Padukan Cita Rasa Padang dan Jawa, Ambo Jowo Resmi Dibuka di Jakarta Pusat
Senin, 11 Mei 2026 - 06:26 WIB
loading...
Restoran Ambo Jowo resmi dibuka di Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2026). Restoran milik Farid dan Diny ini menawarkan konsep unik dengan memadukan masakan Padang dan Jawa dalam satu tempat. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Restoran Ambo Jowo resmi dibuka di Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2026). Restoran milik Farid dan Diny ini menawarkan konsep unik dengan memadukan masakan Padang dan Jawa dalam satu tempat.
Grand opening tersebut menjadi penanda dimulainya operasional penuh restoran yang mengusung cita rasa rumahan dari dua budaya kuliner besar di Indonesia. “Jadi kebetulan memang hari ini adalah hari di mana kita buka secara grand opening restoran kita bernama Rumah Makan Ambo Jowo,” kata Farid. Lihat grafis: 10 Masakan Terbaik di Dunia, Makanan Indonesia Posisi 7
Ia mengeklaim Ambo Jowo sebagai rumah makan Padang-Jawa pertama di Jakarta. Menurutnya, konsep ini lahir dari keinginannya menghadirkan makanan kampung bagi para perantau yang tinggal dan bekerja di ibu kota.
Farid menjelaskan, masakan Padang yang disajikan di Ambo Jowo berbeda dari rumah makan Padang pada umumnya. Menu yang dihadirkan merupakan hidangan khas kampung yang biasanya hanya muncul dalam acara adat, pernikahan, atau pertemuan keluarga di Sumatera Barat.
“Masakan Padang yang kami sajikan di sini bukan yang biasa ditemukan di rumah makan Padang pada umumnya. Ada menu-menu yang biasanya hanya keluar saat upacara adat atau acara keluarga,” ujarnya.
Sejumlah menu khas Padang yang ditawarkan antara lain Sambal Lado Uwo, Dendeng Baraci, Cangkuak, serta ayam bakar berbumbu khas. Sementara dari menu Jawa tersedia garang asam ayam bambu, botok udang, dan pecel sayur komplit dengan ragam sayuran tradisional.
“Saya pendatang dari Semarang di Jakarta. Saya suka makanan kampung dan agak susah menemukan makanan rumah di Jakarta. Makanya saya ingin orang-orang yang merantau bisa makan masakan rumah mereka di sini,” kata Diny.
Menurut Diny, seluruh menu di Ambo Jowo menggunakan resep keluarga yang diwariskan turun-temurun, baik dari keluarga Jawa maupun Padang. “Kebetulan semua resep kami, baik Jawa ataupun Padang, adalah resep keluarga. Jadi, yang kami bawa adalah makanan-makanan yang biasa kami makan di rumah bersama orang tua dan nenek dahulu,” ujarnya.
Dari sisi pelayanan, pengunjung dapat langsung memilih lauk yang diinginkan dengan konsep “tinggal tunjuk”. Dalam satu piring, pelanggan dapat mencampur menu Padang dan Jawa sesuai selera.
Farid mengatakan, lokasi restoran yang berada di kawasan dekat Monumen Nasional membuat Ambo Jowo menyasar pegawai instansi pemerintah, generasi muda, hingga wisatawan mancanegara yang ingin mencicipi kuliner tradisional Indonesia. Selama masa soft opening sejak 2 Mei 2026, respons masyarakat disebut sangat positif. Baca juga: Mengapa Makanan Khas Jawa Tengah Identik dengan Manis? Begini Sejarahnya
Bahkan, sekitar 70% pengunjung merupakan wisatawan asing dari Jepang, Korea Selatan, dan China. “Alhamdulillah, selama soft opening kebanyakan justru turis yang datang. Selama satu minggu terakhir, sekitar 70 persen pengunjung adalah wisatawan asing,” tutur Farid.
