Taiwan Lirik Pasar Wisata Indonesia dengan Potensi 280 Juta Penduduk
Senin, 04 Mei 2026 - 23:05 WIB
loading...
A
A
A
Acara Taiwan Travel Fair juga menghadirkan penampilan dari FOCASA Circus yang telah dikenal secara internasional. Selain itu, tiga influencer Indonesia, Jennifer Christie, Kadec Arini, dan Andy Garcia, turut hadir untuk membagikan pengalaman mereka berwisata di Taiwan. Kombinasi aktivitas langsung dan interaksi digital ini berhasil membangun antusiasme di media sosial serta memperkuat citra Taiwan sebagai destinasi yang aman, nyaman, dan beragam.
Tidak hanya itu, Delegasi Pariwisata Taiwan juga menggelar Taiwan Tourism Workshop pada 4 Mei di Pullman Jakarta Central Park dan 6 Mei di JW Marriott Hotel Medan. Kegiatan ini melibatkan asosiasi pariwisata, pelaku industri, serta media lokal. Jakarta dan Medan dipilih karena merupakan pusat ekonomi dan pariwisata dengan potensi besar, termasuk untuk mendorong perjalanan insentif perusahaan (incentive travel) ke Taiwan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Taiwan juga mengembangkan lingkungan wisata ramah Muslim. Berbagai upaya dilakukan, seperti penyediaan makanan ramah
Muslim, ruang salat di pusat transportasi dan destinasi wisata, serta fasilitas pendukung lainnya. Langkah ini ditujukan agar wisatawan Indonesia yang mayoritas beragama Islam dapat berwisata ke Taiwan dengan aman dan nyaman.
Abe Chou menegaskan bahwa upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan Indonesia. ”Wisatawan Muslim tidak perlu khawatir. Taiwan berkomitmen menghadirkan pengalaman liburan yang nyaman, aman, dan menyenangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Deputy Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Trust H.J. Lin, Ph.D., menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam strategi pariwisata Taiwan. Menurutnya, pertumbuhan kelas menengah serta meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap perjalanan luar negeri menjadi peluang besar yang terus didorong melalui berbagai kegiatan promosi.
Tidak hanya itu, Delegasi Pariwisata Taiwan juga menggelar Taiwan Tourism Workshop pada 4 Mei di Pullman Jakarta Central Park dan 6 Mei di JW Marriott Hotel Medan. Kegiatan ini melibatkan asosiasi pariwisata, pelaku industri, serta media lokal. Jakarta dan Medan dipilih karena merupakan pusat ekonomi dan pariwisata dengan potensi besar, termasuk untuk mendorong perjalanan insentif perusahaan (incentive travel) ke Taiwan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Taiwan juga mengembangkan lingkungan wisata ramah Muslim. Berbagai upaya dilakukan, seperti penyediaan makanan ramah
Muslim, ruang salat di pusat transportasi dan destinasi wisata, serta fasilitas pendukung lainnya. Langkah ini ditujukan agar wisatawan Indonesia yang mayoritas beragama Islam dapat berwisata ke Taiwan dengan aman dan nyaman.
Abe Chou menegaskan bahwa upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan Indonesia. ”Wisatawan Muslim tidak perlu khawatir. Taiwan berkomitmen menghadirkan pengalaman liburan yang nyaman, aman, dan menyenangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Deputy Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Trust H.J. Lin, Ph.D., menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam strategi pariwisata Taiwan. Menurutnya, pertumbuhan kelas menengah serta meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap perjalanan luar negeri menjadi peluang besar yang terus didorong melalui berbagai kegiatan promosi.
Lihat Juga :