Road to Balinale 2026, Festival Film Internasional Hadirkan 100 Karya dari 35 Negara
Sabtu, 02 Mei 2026 - 11:20 WIB
loading...
Kawasan Sanur, Bali, menjadi titik awal rangkaian menuju penyelenggaraan Balinale 2026 melalui acara bertajuk Road to Balinale 2026 di Terrace Soekarno Lounge. Foto/ist
A
A
A
BALI - Kawasan Sanur, Bali, menjadi titik awal rangkaian menuju penyelenggaraan Balinale 2026 melalui acara bertajuk Road to Balinale 2026 yang digelar di Terrace Soekarno Lounge, The Meru Sanur, Kamis (30/4/2026). Agenda ini menjadi pembuka menuju gelaran utama Bali International Film Festival (BIFF) edisi ke-19 yang akan berlangsung pada 1–7 Juni 2026.
Road to Balinale 2026 menghadirkan malam yang memadukan cerita, sinema, dan kebersamaan di tepi laut, sekaligus mengajak masyarakat Sanur menjadi bagian dari perjalanan festival sebelum resmi dimulai pada bulan Juni.
Lebih dari sekedar acara pembuka, kegiatan ini mencerminkan semakin kuatnya posisi Sanur sebagai ruang budaya yang mempertemukan sinema internasional, komunitas lokal, serta pertukaran kreatif dalam lanskap yang berakar pada nilai-nilai Bali.
Dengan melibatkan komunitas Sanur serta tamu undangan dari sektor perhotelan, media, seni, bisnis, dan budaya, acara ini merepresentasikan semangat Balinale dalam membangun koneksi lintas budaya melalui film, sebagai medium yang memungkinkan publik melihat kehidupan dari berbagai perspektif, memperluas pemahaman, serta mendekatkan individu dari beragam latar belakang.
Sebagai festival film pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berstatus Academy Award Qualifying Festival, Balinale terus memperkuat posisinya sebagai salah satu platform budaya internasional terpenting di Tanah Air.
Pada 2024, Balinale resmi ditetapkan sebagai festival kualifikasi Oscar, yang membuka peluang lebih besar bagi sineas untuk meraih pengakuan global melalui kompetisi film pendeknya.
Memasuki tahun 2026, Balinale mencatatkan lebih dari 1.300 karya yang masuk dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang mencerminkan jangkauan internasional yang semakin luas.
Melalui kategori resmi seperti Short Narrative, Narrative Feature, Short Documentary, Documentary Feature, dan Short Animation, festival ini akan menampilkan 100 film dari 35 negara, termasuk 20 world premieres, 10 international premieres, dan 26 Asian premieres, yang menghadirkan keragaman cerita serta perspektif sinematik dari berbagai penjuru dunia.
Balinale memiliki kategori penghargaan baru untuk Best Indonesian Short ‘Tapestry of Indonesia’. Di saat yang sama, Balinale terus mendorong pertumbuhan sinema Indonesia, termasuk kemunculan sutradara muda berbakat, berkembangnya suara baru dalam film fiksi dan dokumenter, serta kemajuan kreativitas dan teknologi dalam animasi dan produksi layar modern.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan diri dan daya saing perfilman Indonesia di kancah internasional.
Selain pemutaran film, Balinale juga menghadirkan program pengembangan talenta dan kolaborasi kreatif global, salah satunya Art of the Score, The Juilliard School oleh Dr. Edward Bilous. Director Juilliard Center for Creative Technology tersebut akan berpartisipasi pada program festival.
Pendiri sekaligus Festival Director Balinale, Deborah Gabinetti, mengatakan Balinale selalu lebih dari sekedar pemutaran film.
"Ini adalah ruang untuk membangun koneksi - antarbudaya, antarkomunitas, dan antara manusia dengan cerita yang bermakna. Melalui Road to Balinale 2026, kami dengan senang hati memulai perjalanan ini di Sanur, sebuah tempat dengan kehangatan, karakter, dan semangat komunitas yang kuat," kata Deborah.
"Menjelang edisi ke-19 Balinale pada Juni mendatang, kami berharap acara ini dapat memberikan gambaran awal tentang semangat festival sekaligus mengajak Sanur menjadi bagian dari perjalanan ini. Road to Balinale 2026 juga mencerminkan semangat kolaborasi yang mendukung pertumbuhan festival," tuturnya lagi.
Dalam berbagai pengumuman resmi, Icon Bali Mall disebut sebagai venue partner, Cinema XXI sebagai official cinema partner, dan The Meru Sanur sebagai official hotel and venue partner.
