Masa Depan Pariwisata Asia Pacific Ditentukan Kemampuan Membaca Perubahan Wisatawan

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:39 WIB
loading...
A A A
Dalam salah satu sesi yang dibawakan perusahaan travel marketing technology Sojern, terungkap bahwa destination marketing kini tengah mengalami pergeseran besar. Perubahan tersebut dipengaruhi ekspektasi wisatawan yang semakin terfragmentasi, perkembangan artificial intelligence (AI) yang mengubah cara wisatawan mencari inspirasi hingga melakukan booking, serta kompetisi antardestinasi yang semakin luas.

Bahkan dalam laporan State of Destination Marketing 2026, Sojern menyoroti bahwa para destination marketer (orang atau lembaga yang menjalankan promosi) kini menghadapi tekanan lebih besar untuk mampu menunjukkan dampak yang terukur atas strategi pemasaran yang dijalankan.

Indonesia dinilai punya modal kuat

Bagi Indonesia, insight tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi industri pariwisata nasional saat ini. Dengan capaian 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025, 1,20 miliar perjalanan wisatawan nusantara, serta momentum 1,09 juta kunjungan wisman pada Maret 2026, Indonesia dinilai telah memiliki fondasi pasar yang kuat.

“Tantangan Indonesia saat ini bukan hanya mendatangkan wisatawan, tetapi bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi kualitas pengalaman yang lebih autentik, digital-ready, berkelanjutan, inklusif, dan bernilai tinggi, baik bagi wisatawan asing maupun domestik,” katanya.

Menurutnya, perubahan perilaku wisatawan global juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat positioning pariwisata berbasis pengalaman, budaya, keberlanjutan, serta konektivitas digital yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan wisatawan masa kini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Tren Perjalanan yang...
5 Tren Perjalanan yang Mengubah Cara Wisatawan Merencanakan Liburan
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Festival Perahu Naga...
Festival Perahu Naga Bakal Meriahkan Lagi Puncak Liburan Musim Panas di Hong Kong
Bukit Peramun Bidik...
Bukit Peramun Bidik Pasar Wisatawan Singapura dan Malaysia
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Konflik Timur Tengah...
Konflik Timur Tengah Ancam Pariwisata RI, Kemenpar Buka Pasar Baru di Asia dan Oceania
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
MNC University dan Pemkab...
MNC University dan Pemkab Kotabaru Perkuat Kolaborasi, Luncurkan Aplikasi OPPKPKE dan Bahas Pengembangan Pariwisata
Rekomendasi
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Ford dan Apple Bergabung...
Ford dan Apple Bergabung Bangun Teknologi Otomotif Cerdas
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Berita Terkini
Ini Tips Memilih Tumbler...
Ini Tips Memilih Tumbler sesuai Kebutuhan, dari Ngopi hingga Traveling
Marvel Umumkan Ryan...
Marvel Umumkan Ryan Gosling Jadi Ghost Rider, David Jonsson Black Panther Baru
Microdrama AI Makin...
Microdrama AI Makin Populer, Ini Rekomendasi Tontonan Seru di V+Short
Jalan Film Indonesia...
Jalan Film Indonesia Menuju Oscar makin Terbuka, Kementerian Kebudayaan Dukung Balinale
Sukses Raih Best Creator...
Sukses Raih Best Creator Affiliate Tiktok 2025, Ini Strategi Yogi Firdaus Bikin Konten Review
Indonesia Fashion Week...
Indonesia Fashion Week 2026, Angkat Budaya dan Industri Kreatif Indonesia
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved