Sepenuhnya Indonesia Rekam Kebaikan Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari
Jum'at, 22 Mei 2026 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
“Bagi kami, 35 tahun bukan sekadar angka. Ini adalah refleksi dari dedikasi kami selama lebih dari tiga dekade hadir di tengah meja makan keluarga Indonesia, di momen-momen penting maupun hari-hari biasa. Kami sangat bangga dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari masyarakat Indonesia. “Sepenuhnya Indonesia” adalah bentuk penghargaan kami atas kepercayaan yang telah diberikan, dengan mengembalikan cerita tentang nilai-nilai yang dekat dengan keseharian kita dan terus menjadi bagian dari perjalanan kami di Indonesia,” ujar Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia.
Ketika Kamera Tidak Menciptakan Momen, Tapi Menangkapnya
Sutradara Dimas Djayadiningrat, bersama lebih dari 200 kru dan talenta lokal yang terlibat dalam produksi film pendek ini, memilih pendekatan yang eksploratif. Ia mengungkapkan bahwa kekuatan film pendek ini justru lahir dari momen tidak direncanakan, membiarkan realitas berbicara, dan menangkap apa yang ditemukan sepanjang proses syuting berlangsung.
“Banyak momen paling bermakna hadir secara organik di lapangan. Di situlah kami menyadari, gotong royong bukan hanya konsep atau sesuatu yang perlu kami ciptakan untuk kamera, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian. Tugas kami hanyalah untuk secara jujur menangkap seluruh momen yang terjalin,” jelas Dimas.
Pendekatan yang dibangun selama proses produksi dan syuting turut membentuk bagaimana cerita ini dihidupkan secara utuh. Apa yang dirasakan oleh tim kreatif selama pengerjaan film menjadi fondasi yang kemudian diterjemahkan secara personal oleh para pemeran. Ini membuat nilai-nilai yang diangkat tidak hanya tersampaikan sebagai cerita, tetapi juga sebagai pengalaman yang berkesan dan personal.
Ketika Kamera Tidak Menciptakan Momen, Tapi Menangkapnya
Sutradara Dimas Djayadiningrat, bersama lebih dari 200 kru dan talenta lokal yang terlibat dalam produksi film pendek ini, memilih pendekatan yang eksploratif. Ia mengungkapkan bahwa kekuatan film pendek ini justru lahir dari momen tidak direncanakan, membiarkan realitas berbicara, dan menangkap apa yang ditemukan sepanjang proses syuting berlangsung.
“Banyak momen paling bermakna hadir secara organik di lapangan. Di situlah kami menyadari, gotong royong bukan hanya konsep atau sesuatu yang perlu kami ciptakan untuk kamera, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian. Tugas kami hanyalah untuk secara jujur menangkap seluruh momen yang terjalin,” jelas Dimas.
Pendekatan yang dibangun selama proses produksi dan syuting turut membentuk bagaimana cerita ini dihidupkan secara utuh. Apa yang dirasakan oleh tim kreatif selama pengerjaan film menjadi fondasi yang kemudian diterjemahkan secara personal oleh para pemeran. Ini membuat nilai-nilai yang diangkat tidak hanya tersampaikan sebagai cerita, tetapi juga sebagai pengalaman yang berkesan dan personal.
Lihat Juga :