Rumah Makan Ambo Jowo memiliki kapasitas hingga 76 orang dan juga dapat disewa untuk acara seperti pertunangan, pernikahan intim, hingga kegiatan kantor. Harga menu ditawarkan mulai dari Rp5.000 hingga Rp99.000, serta tersedia melalui layanan pemesanan daring. Farid menambahkan, pihaknya menargetkan ekspansi ke berbagai wilayah Jakarta dan membuka peluang kolaborasi bagi investor yang tertarik mengembangkan konsep kuliner Padang-Jawa tersebut.
Grand opening tersebut menjadi penanda dimulainya operasional penuh restoran yang mengusung cita rasa rumahan dari dua budaya kuliner besar di Indonesia. “Jadi kebetulan memang hari ini adalah hari di mana kita buka secara grand opening restoran kita bernama Rumah Makan Ambo Jowo,” kata Farid. Lihat grafis: 10 Masakan Terbaik di Dunia, Makanan Indonesia Posisi 7
Ia mengeklaim Ambo Jowo sebagai rumah makan Padang-Jawa pertama di Jakarta. Menurutnya, konsep ini lahir dari keinginannya menghadirkan makanan kampung bagi para perantau yang tinggal dan bekerja di ibu kota.
Farid menjelaskan, masakan Padang yang disajikan di Ambo Jowo berbeda dari rumah makan Padang pada umumnya. Menu yang dihadirkan merupakan hidangan khas kampung yang biasanya hanya muncul dalam acara adat, pernikahan, atau pertemuan keluarga di Sumatera Barat.
“Masakan Padang yang kami sajikan di sini bukan yang biasa ditemukan di rumah makan Padang pada umumnya. Ada menu-menu yang biasanya hanya keluar saat upacara adat atau acara keluarga,” ujarnya.
Sejumlah menu khas Padang yang ditawarkan antara lain Sambal Lado Uwo, Dendeng Baraci, Cangkuak, serta ayam bakar berbumbu khas. Sementara dari menu Jawa tersedia garang asam ayam bambu, botok udang, dan pecel sayur komplit dengan ragam sayuran tradisional.
“Saya pendatang dari Semarang di Jakarta. Saya suka makanan kampung dan agak susah menemukan makanan rumah di Jakarta. Makanya saya ingin orang-orang yang merantau bisa makan masakan rumah mereka di sini,” kata Diny.
Menurut Diny, seluruh menu di Ambo Jowo menggunakan resep keluarga yang diwariskan turun-temurun, baik dari keluarga Jawa maupun Padang. “Kebetulan semua resep kami, baik Jawa ataupun Padang, adalah resep keluarga. Jadi, yang kami bawa adalah makanan-makanan yang biasa kami makan di rumah bersama orang tua dan nenek dahulu,” ujarnya.
Dari sisi pelayanan, pengunjung dapat langsung memilih lauk yang diinginkan dengan konsep “tinggal tunjuk”. Dalam satu piring, pelanggan dapat mencampur menu Padang dan Jawa sesuai selera.
Farid mengatakan, lokasi restoran yang berada di kawasan dekat Monumen Nasional membuat Ambo Jowo menyasar pegawai instansi pemerintah, generasi muda, hingga wisatawan mancanegara yang ingin mencicipi kuliner tradisional Indonesia. Selama masa soft opening sejak 2 Mei 2026, respons masyarakat disebut sangat positif. Baca juga: Mengapa Makanan Khas Jawa Tengah Identik dengan Manis? Begini Sejarahnya
Bahkan, sekitar 70% pengunjung merupakan wisatawan asing dari Jepang, Korea Selatan, dan China. “Alhamdulillah, selama soft opening kebanyakan justru turis yang datang. Selama satu minggu terakhir, sekitar 70 persen pengunjung adalah wisatawan asing,” tutur Farid.
Rumah Makan Ambo Jowo memiliki kapasitas hingga 76 orang dan juga dapat disewa untuk acara seperti pertunangan, pernikahan intim, hingga kegiatan kantor. Harga menu ditawarkan mulai dari Rp5.000 hingga Rp99.000, serta tersedia melalui layanan pemesanan daring. Farid menambahkan, pihaknya menargetkan ekspansi ke berbagai wilayah Jakarta dan membuka peluang kolaborasi bagi investor yang tertarik mengembangkan konsep kuliner Padang-Jawa tersebut.
(poe)
Lihat Juga :