Serangan Jantung Ancam Usia Produktif, Siloam Siapkan Sistem Penanganan Terintegrasi
Kamis, 07 Mei 2026 - 15:37 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Hati-Hati! Cuaca Dingin Suhu Bisa Picu Serangan Jantung
Layanan ini diperkuat dengan prinsip “time is muscle” (semakin cepat aliran darah dipulihkan, semakin banyak otot jantung terselamatkan).
Dr. Grace Frelita M.M, Chief Medical Officer Siloam International Hospitals menjelaskan, pada pasien dengan serangan jantung, tindakan langsung dapat dilakukan di cath-lab jika fasilitas dan tim sudah siap.
Dengan begitu penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat, idealnya sesuai dengan Door-to-Balloon Standard yaitu kurang dari 90 menit sejak pasien pertama ditangani
"Tindakan yang kami lakukan adalah dengan PCI (Percutaneous Coronary Intervention) di Cath Lab sebagai prosedur non-bedah untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah jantung menggunakan kateter yang dilengkapi balon dan stent (ring)," ujar Grace Frelita dalam keterangan tertulis.
Tindakan ini, lanjut di, bertujuan untuk segera mengembalikan aliran darah ke otot jantung yang terhambat. Hal tersebut dapat mengurangi kerusakan jaringan jantung, meredakan gejala seperti nyeri dada, serta secara signifikan meningkatkan peluang keselamatan dan pemulihan pasien.
Layanan ini diperkuat dengan prinsip “time is muscle” (semakin cepat aliran darah dipulihkan, semakin banyak otot jantung terselamatkan).
Dr. Grace Frelita M.M, Chief Medical Officer Siloam International Hospitals menjelaskan, pada pasien dengan serangan jantung, tindakan langsung dapat dilakukan di cath-lab jika fasilitas dan tim sudah siap.
Dengan begitu penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat, idealnya sesuai dengan Door-to-Balloon Standard yaitu kurang dari 90 menit sejak pasien pertama ditangani
"Tindakan yang kami lakukan adalah dengan PCI (Percutaneous Coronary Intervention) di Cath Lab sebagai prosedur non-bedah untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah jantung menggunakan kateter yang dilengkapi balon dan stent (ring)," ujar Grace Frelita dalam keterangan tertulis.
Tindakan ini, lanjut di, bertujuan untuk segera mengembalikan aliran darah ke otot jantung yang terhambat. Hal tersebut dapat mengurangi kerusakan jaringan jantung, meredakan gejala seperti nyeri dada, serta secara signifikan meningkatkan peluang keselamatan dan pemulihan pasien.
Lihat Juga :