Perfect Crown Banjir Kritikan, Adegan Penobatan Raja Disebut Lecehkan Sejarah Korea
Selasa, 19 Mei 2026 - 12:26 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga : 5 Drama Korea Kontroversial tapi Ratingnya Malah Melejit
Sementara itu, set teh yang digunakan dalam drama tersebut diduga ditemukan di platform e-commerce Tiongkok dengan harga sekitar 126 yuan. Banyak penonton mengkritik tim produksi karena kurangnya perhatian terhadap detail, dengan alasan bahwa anggota keluarga kerajaan Korea fiktif yang menggunakan properti impor murah merusak kredibilitas drama tersebut.
Kontroversi semakin intensif karena serial ini berlatar di realitas alternatif di mana Korea tetap menjadi monarki konstitusional dan tidak pernah menjadi bagian dari negara lain. Beberapa penonton berpendapat bahwa penggambaran kerajaan fiktif dengan simbolisme yang terkait dengan negara bawahan secara efektif merusak martabat nasional Korea.
Salah satu penonton berkomentar, “Ini adalah penyutradaraan berbahaya yang dapat menyebarkan persepsi sejarah yang menyimpang dan membuat penonton salah memahami sejarah Korea sebagai sejarah negara yang terjajah.”
Menurut laporan, beberapa penonton telah mengajukan pengaduan resmi kepada Komisi Standar Komunikasi Korea, dengan mengutip Pasal 25 peraturan penyiaran, yang menyatakan bahwa program tidak boleh merusak martabat atau kebanggaan nasional. Para pengadu dilaporkan menuntut tindakan tegas terhadap drama tersebut atas dugaan ketidakakuratan sejarahnya.
Sementara itu, set teh yang digunakan dalam drama tersebut diduga ditemukan di platform e-commerce Tiongkok dengan harga sekitar 126 yuan. Banyak penonton mengkritik tim produksi karena kurangnya perhatian terhadap detail, dengan alasan bahwa anggota keluarga kerajaan Korea fiktif yang menggunakan properti impor murah merusak kredibilitas drama tersebut.
Kontroversi semakin intensif karena serial ini berlatar di realitas alternatif di mana Korea tetap menjadi monarki konstitusional dan tidak pernah menjadi bagian dari negara lain. Beberapa penonton berpendapat bahwa penggambaran kerajaan fiktif dengan simbolisme yang terkait dengan negara bawahan secara efektif merusak martabat nasional Korea.
Salah satu penonton berkomentar, “Ini adalah penyutradaraan berbahaya yang dapat menyebarkan persepsi sejarah yang menyimpang dan membuat penonton salah memahami sejarah Korea sebagai sejarah negara yang terjajah.”
Menurut laporan, beberapa penonton telah mengajukan pengaduan resmi kepada Komisi Standar Komunikasi Korea, dengan mengutip Pasal 25 peraturan penyiaran, yang menyatakan bahwa program tidak boleh merusak martabat atau kebanggaan nasional. Para pengadu dilaporkan menuntut tindakan tegas terhadap drama tersebut atas dugaan ketidakakuratan sejarahnya.
(wur)
Lihat Juga :