Jangan Cuma Cek Suhu Saat Anak Demam, Segera Bawa ke Dokter Jika Ada Gejala Berikut

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:00 WIB
loading...
Jangan Cuma Cek Suhu...
Demam menjadi salah satu penyakit yang tidak jarang bisa dirasakan oleh seorang anak. Foto/Pediatric Center.
A A A
JAKARTA - Demam menjadi salah satu penyakit yang tidak jarang bisa dirasakan oleh seorang anak . Hal utama yang biasanya diselidiki dan disoroti orang tua adalah suhu badan anak, namun ternyata ada berbagai hal yang patut diperhatikan dari sekedar suhu tubuh anak saat demam.

Dokter spesialis anak sekaligus influencer kesehatan anak, dr. Lucky Yogasatria dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan, orang tua terkadang panik dan overthinking saat anak demam. Banyak dari para orang tua yang menginginkan suhu tubuh anak turins secara cepat agar demam cepat hilang.

Baca juga: Rekor! Angka Kematian DBD di Indonesia Turun ke 0,4 Persen, Target Nol Kematian 2030 Kian Nyata

“Saya tahu anak demam begitu termometer menunjukkan 38,5, 39,5, 40, kepala Ibu langsung ramai. Harus turun sekarang, nanti kejang atau enggak, ini bahaya atau enggak? Sini-sini, dengerin dulu biar parenting-nya enggak over tinggi,” kata dr. Lucky, dikutip Minggu (24/5/2026).

Ia menyebut, suhu tubuh yang tinggi saat anak demam bukan menjadi indikator utama penyakit yang dirasakan. Namun demam bisa menjadi indikator respon tubuh anak terhadap sesuatu penyakit seperti infeksi virus dan lain sebagainya.

“Sebenarnya demam itu adalah alarm tubuh. Tanda bahwa tubuh itu sedang merespon sesuatu. Bisa kena infeksi virus, bisa kena batuk pilek, radang tenggorokan, HFMD, DBD, ISK, atau penyebab lainnya,” ucap dia.

Baca juga: Kasus Dengue Tembus 161 Ribu, Kemenkes Sebut DBD Masih Jadi Momok di Indonesia dan ASEAN

dr. Lucky menjelaskan bahwa saat anak demam bukan alarm tubuh atau suhu badan yang diutamakan untuk turun. Namun apa penyebab dari demam itu yang harus diselidiki oleh para orang tua. Maka dari itu, pemberian obat demam juga seharusnya diberikan ketika anak mengalami demam dengan kondisi lainnya seperti tidak nyaman, rewel, susah makan dan minum atau nafas yang terasa sesak.

“Obat demam itu diberikan terutama kalau anaknya tidak nyaman, rewel sekali, nyeri, sulit istirahat atau jadi sulit minum. Nah, kalau demamnya membuat anak tetap bisa minum, masih responsif, nafasnya nyaman dan tidak tanda bahaya lainnya, kita bisa lebih tenang sambil observasi,” jelas dr. Lucky.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar orang tua bisa mengobservasi apa penyebab dari demam yang dialami anak. Hal itu bisa dilihat dari beberapa gejala dan kondisi yang dirasakan anak. Berbagai gejala itu bisa menjadi indikator apakah kita perlu membawa anak kita untuk berobat kepada dokter atau hanya cukup dengan obat saja.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan di antaranya seperti lemas, sulit bangun, sesak, muntah, susah makan dan minum, air seni yang berkurang, kejang serta pendarahan.

“Tapi kalau demamnya disertai dengan anak sangat lemas, sulit dibangunkan, sesak, muntah berulang, tidak mau minum, pipisnya sangat berkurang, kejang, pendarahan atau tampak memburuk, itu bukan alarm biasa yang ditunggu,” tutur dia.

Saat anak mengalami berbagai gejala di atas, alangkah baiknya orang tua langsung memeriksakan kondisi anaknya ke dokter. Hal tersebut dilakukan guna mengetahui apa sebenarnya yang menjadi penyebab demam pada anak.

Sebab, demam hanyalah indikator atau alarm alami tubuh saat merespon sebuah sesuatu. Sehingga, perlu ada pemeriksaan lebih lanjut jika berbagai gejala di atas mulai dirasakan anak saat demam.

“Itu perlu diperiksa. Jadi, saat anak demam jangan cuma bertanya suhunya berapa, tanya juga anaknya bagaimana,” pungkas dia.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
Kenapa Memijat Pelipis...
Kenapa Memijat Pelipis dan Pundak Bisa Meredakan Sakit Kepala? Ini Kata Dokter
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Fokus Haji 2026, dr....
Fokus Haji 2026, dr. Gia Pratama Hentikan Aktivitas Media Sosial Sementara
Jangan Paksa Anak Makan...
Jangan Paksa Anak Makan Saat Demam, Ini Penjelasan Dokter!
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
Rekomendasi
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Kekasih Sarwendah Jadi...
Kekasih Sarwendah Jadi Sorotan, Giorgio Antonio Diduga Kenakan Jam Tangan Palsu Audemars Piguet
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Pria Mudah Lelah dan...
Pria Mudah Lelah dan Mengantuk Meski Cukup Tidur? Bisa Jadi Tanda Testosteron Rendah
Dokter Ungkap Penyebab...
Dokter Ungkap Penyebab Bau Kaki yang Sebenarnya, Ternyata Bukan Karena Keringat
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Infografis
Gejala Hepatitis Misterius,...
Gejala Hepatitis Misterius, Waspada Jika Dialami Anak-Anak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved