalam keluarga, serta penyediaan kegiatan positif bagi generasi muda.

Pada akhirnya, tawuran remaja bukan sekadar masalah disiplin, tetapi persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama agar tidak terus berulang.

Kemendukbangga menekankan bahwa upaya pencegahan tawuran tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pada tingkat akar rumput, kami merekomendasikan pembentukan tim bersama preventif kekerasan remaja (kolaborasi PKB/PLKB, Babinsa, TOMA/TOGA, Babinkamtibmas, Perangkat Desa) di setiap Dusun/Desa/RW memantau potensi tawuran dapat dihindari. Selain itu, semua pihak juga hendaknya memperluas kegiatan remaja yang lebih positif (akademik, seni, olahrga, industry kreatif, hobi, dsb).

Kemendukbangga menyediakan layanan konsultasi gratis bagi remaja melalui WhatsApp “Halo Remaja” di nomor 0853-5588-7770, sebagai wadah bagi remaja untuk mendapatkan pendampingan dalam menghadapi konflik maupun permasalahan sosial.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Penumpang KRL...
Viral! Penumpang KRL Panik saat Ada Tawuran, Suasana di Dalam Gerbong Mencekam
Profil Bonge, Ikon Citayam...
Profil Bonge, Ikon Citayam Fashion Week yang Ditangkap akibat Tawuran
Bonge Ikon Citayam Fashion...
Bonge Ikon Citayam Fashion Week Ditangkap, Diduga Ikut Tawuran Gangster
Aksi Tawuran Bikin Miris...
Aksi Tawuran Bikin Miris di Podcast Aksi Nyata Hari ini Pukul 16.00 WIB
Jakarta Siapkan 24.000...
Jakarta Siapkan 24.000 CCTV Terintegrasi, Begal dan Tawuran Jadi Target Pengawasan
Pramono Mau Bangun Ring...
Pramono Mau Bangun Ring Tinju di Kampung Melayu, Tawuran Diklaim Menurun
440 Aksi Tawuran Terjadi...
440 Aksi Tawuran Terjadi di Jakarta Sepanjang Tahun 2025
Rekomendasi
YouTuber Korea Korban...
YouTuber Korea Korban Rasis Dapat Undangan Istimewa FIFA
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Berita Terkini
Sudah Diet Tapi Berat...
Sudah Diet Tapi Berat Badan Kembali Naik? Ini Penjelasan Dokter
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Davina Karamoy Penuhi...
Davina Karamoy Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Biar Anak Nyaman ke...
Biar Anak Nyaman ke Dokter Gigi, Medikids Serpong Hadirkan Beragam Fasilitas
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved