Waspada Malaria Monyet, Kasus Meningkat di Malaysia dan Muncul di Aceh

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:00 WIB
loading...
Waspada Malaria Monyet,...
Malaria Knolesi atau Malaria Monyet sudah terdeteksi di Aceh. Foto: Healthday
A A A
JAKARTA - Penyakit Malaria Knowlesi atau Malaria Monyet saat ini kembali menjadi perhatian dunia kesehatan setelah kasusnya kembali meningkat di Malaysia dengan 357 kasus dan satu kematian. Bahkan kasus di Indonesia sendiri saat ini sudah muncul di Aceh dengan penanganan yang cukup terkendali.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis dalam media briefing “Mengenal Monkey Malaria” secara daring mengatakan bahwa, Malaria Knowlesi sendiri merupakan penyakit malaria yang disebabkan oleh parasit plasmodium knowlesi yang menginfeksi monyet dan tertular kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit tersebut dari monyet.

Ia menjelaskan bahwa penularan dari penyakit ini biasanya terjadi di wilayah yang dekat dengan hutan atau di lingkungan masyarakat yang terbiasa masuk ke dalam hutan.

Baca Juga : IKN Disebut Sarang Malaria, Kenali Gejalanya agar Tak Berujung Fatal

“Terkadang monyet ini tidak meninggalkan habitatnya atau tidak meninggalkan hutan, mungkin sesekali saja keluar dari tempat hutan, masuk ke tempat perkebunan. Namun nyamuk lah yang bersirkulasi atau berdistribusi di daerah hutan dan juga di pinggir hutan, sehingga setelah menggigit kera yang terinfeksi, dia beresiko untuk menggigit individu yang mungkin melakukan perjalanan ke dalam hutan, ataupun di pinggiran hutan, bahkan sampai ke desa tadi,” jelas dr. Inke, Rabu (13/5/2026).

Meski demikian, ia menyebut bahwa hanya jenis nyamuk tertentu seperti Anopheles yang bisa membawa atau mendistribusikan penularan virus tersebut dari monyet kepada manusia. Terlebih, pola penularan hanya bisa terjadi jika ketiga faktor yaitu monyet, nyamuk dan manusia berada dalam satu lingkungan.

“Jadi ketiga hal ini yang menyebabkan terjadinya ada infeksi pada manusia. Tidak bisa ada nyamuknya dan ada manusia, tetapi nyamuknya tidak ada, tentu tidak akan terjadi penularan. Ataupun jika misalnya di hutan hanya ada monyet dan nyamuk, nah kemudian tidak ada penularan kepada manusia,” ucap dia.

Baca Juga : Ini Cara Mencegah dan Mengendalikan Penyebaran Malaria dari Guru Besar Esa Unggul

Beberapa gejala yang terjadi saat manusia terkena Malaria Knowlesi ini belum bisa dibedakan dengan jenis malaria lainnya. Gejala diantaranya adalah demam dengan siklus tertentu atau naik turun, menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, lemas, mual muntah disertai batuk dan nyeri perut. Bahkan gejala-gejala itu bisa menyebabkan sesuatu yang lebih parah karena siklus dari parasit yang cepat.

“Karena yang saya sampaikan tadi, siklus hidupnya itu sangat cepat, maka dia dengan cepat dapat menambah jumlah parasit di dalam tubuh sehingga infeksi bisa dengan cepat menjadi berat. Nah tanda-tandanya ialah trombosit yang turun dengan cepat bisa menjadi sesak nafas, bisa gagal ginjal, bisa menjadi kuning, sampai terjadi kesadaran menurun,” tutur dr. Inke.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena obat dari Malaria Knowlesi sudah ada dan obat tersebut sama dengan penyakit malaria lainnya yaitu Artemisinin-based Combination Therapy. Namun penanganan terhadap seseorang yang terjangkit penyakit ini harus cepat agar tidak terjadi infeksi berat.

“Tetapi tentunya ini harus segera ditangani, lebih baik ketika terjadi diagnosis, maka pemberian obat itu diberikan dalam 48 jam untuk mencegah jangan sampai terjadinya infeksi yang berat tadi,” tambah dia.

Bahkan, tidak disarankan untuk memberikan obat secara mandiri seperti antibiotik. Sebab, penyakit malaria hanya bisa diobati dengan obat anti malaria.

“Dan tentunya perlu menghindari pemberian obat pengobatan sendiri, termasuk dengan pemberian antibiotik, karena untuk infeksi malaria tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik, harus dengan antimalaria,” pungkas dr. Inke.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hepatitis B Kronis Tak...
Hepatitis B Kronis Tak Bisa Sembuh Total, Penderita Harus Minum Obat Seumur Hidup
Menkes Pastikan Pasien...
Menkes Pastikan Pasien Hantavirus di Indonesia Sudah Pulang dan Tidak Menular
Jangan Tutup Batuk dengan...
Jangan Tutup Batuk dengan Telapak Tangan, Ini Bahayanya!
Menkes Budi Gunadi:...
Menkes Budi Gunadi: Setiap 4 Menit Satu Orang Indonesia Meninggal karena TBC
WHO Umumkan Darurat...
WHO Umumkan Darurat Ebola Global, Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus di Indonesia
Malaria Monyet Terdeteksi...
Malaria Monyet Terdeteksi di Aceh! Yuk Kenali Gejala dan Pola Penularannya
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Wabah Hantavirus Juga...
Wabah Hantavirus Juga Sampai Israel, 1 Orang Terinfeksi
Terima Notifikasi Kasus...
Terima Notifikasi Kasus Campak dari Australia, Kemenkes: Pasien Punya Riwayat Perjalanan di Indonesia
Rekomendasi
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Skoda Kodiaq RS 6 Habis...
Skoda Kodiaq RS 6 Habis Terjual dalam Waktu 6 Menit, Apa Keistimewaanya
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Berita Terkini
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang PK Hari Ini, Bakal Hadir di PN Jaksel?
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Kunci Tidur Nyenyak...
Kunci Tidur Nyenyak Bukan Cuma Durasi, Tapi Juga Soal Tempat Tidur yang Pas!
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved