Jakarta Jadi Panggung Kreatif, Komunitas Motor Padukan Seni dan Musik
Minggu, 17 Mei 2026 - 16:35 WIB
loading...
DKI menjadi panggung kreatif, di mana komunitas motor memadukan seni visual, hingga musik dalam satu atmosfer lewat gelaran Kumpul-Kumpul Ride di Jakarta. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - DKI menjadi panggung kreatif, di mana komunitas motor memadukan seni visual, hingga musik dalam satu atmosfer lewat gelaran Kumpul-Kumpul Ride di Jakarta.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan touring lintas kota, tetapi juga menjadi ruang temu berbagai komunitas kreatif yang membawa semangat kolaborasi di tengah kultur otomotif urban.
Rangkaian kegiatan dimulai dari kawasan Taman Menteng sebelum rombongan rider melintasi sejumlah jalanan Jakarta menuju Kemang. Perjalanan kemudian ditutup di Kopikina Kemang yang berubah menjadi ruang berkumpul lintas komunitas hingga malam hari.
Berbeda dari touring pada umumnya, Kumpul-Kumpul Ride yang digagas Deus Ex Machina bersama XL Axiata ini menghadirkan konsep perjalanan yang lebih santai dan organik. Setiap kota yang disinggahi menjadi tempat bertemunya ide, kreativitas, dan pengalaman baru.
“Jakarta hanyalah satu titik dari perjalanan yang lebih panjang,” ujar pihak Deus Kumpul-Kumpul Ride Jakarta.
Acara tersebut juga diramaikan kehadiran komunitas mobil Sunset Drive Club yang membawa deretan kendaraan pilihan mereka. Meski berasal dari dunia roda empat, semangat kebersamaan dan eksplorasi yang dibawa tetap selaras dengan kultur riding yang diusung acara ini.
Di area venue, pengunjung disuguhi berbagai motor kustom hasil karya builder lokal seperti Frontwheel Motorcycle, Batakastem Workshop, dan Katros Garage. Masing-masing motor tampil dengan konsep berbeda yang memperlihatkan kreativitas para builder Tanah Air.
Tak hanya otomotif, unsur seni turut menjadi bagian penting dalam acara ini. Seniman visual Nova13 hadir lewat sesi live pinstriping, sementara Never Too Lavish menggelar sketch session terbuka yang menggambarkan suasana sepanjang acara berlangsung.
Nuansa semakin meriah lewat penampilan musik dari Muklay, Philipponk, hingga Diskopantera yang bergantian menghibur pengunjung sejak sore hari. Acara kemudian ditutup dengan penampilan live Merrman yang sukses menjaga energi penonton tetap menyala hingga malam.
Fenomena komunitas riding dan budaya motor kustom sendiri terus berkembang di Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Selain menjadi sarana menyalurkan hobi, komunitas seperti ini juga dianggap sebagai ruang berekspresi dan membangun koneksi baru.
Perjalanan Kumpul-Kumpul Ride masih akan berlanjut ke Bandung dan Yogyakarta sebelum akhirnya kembali ke Bali sebagai titik penutup perjalanan panjang mereka.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan touring lintas kota, tetapi juga menjadi ruang temu berbagai komunitas kreatif yang membawa semangat kolaborasi di tengah kultur otomotif urban.
Rangkaian kegiatan dimulai dari kawasan Taman Menteng sebelum rombongan rider melintasi sejumlah jalanan Jakarta menuju Kemang. Perjalanan kemudian ditutup di Kopikina Kemang yang berubah menjadi ruang berkumpul lintas komunitas hingga malam hari.
Berbeda dari touring pada umumnya, Kumpul-Kumpul Ride yang digagas Deus Ex Machina bersama XL Axiata ini menghadirkan konsep perjalanan yang lebih santai dan organik. Setiap kota yang disinggahi menjadi tempat bertemunya ide, kreativitas, dan pengalaman baru.
“Jakarta hanyalah satu titik dari perjalanan yang lebih panjang,” ujar pihak Deus Kumpul-Kumpul Ride Jakarta.
Acara tersebut juga diramaikan kehadiran komunitas mobil Sunset Drive Club yang membawa deretan kendaraan pilihan mereka. Meski berasal dari dunia roda empat, semangat kebersamaan dan eksplorasi yang dibawa tetap selaras dengan kultur riding yang diusung acara ini.
Di area venue, pengunjung disuguhi berbagai motor kustom hasil karya builder lokal seperti Frontwheel Motorcycle, Batakastem Workshop, dan Katros Garage. Masing-masing motor tampil dengan konsep berbeda yang memperlihatkan kreativitas para builder Tanah Air.
Tak hanya otomotif, unsur seni turut menjadi bagian penting dalam acara ini. Seniman visual Nova13 hadir lewat sesi live pinstriping, sementara Never Too Lavish menggelar sketch session terbuka yang menggambarkan suasana sepanjang acara berlangsung.
Nuansa semakin meriah lewat penampilan musik dari Muklay, Philipponk, hingga Diskopantera yang bergantian menghibur pengunjung sejak sore hari. Acara kemudian ditutup dengan penampilan live Merrman yang sukses menjaga energi penonton tetap menyala hingga malam.
Fenomena komunitas riding dan budaya motor kustom sendiri terus berkembang di Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Selain menjadi sarana menyalurkan hobi, komunitas seperti ini juga dianggap sebagai ruang berekspresi dan membangun koneksi baru.
Perjalanan Kumpul-Kumpul Ride masih akan berlanjut ke Bandung dan Yogyakarta sebelum akhirnya kembali ke Bali sebagai titik penutup perjalanan panjang mereka.
(dra)
Lihat Juga :