Pasien RI di Malaysia Tembus 300 Ribu: Apa Rahasianya?
Jum'at, 08 Mei 2026 - 20:47 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan berbagai data dan perkembangan terkini, jumlah warga Indonesia yang menjalani pengobatan di luar negeri, khususnya ke Malaysia dan Singapura, diperkirakan mencapai 1 hingga 2 juta orang per tahun.
Tingginya angka tersebut turut berdampak pada potensi devisa negara yang keluar. Nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp160 triliun hingga Rp180 triliun setiap tahun.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI menjadikan kondisi ini sebagai bahan evaluasi besar terhadap sistem layanan kesehatan nasional.
Di sisi lain, pengamat kesehatan menilai keputusan masyarakat berobat ke luar negeri tidak semata dipengaruhi teknologi medis.
Faktor kepercayaan terhadap kualitas diagnosis dan penanganan penyakit berat juga menjadi alasan utama.
Selain itu, aspek pelayanan dinilai turut memengaruhi kenyamanan pasien. Rumah sakit di negara tetangga dianggap lebih komunikatif, ramah, dan memiliki birokrasi yang lebih sederhana sehingga pasien merasa lebih nyaman selama menjalani pengobatan.
Kecepatan layanan juga menjadi sorotan. Untuk beberapa kasus penyakit serius seperti kanker, antrean tindakan medis di Indonesia dinilai masih relatif panjang dibandingkan rumah sakit di luar negeri.
Tingginya angka tersebut turut berdampak pada potensi devisa negara yang keluar. Nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp160 triliun hingga Rp180 triliun setiap tahun.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI menjadikan kondisi ini sebagai bahan evaluasi besar terhadap sistem layanan kesehatan nasional.
Di sisi lain, pengamat kesehatan menilai keputusan masyarakat berobat ke luar negeri tidak semata dipengaruhi teknologi medis.
Faktor kepercayaan terhadap kualitas diagnosis dan penanganan penyakit berat juga menjadi alasan utama.
Selain itu, aspek pelayanan dinilai turut memengaruhi kenyamanan pasien. Rumah sakit di negara tetangga dianggap lebih komunikatif, ramah, dan memiliki birokrasi yang lebih sederhana sehingga pasien merasa lebih nyaman selama menjalani pengobatan.
Kecepatan layanan juga menjadi sorotan. Untuk beberapa kasus penyakit serius seperti kanker, antrean tindakan medis di Indonesia dinilai masih relatif panjang dibandingkan rumah sakit di luar negeri.
(unt)
Lihat Juga :