Pasien RI di Malaysia Tembus 300 Ribu: Apa Rahasianya?
Jum'at, 08 Mei 2026 - 20:47 WIB
loading...
A
A
A
Tren tersebut disebut terus meningkat seiring bertambahnya masyarakat yang mencari layanan kesehatan spesialis dan opini medis tambahan untuk penyakit tertentu.
Khairul menuturkan, pihaknya terus melakukan penyesuaian layanan agar lebih nyaman bagi pasien Indonesia.
Salah satunya melalui kehadiran international patient center di sejumlah rumah sakit. Fasilitas tersebut menyediakan staf berbahasa Indonesia, bantuan administrasi, hingga pendampingan selama proses pengobatan berlangsung.
Country Manager IHH Malaysia Indoteam, dr Candrati Sukardji mengatakan, layanan itu dihadirkan agar pasien merasa lebih tenang dan terbantu selama menjalani perawatan.
Baca juga: Program Medical Tourism Surabaya Resmi Meluncur, Tawarkan Layanan Kesehatan Internasional Terpadu
"Mayoritas pasien Indonesia yang datang ke Malaysia disebut mencari layanan second opinion untuk kasus seperti kanker, penyakit jantung, gangguan tulang dan sendi, hingga penyakit autoimun dan pencernaan," katanya.
Selain itu, dukungan perusahaan asuransi kesehatan yang mulai menanggung biaya pengobatan di Malaysia turut mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan internasional.
Fenomena masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri masih menjadi perhatian serius pemerintah hingga 2026.
Khairul menuturkan, pihaknya terus melakukan penyesuaian layanan agar lebih nyaman bagi pasien Indonesia.
Salah satunya melalui kehadiran international patient center di sejumlah rumah sakit. Fasilitas tersebut menyediakan staf berbahasa Indonesia, bantuan administrasi, hingga pendampingan selama proses pengobatan berlangsung.
Country Manager IHH Malaysia Indoteam, dr Candrati Sukardji mengatakan, layanan itu dihadirkan agar pasien merasa lebih tenang dan terbantu selama menjalani perawatan.
Baca juga: Program Medical Tourism Surabaya Resmi Meluncur, Tawarkan Layanan Kesehatan Internasional Terpadu
"Mayoritas pasien Indonesia yang datang ke Malaysia disebut mencari layanan second opinion untuk kasus seperti kanker, penyakit jantung, gangguan tulang dan sendi, hingga penyakit autoimun dan pencernaan," katanya.
Selain itu, dukungan perusahaan asuransi kesehatan yang mulai menanggung biaya pengobatan di Malaysia turut mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan internasional.
Fenomena masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri masih menjadi perhatian serius pemerintah hingga 2026.
Lihat Juga :