Membangun Kesadaran Siaga Bencana Sejak Bangku Sekolah Dasar

Selasa, 05 Mei 2026 - 14:40 WIB
loading...
Membangun Kesadaran...
Indonesia adalah negara yang rawan bencana, sehingga dibutuhkan penguatan sistem serta pemahaman kesiapsiagaan komprehensif di seluruh lapisan masyarakat. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Indonesia adalah negara yang rawan bencana, sehingga dibutuhkan penguatan sistem serta pemahaman kesiapsiagaan komprehensif di seluruh lapisan masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, TOA Indonesia bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia menghadirkan rangkaian inisiatif kolaboratif bertajuk “When Knowledge Meets Readiness”, yang menyasar 5.000 siswa sekolah dasar di wilayah rawan bencana.

Seremoni kolaborasi ini ditandai dengan peluncuran dua video animasi edukasi siaga bencana di Aula Prof. Dr. Soemantri Brodjonegoro, FMIPA Universitas Indonesia, Depok. Acara dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FMIPA Universitas Indonesia, Prof. Anom Bowolaksono, Ph.D., Presiden Direktur TOA Indonesia, Hendrick Halim, serta Dosen Prodi Geologi & Geofisika FMIPA Universitas Indonesia, Twin Hosea W. Kristyanto, M.T. selaku moderator diskusi.

Kolaborasi ini berangkat dari fakta lapangan akan tingginya tingkat bencana alam di Indonesia. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 4.700 kejadian bencana alam sepanjang 2025. Untuk itu, upaya mitigasi tidak cukup bertumpu pada teknologi semata, tetapi juga membutuhkan kemampuan masyarakat dalam memahami dan menjalankan langkah respons tepat, guna menekan risiko korban.

Menjawab kebutuhan tersebut, TOA Indonesia dan Universitas Indonesia mengembangkan dua video animasi edukasi bertajuk “Aku Harus Apa?”, yang akan disosialisasikan pada 5,000 siswa sekolah dasar di wilayah Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Konten ini mengangkat langkah respons sederhana namun krusial untuk tiga skenario bencana, yakni kebakaran, gempa bumi, dan tsunami.

Pendekatan ini dipilih untuk menempatkan anak-anak sebagai penggerak edukasi sejak dini. Melalui animasi, pesan kesiapsiagaan diharapkan dapat tersampaikan secara lebih efektif, sehingga dapat menjembatani kesenjangan pemahaman yang selama ini terjadi.

Materi video dikembangkan melalui riset kolaboratif bersama para ahli, termasuk referensi dari Research Institute of Disaster Science (IRIDES) di Tohoku University, Jepang, serta observasi lapangan di berbagai daerah lokal.

Brand & Community Manager TOA Indonesia, Clara Dinny Aryanti menyampaikan, “Selama ini, TOA Indonesia dikenal luas untuk penyediaan sistem pengeras suara di rumah ibadah. Namun, lebih dari itu, TOA sebagai perusahaan yang berakar dari Jepang memiliki DNA kuat dalam pengembangan sistem peringatan darurat. Kami meyakini bahwa peran TOA di Indonesia tidak berhenti pada kehadiran perangkat semata, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat diimplementasikan secara optimal, hingga memberikan kontribusi nyata dalam melindungi masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, perangkat TOA sendiri telah digunakan di sejumlah landmark dunia, seperti Stadion Noevir Kobe, Gedung Taipei 101, hingga Lapangan Tenis Wimbledon.

Sejalan dengan visi TOA Indonesia, Dosen Prodi Geologi & Geofisika FMIPA Universitas Indonesia, Asri Oktavioni Indraswari, S.T., M.Sc., D.Phil. mengutarakan, “Literasi kebencanaan di Indonesia masih membutuhkan upaya ekstra dalam hal bagaimana masyarakat menerjemahkan informasi menjadi tindakan. Pertemuan dengan TOA Indonesia dalam forum ilmiah AIWEST telah membuka peluang kolaborasi baru untuk menjawab tantangan ini. Hari ini menjadi kelanjutan dari komitmen yang telah dibangun bersama, dengan harapan dapat menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Selain video animasi, TOA Indonesia juga berkomitmen mendukung implementasi perangkat komunikasi darurat di sekolah-sekolah dasar wilayah rawan bencana. Sistem komunikasi darurat terintegrasi ini membantu penyampaian pesan evakuasi secara cepat dan terkoordinasi, baik di dalam maupun luar ruangan, serta dirancang sebagai bagian dari early warning system untuk mendukung respons yang lebih sigap.

Analis Kebencanaan BNPB, Trevi Jayanti Puspasari turut menanggapi positif, “Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya di lapangan. Akademisi menghadirkan basis ilmiah, sementara industri membawa kapabilitas teknologi dan implementasi,” ujarnya.

Ke depan, TOA Indonesia dan Universitas Indonesia berharap kolaborasi ini dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Melalui sinergi antara riset, edukasi, dan solusi praktis di lapangan, kedua pihak ingin mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan bencana yang lebih kuat dan responsif di Indonesia.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selamat dari Longsor,...
Selamat dari Longsor, Taufik LIDA Ungkap Kondisi Mencekam di Aceh
Praz Teguh Galang Dana...
Praz Teguh Galang Dana Rp1 Miliar untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera-Aceh
Peduli Bencana Sumatera,...
Peduli Bencana Sumatera, Paguyuban Tathya Dharaka Akpol 2005 Salurkan Ribuan Sembako
Mitigasi Kondisi Darurat,...
Mitigasi Kondisi Darurat, Kemenparekraf Susun Pedoman Pengembangan Destinasi Wisata Aman Bencana
6 Film Korea tentang...
6 Film Korea tentang Bencana, yang Terakhir Terinspirasi dari Tsunami Aceh
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Tangki Bahan Kimia Bocor...
Tangki Bahan Kimia Bocor di California, 40.000 Warga Terpaksa Mengungsi
Meksiko Akan Tenggelam...
Meksiko Akan Tenggelam Lebih Cepat Dibanding Negara Lain di Dunia
Rekomendasi
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Kasus Izin Tinggal WNA,...
Kasus Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
Berita Terkini
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang PK Hari Ini, Bakal Hadir di PN Jaksel?
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Kunci Tidur Nyenyak...
Kunci Tidur Nyenyak Bukan Cuma Durasi, Tapi Juga Soal Tempat Tidur yang Pas!
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved