Benarkah Olahraga Malam Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter
Jum'at, 22 Mei 2026 - 12:37 WIB
loading...
Benarkah olahrga pada malam hariberbahaya bagi tubuh?
A
A
A
JAKARTA - Banyak orang beranggapan bahwa olahraga di malam hari bisa mengganggu kesehatan tubuh. Benarkan anggapan tersebut? Dokter sekaligus edukator kesehatan dr. Adam Prabata meluruskan soal anggapan tersebut.
Lewat unggahan di akun X pribadinya, @AdamPrabata, ia menjelaskan bahwa olahraga malam memang dapat meningkatkan hormon kortisol. Namun hal ini tidak selalu berbahaya seperti yang dikhawatirkan banyak orang.
“Olahraga malam hari memang bisa meningkatkan kadar kortisol, yang merupakan respons stres,” tulis dr. Adam.
Baca Juga : Yuk Olahraga di Rumah! Ini 5 Gerakan yang Praktis Dilakukan
Kortisol sendiri dikenal sebagai hormon yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan, dan resistensi insulin jika kadarnya terus tinggi dalam jangka panjang. Olahraga rutin justru memiliki efek positif terhadap pengaturan hormon kortisol.
“Olahraga rutin justru menurunkan kadar kortisol secara jangka panjang dan memperbaiki pengaturan kortisol,” jelasnya.
Artinya, walaupun kortisol meningkat setelah berolahraga di malam hari, namun tubuh tetap mendapat manfaat secara keseluruhan. Dalam unggahan tersebut, dr. Adam juga menanggapi kekhawatiran bahwa kortisol bisa berdampak pada otak.
Ia menjelaskan, kondisi seperti penyusutan area otak akibat kortisol biasanya terjadi pada stres kronis atau penyakit tertentu. Bukan karena olahraga di malam hari.
Baca Juga : Olahraga Jangan Asal Gerak, Lakukan Empat Prinsip Berikut Ini dengan Tepat
“Kortisol memang bisa ‘mengecilkan’ area di otak, namun itu terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit seperti Cushing’s syndrome, bukan olahraga malam,” tulisnya lagi.
Begitu pula sebaliknya, olahraga justru disebut mampu melindungi kesehatan otak termasuk jika dilakukan pada malam hari. Dokter Adam menjelaskan, aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan kemampuan otak untuk berkembang.
Selain itu, aktivitas fisik juga dapat menurunkan peradangan di area otak.
“Olahraga itu secara umum, termasuk malam hari, justru melindungi otak,” katanya.
Seperti diketahui, era saat ini banyak orang yang memilih untuk berolahraga di malam hari karena baru bisa meluangkan waktu usai bekerja atau beraktivitas. Dokter Adam pun mengingatkan lebih penting berolahraga secara konsisten daripada memikirkan soal kapan waktu untuk berolahraga.
Lewat unggahan di akun X pribadinya, @AdamPrabata, ia menjelaskan bahwa olahraga malam memang dapat meningkatkan hormon kortisol. Namun hal ini tidak selalu berbahaya seperti yang dikhawatirkan banyak orang.
“Olahraga malam hari memang bisa meningkatkan kadar kortisol, yang merupakan respons stres,” tulis dr. Adam.
Baca Juga : Yuk Olahraga di Rumah! Ini 5 Gerakan yang Praktis Dilakukan
Kortisol sendiri dikenal sebagai hormon yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan, dan resistensi insulin jika kadarnya terus tinggi dalam jangka panjang. Olahraga rutin justru memiliki efek positif terhadap pengaturan hormon kortisol.
“Olahraga rutin justru menurunkan kadar kortisol secara jangka panjang dan memperbaiki pengaturan kortisol,” jelasnya.
Artinya, walaupun kortisol meningkat setelah berolahraga di malam hari, namun tubuh tetap mendapat manfaat secara keseluruhan. Dalam unggahan tersebut, dr. Adam juga menanggapi kekhawatiran bahwa kortisol bisa berdampak pada otak.
Ia menjelaskan, kondisi seperti penyusutan area otak akibat kortisol biasanya terjadi pada stres kronis atau penyakit tertentu. Bukan karena olahraga di malam hari.
Baca Juga : Olahraga Jangan Asal Gerak, Lakukan Empat Prinsip Berikut Ini dengan Tepat
“Kortisol memang bisa ‘mengecilkan’ area di otak, namun itu terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit seperti Cushing’s syndrome, bukan olahraga malam,” tulisnya lagi.
Begitu pula sebaliknya, olahraga justru disebut mampu melindungi kesehatan otak termasuk jika dilakukan pada malam hari. Dokter Adam menjelaskan, aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan kemampuan otak untuk berkembang.
Selain itu, aktivitas fisik juga dapat menurunkan peradangan di area otak.
“Olahraga itu secara umum, termasuk malam hari, justru melindungi otak,” katanya.
Seperti diketahui, era saat ini banyak orang yang memilih untuk berolahraga di malam hari karena baru bisa meluangkan waktu usai bekerja atau beraktivitas. Dokter Adam pun mengingatkan lebih penting berolahraga secara konsisten daripada memikirkan soal kapan waktu untuk berolahraga.
(wur)
Lihat Juga :