Dukungan juga datang dari Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Bali, serta Pemerintah Kota Denpasar, bersama berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Rangkaian Balinale 2026 akan menghadirkan berbagai agenda, termasuk Opening Day pada 1 Juni, Bali Film Forum di The Meru Sanur, pemutaran OceanX dalam Bali Ocean Days, Awards Night Celebration, hingga Open Air Closing Event, yang secara keseluruhan mempertegas karakter Balinale sebagai festival yang menggabungkan sinema, diskusi, pertukaran internasional, dan pengalaman publik yang inklusif.
Road to Balinale 2026 menghadirkan malam yang memadukan cerita, sinema, dan kebersamaan di tepi laut, sekaligus mengajak masyarakat Sanur menjadi bagian dari perjalanan festival sebelum resmi dimulai pada bulan Juni.
Lebih dari sekedar acara pembuka, kegiatan ini mencerminkan semakin kuatnya posisi Sanur sebagai ruang budaya yang mempertemukan sinema internasional, komunitas lokal, serta pertukaran kreatif dalam lanskap yang berakar pada nilai-nilai Bali.
Dengan melibatkan komunitas Sanur serta tamu undangan dari sektor perhotelan, media, seni, bisnis, dan budaya, acara ini merepresentasikan semangat Balinale dalam membangun koneksi lintas budaya melalui film, sebagai medium yang memungkinkan publik melihat kehidupan dari berbagai perspektif, memperluas pemahaman, serta mendekatkan individu dari beragam latar belakang.
Sebagai festival film pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berstatus Academy Award Qualifying Festival, Balinale terus memperkuat posisinya sebagai salah satu platform budaya internasional terpenting di Tanah Air.
Pada 2024, Balinale resmi ditetapkan sebagai festival kualifikasi Oscar, yang membuka peluang lebih besar bagi sineas untuk meraih pengakuan global melalui kompetisi film pendeknya.
Memasuki tahun 2026, Balinale mencatatkan lebih dari 1.300 karya yang masuk dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang mencerminkan jangkauan internasional yang semakin luas.
Melalui kategori resmi seperti Short Narrative, Narrative Feature, Short Documentary, Documentary Feature, dan Short Animation, festival ini akan menampilkan 100 film dari 35 negara, termasuk 20 world premieres, 10 international premieres, dan 26 Asian premieres, yang menghadirkan keragaman cerita serta perspektif sinematik dari berbagai penjuru dunia.
Balinale memiliki kategori penghargaan baru untuk Best Indonesian Short ‘Tapestry of Indonesia’. Di saat yang sama, Balinale terus mendorong pertumbuhan sinema Indonesia, termasuk kemunculan sutradara muda berbakat, berkembangnya suara baru dalam film fiksi dan dokumenter, serta kemajuan kreativitas dan teknologi dalam animasi dan produksi layar modern.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan diri dan daya saing perfilman Indonesia di kancah internasional.
Selain pemutaran film, Balinale juga menghadirkan program pengembangan talenta dan kolaborasi kreatif global, salah satunya Art of the Score, The Juilliard School oleh Dr. Edward Bilous. Director Juilliard Center for Creative Technology tersebut akan berpartisipasi pada program festival.
Pendiri sekaligus Festival Director Balinale, Deborah Gabinetti, mengatakan Balinale selalu lebih dari sekedar pemutaran film.
"Ini adalah ruang untuk membangun koneksi - antarbudaya, antarkomunitas, dan antara manusia dengan cerita yang bermakna. Melalui Road to Balinale 2026, kami dengan senang hati memulai perjalanan ini di Sanur, sebuah tempat dengan kehangatan, karakter, dan semangat komunitas yang kuat," kata Deborah.
"Menjelang edisi ke-19 Balinale pada Juni mendatang, kami berharap acara ini dapat memberikan gambaran awal tentang semangat festival sekaligus mengajak Sanur menjadi bagian dari perjalanan ini. Road to Balinale 2026 juga mencerminkan semangat kolaborasi yang mendukung pertumbuhan festival," tuturnya lagi.
Dalam berbagai pengumuman resmi, Icon Bali Mall disebut sebagai venue partner, Cinema XXI sebagai official cinema partner, dan The Meru Sanur sebagai official hotel and venue partner.
Dukungan juga datang dari Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Bali, serta Pemerintah Kota Denpasar, bersama berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Rangkaian Balinale 2026 akan menghadirkan berbagai agenda, termasuk Opening Day pada 1 Juni, Bali Film Forum di The Meru Sanur, pemutaran OceanX dalam Bali Ocean Days, Awards Night Celebration, hingga Open Air Closing Event, yang secara keseluruhan mempertegas karakter Balinale sebagai festival yang menggabungkan sinema, diskusi, pertukaran internasional, dan pengalaman publik yang inklusif.
(dra)
Lihat Juga :