Ubah Paradigma: Keberhasilan Program Kehamilan Kini Tak Lagi Hanya Beban Perempuan
Selasa, 26 Mei 2026 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Faktor Laki-Laki Sumbang Hingga 50 Persen Kasus Infertilitas
Sejalan dengan visi penguatan layanan tersebut, pakar kesehatan reproduksi Prof. Silvia Werdhy Lestari menegaskan bahwa keberhasilan program kehamilan adalah tanggung jawab bersama. Berdasarkan data klinis, faktor laki-laki berkontribusi sekitar 30 persen pada kasus infertilitas, dan angka ini dapat melonjak hingga 50 persen jika dikombinasikan dengan faktor dari pihak perempuan.
"Pemeriksaan kesuburan pada laki-laki perlu dilakukan sejak awal agar diagnosis dan terapi dapat ditentukan secara lebih tepat," ujar Prof. Silvia.
Ia mengimbau agar setiap pasangan mengubah pendekatan dari saling menyalahkan menjadi kerja sama tim. Terlebih lagi, pemeriksaan kesuburan pada laki-laki secara medis dinilai jauh lebih sederhana, cepat, dan minim tindakan invasif dibandingkan pemeriksaan pada perempuan. Deteksi dini sejak awal ini terbukti dapat menghemat waktu, biaya, serta menghindari prosedur medis panjang yang tidak diperlukan.
Lebih lanjut, Prof. Silvia menjelaskan bahwa kualitas sperma sangat dipengaruhi oleh kondisi medis seperti varikokel, infeksi, gangguan hormonal, dan kelainan genetik. Namun, faktor gaya hidup sehari-hari juga memegang peran fatal. Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurang tidur, paparan polusi, penggunaan celana ketat, hingga kebiasaan meletakkan telepon genggam di saku celana terbukti dapat menurunkan kualitas sperma secara signifikan.
Teknologi Canggih untuk Kedua Belah Pihak
Menjawab tantangan kebutuhan tersebut, Klinik Yasmin Reproductive Cluster kini didukung oleh para Guru Besar Obstetri, Ginekologi, serta Andrologi (spesialisasi kesuburan pria). Klinik yang menjadi salah satu pionir pusat rujukan nasional sejak 2010 ini menghadirkan teknologi mutakhir untuk memfasilitasi kebutuhan reproduksi pria dan wanita secara seimbang.
Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, Prof. Budi Wiweko, menjelaskan beberapa terobosan teknologi yang diterapkan untuk menunjang keberhasilan program pasangan, di antaranya:
Sejalan dengan visi penguatan layanan tersebut, pakar kesehatan reproduksi Prof. Silvia Werdhy Lestari menegaskan bahwa keberhasilan program kehamilan adalah tanggung jawab bersama. Berdasarkan data klinis, faktor laki-laki berkontribusi sekitar 30 persen pada kasus infertilitas, dan angka ini dapat melonjak hingga 50 persen jika dikombinasikan dengan faktor dari pihak perempuan.
"Pemeriksaan kesuburan pada laki-laki perlu dilakukan sejak awal agar diagnosis dan terapi dapat ditentukan secara lebih tepat," ujar Prof. Silvia.
Ia mengimbau agar setiap pasangan mengubah pendekatan dari saling menyalahkan menjadi kerja sama tim. Terlebih lagi, pemeriksaan kesuburan pada laki-laki secara medis dinilai jauh lebih sederhana, cepat, dan minim tindakan invasif dibandingkan pemeriksaan pada perempuan. Deteksi dini sejak awal ini terbukti dapat menghemat waktu, biaya, serta menghindari prosedur medis panjang yang tidak diperlukan.
Lebih lanjut, Prof. Silvia menjelaskan bahwa kualitas sperma sangat dipengaruhi oleh kondisi medis seperti varikokel, infeksi, gangguan hormonal, dan kelainan genetik. Namun, faktor gaya hidup sehari-hari juga memegang peran fatal. Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurang tidur, paparan polusi, penggunaan celana ketat, hingga kebiasaan meletakkan telepon genggam di saku celana terbukti dapat menurunkan kualitas sperma secara signifikan.
Teknologi Canggih untuk Kedua Belah Pihak
Menjawab tantangan kebutuhan tersebut, Klinik Yasmin Reproductive Cluster kini didukung oleh para Guru Besar Obstetri, Ginekologi, serta Andrologi (spesialisasi kesuburan pria). Klinik yang menjadi salah satu pionir pusat rujukan nasional sejak 2010 ini menghadirkan teknologi mutakhir untuk memfasilitasi kebutuhan reproduksi pria dan wanita secara seimbang.
Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, Prof. Budi Wiweko, menjelaskan beberapa terobosan teknologi yang diterapkan untuk menunjang keberhasilan program pasangan, di antaranya:
Lihat Juga :