Produk Herbal Lokal Mulai Menembus Pasar Internasional
Jum'at, 15 Mei 2026 - 17:09 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah proses tersebut, perusahaan mulai menunjukkan pertumbuhan pasar yang cukup positif. Selain memperluas jaringan distribusi nasional, produk Sanga Sanga juga telah memperoleh izin CPNP atau izin edar di Eropa, yang menandakan produk telah memenuhi regulasi kosmetik Uni Eropa. Sanga Sanga juga mencatat langkah penting di level internasional melalui partisipasi sebagai delegasi Indonesia dalam forum WIPO (World Intellectual Property Organization) General Assembly 2025 di Jenewa, Swis.
Kehadiran tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam membawa brand herbal Indonesia ke panggung global sekaligus memperkuat kesadaran pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual bagi karya dan inovasi anak bangsa.
Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu contoh bagaimana produk herbal lokal mulai mencoba memperluas peluang di pasar internasional. Kementerian Perdagangan sendiri mencatat program business matching UMKM Indonesia pada semester pertama 2025 berhasil mencatat potensi transaksi ekspor mencapai Rp1,41 triliun. Sementara itu, menurut Kemendag sampai dengan Juni 2025 lalu sebanyak 609 UMKM telah menembus pasar ekspor.
Perjalanan berbagai brand herbal lokal saat ini menunjukkan bahwa industri berbasis bahan alami masih memiliki ruang tumbuh yang besar. Namun di saat yang sama, pelaku usaha juga dituntut semakin adaptif dalam menghadapi perubahan pasar, penguatan regulasi, serta meningkatnya standar kualitas di tingkat nasional maupun global.
Selain penguatan pasar, perusahaan juga terus memperluas inovasi produk. Dalam momentum perayaan dua tahunnya di Bali, Sanga Sanga memperkenalkan produk terbaru bernama Sanga Sanga Gatalin yang diformulasikan untuk membantu mengatasi keluhan gatal-gatal dan membantu menjaga kesehatan kulit.
Sementara itu, Founder PT Kutus Kutus Herbal, Bambang Pranoto, menilai perkembangan industri herbal Indonesia saat ini membuka peluang besar bagi karya lokal untuk berkembang lebih luas, selama kualitas dan kepercayaan masyarakat tetap dijaga. “Indonesia memiliki kekayaan bahan alami dan budaya herbal yang sangat besar. Tantangannya sekarang adalah bagaimana produk lokal bisa terus berkembang, dipercaya, dan mampu bersaing secara sehat di pasar yang semakin luas,” tegas Bambang.
Kehadiran tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam membawa brand herbal Indonesia ke panggung global sekaligus memperkuat kesadaran pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual bagi karya dan inovasi anak bangsa.
Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu contoh bagaimana produk herbal lokal mulai mencoba memperluas peluang di pasar internasional. Kementerian Perdagangan sendiri mencatat program business matching UMKM Indonesia pada semester pertama 2025 berhasil mencatat potensi transaksi ekspor mencapai Rp1,41 triliun. Sementara itu, menurut Kemendag sampai dengan Juni 2025 lalu sebanyak 609 UMKM telah menembus pasar ekspor.
Perjalanan berbagai brand herbal lokal saat ini menunjukkan bahwa industri berbasis bahan alami masih memiliki ruang tumbuh yang besar. Namun di saat yang sama, pelaku usaha juga dituntut semakin adaptif dalam menghadapi perubahan pasar, penguatan regulasi, serta meningkatnya standar kualitas di tingkat nasional maupun global.
Selain penguatan pasar, perusahaan juga terus memperluas inovasi produk. Dalam momentum perayaan dua tahunnya di Bali, Sanga Sanga memperkenalkan produk terbaru bernama Sanga Sanga Gatalin yang diformulasikan untuk membantu mengatasi keluhan gatal-gatal dan membantu menjaga kesehatan kulit.
Sementara itu, Founder PT Kutus Kutus Herbal, Bambang Pranoto, menilai perkembangan industri herbal Indonesia saat ini membuka peluang besar bagi karya lokal untuk berkembang lebih luas, selama kualitas dan kepercayaan masyarakat tetap dijaga. “Indonesia memiliki kekayaan bahan alami dan budaya herbal yang sangat besar. Tantangannya sekarang adalah bagaimana produk lokal bisa terus berkembang, dipercaya, dan mampu bersaing secara sehat di pasar yang semakin luas,” tegas Bambang.
Lihat Juga :