Kenduri di Papua Ringankan Beban Pangan Komunitas Muslim Minoritas di Kampung Rufei
Selasa, 05 Mei 2026 - 11:38 WIB
loading...
Akses terhadap pangan bergizi masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat di Papua, terutama bagi komunitas Muslim minoritas. Foto/MyFundAction
A
A
A
PAPUA - Akses terhadap pangan bergizi masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat di Papua, terutama bagi komunitas Muslim minoritas yang tinggal di wilayah dengan harga bahan pokok tinggi. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan program Kenduri yang digelar di Kampung Rufei, Kota Sorong, Papua, pada Sabtu, 18 April 2026, dengan menyasar 200 penerima manfaat dari sekitar 50 kepala keluarga.
Program ini menghadirkan hidangan utama berbahan daging sapi yang jarang dinikmati warga setempat karena keterbatasan ekonomi dan tingginya harga daging di wilayah Papua.
Selain sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kebersamaan bagi komunitas Muslim yang selama ini hidup dalam kondisi sosial-ekonomi yang rentan.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyiapkan paket nasi lengkap yang terdiri dari nasi, daging kecap, papeda, serta tuna kuah kuning. Proses memasak dilakukan secara gotong royong bersama warga, melibatkan berbagai kelompok usia mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Program Kenduri ini dilaksanakan dengan tujuan meringankan beban kebutuhan makanan masyarakat, memperkuat hubungan komunitas, serta meningkatkan semangat warga agar merasa dihargai dan diperhatikan.
Di wilayah tersebut, konsumsi daging sapi bukan hal yang mudah diwujudkan, bahkan sebagian warga menyebut terakhir kali menikmati daging sapi terjadi sekitar tiga tahun lalu.
Program ini menghadirkan hidangan utama berbahan daging sapi yang jarang dinikmati warga setempat karena keterbatasan ekonomi dan tingginya harga daging di wilayah Papua.
Selain sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kebersamaan bagi komunitas Muslim yang selama ini hidup dalam kondisi sosial-ekonomi yang rentan.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyiapkan paket nasi lengkap yang terdiri dari nasi, daging kecap, papeda, serta tuna kuah kuning. Proses memasak dilakukan secara gotong royong bersama warga, melibatkan berbagai kelompok usia mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Program Kenduri ini dilaksanakan dengan tujuan meringankan beban kebutuhan makanan masyarakat, memperkuat hubungan komunitas, serta meningkatkan semangat warga agar merasa dihargai dan diperhatikan.
Di wilayah tersebut, konsumsi daging sapi bukan hal yang mudah diwujudkan, bahkan sebagian warga menyebut terakhir kali menikmati daging sapi terjadi sekitar tiga tahun lalu.
Lihat Juga :