Teknologi AI Permudah Produksi Konten, Jurnalis SINDOnews Soroti Tren One Man Factory
Kamis, 07 Mei 2026 - 10:51 WIB
loading...
Jurnalis SINDOnews.com Danang Arradian menjadi salah satu pembicara (tengah) di iNews Media Group Campus Connect (ICC) Unsoed. Foto/Mei Sada.
A
A
A
PURWOKERTO - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini dinilai telah mengubah cara kerja industri media dan konten digital.
Hal ini disampaikan jurnalis SINDOnews.com Danang Arradian atau yang akrab disapa Cak Dan ini di iNews Media Group Campus Connect (ICC) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto hari kedua pada Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Apresiasi Gelaran iNews Campus Connect di Unsoed, Bupati Banyumas Tekankan Pentingnya Pengalaman bagi Mahasiswa
Antusiasme mahasiswa Unsoed terhadap iNews Media Group Campus Connect (ICC) masih terasa tinggi di hari kedua pelaksanaan acara pada Kamis (7/5/2026). Tampak pada pukul 09.00 pagi, mahasiswa sudah mulai memadati area Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed.
Mereka antusias untuk mengikuti program Autotech yang digelar di Auditorium Gedung Lab Terpadu Unsoed.
Dalam kesempatan tersebut, Danang membahas soal bagaimana generasi muda kini semakin akrab dengan teknologi AI seperti Gemini hingga ChatGPT.
Baca juga: Mahasiswa Antusias Berlatih Jadi Reporter di Booth iReporter ICC Unsoed
“Ini menandakan Gen Z sudah open banget sama teknologi,” ujarnya.
Menurutnya, AI kini bukan hanya tren, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Apalagi masyarakat kini hampir seluruhnya sudah menggunakan smartphone.
Danang menjelaskan, perkembangan teknologi ponsel saat ini mulai berkembang lebih canggih yaitu teknologi agentic AI. Berbeda dengan AI berbasis prompt biasa, agentic AI ini mampu menjalankan beberapa tugas sekaligus hanya dari satu perintah (prompt) pengguna.
“Kita bisa bilang ‘tolong pesankan ojek online’, nanti smartphone-nya langsung melakukan sendiri,” jelasnya.
Karena perkembangan teknologi ini, Cak Dan menyebut masyarakat mau tak mau harus terus beradaptasi dengan teknologi terbaru. Tak hanya di kehidupan sehari-hari, AI juga disebut membawa perubahan besar dalam dunia jurnalistik dan industri kreatif.
Jika sebelumnya pekerjaan membutuhkan banyak orang, kini pekerjaan bisa dilakukan oleh satu individu dengan bantuan AI. Hal ini juga dikenal dengan sebutan "one man factory".
“Sekarang semuanya bisa dilakukan one-man factory,” katanya.
Cak Dan mencontohkan ketika proses produksi konten yang dulunya membutuhkan wartawan, editor video, desainer grafis, hingga penulis naskah, kini dapat dirangkum lewat berbagai tools AI. Mulai dari membuat ide, menyusun skrip, hingga editing visual disebut menjadi jauh lebih praktis dan cepat.
“Barrier untuk belajar sekarang sangat minim. Semua sudah terjangkau dari sentuhan layar handphone,” ujarnya.
Hal ini disampaikan jurnalis SINDOnews.com Danang Arradian atau yang akrab disapa Cak Dan ini di iNews Media Group Campus Connect (ICC) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto hari kedua pada Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Apresiasi Gelaran iNews Campus Connect di Unsoed, Bupati Banyumas Tekankan Pentingnya Pengalaman bagi Mahasiswa
Antusiasme mahasiswa Unsoed terhadap iNews Media Group Campus Connect (ICC) masih terasa tinggi di hari kedua pelaksanaan acara pada Kamis (7/5/2026). Tampak pada pukul 09.00 pagi, mahasiswa sudah mulai memadati area Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed.
Mereka antusias untuk mengikuti program Autotech yang digelar di Auditorium Gedung Lab Terpadu Unsoed.
Dalam kesempatan tersebut, Danang membahas soal bagaimana generasi muda kini semakin akrab dengan teknologi AI seperti Gemini hingga ChatGPT.
Baca juga: Mahasiswa Antusias Berlatih Jadi Reporter di Booth iReporter ICC Unsoed
“Ini menandakan Gen Z sudah open banget sama teknologi,” ujarnya.
Menurutnya, AI kini bukan hanya tren, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Apalagi masyarakat kini hampir seluruhnya sudah menggunakan smartphone.
Danang menjelaskan, perkembangan teknologi ponsel saat ini mulai berkembang lebih canggih yaitu teknologi agentic AI. Berbeda dengan AI berbasis prompt biasa, agentic AI ini mampu menjalankan beberapa tugas sekaligus hanya dari satu perintah (prompt) pengguna.
“Kita bisa bilang ‘tolong pesankan ojek online’, nanti smartphone-nya langsung melakukan sendiri,” jelasnya.
Karena perkembangan teknologi ini, Cak Dan menyebut masyarakat mau tak mau harus terus beradaptasi dengan teknologi terbaru. Tak hanya di kehidupan sehari-hari, AI juga disebut membawa perubahan besar dalam dunia jurnalistik dan industri kreatif.
Jika sebelumnya pekerjaan membutuhkan banyak orang, kini pekerjaan bisa dilakukan oleh satu individu dengan bantuan AI. Hal ini juga dikenal dengan sebutan "one man factory".
“Sekarang semuanya bisa dilakukan one-man factory,” katanya.
Cak Dan mencontohkan ketika proses produksi konten yang dulunya membutuhkan wartawan, editor video, desainer grafis, hingga penulis naskah, kini dapat dirangkum lewat berbagai tools AI. Mulai dari membuat ide, menyusun skrip, hingga editing visual disebut menjadi jauh lebih praktis dan cepat.
“Barrier untuk belajar sekarang sangat minim. Semua sudah terjangkau dari sentuhan layar handphone,” ujarnya.
(nnz)
Lihat Juga :