Peabo Bryson Meninggal Dunia, Suara Legendaris Disney Kini Tinggal Kenangan
Rabu, 03 Juni 2026 - 15:02 WIB
loading...
Peabo Bryson meninggal dunia di usia 75 tahun. Foto: PEOPLE
A
A
A
JAKARTA - Dunia musik internasional berduka atas kepergian penyanyi legendaris Peabo Bryson. Musisi yang dikenal lewat deretan balada soul dan lagu-lagu duet ikonik itu meninggal dunia pada usia 75 tahun.
Nama Peabo Bryson melekat kuat dalam sejarah musik, terutama berkat lagu-lagu soundtrack film Disney yang mendunia. Pada 1991, ia berduet dengan Celine Dion membawakan lagu tema Beauty and the Beast yang sukses besar di berbagai negara.
Setahun kemudian, Bryson kembali mencetak sejarah bersama Regina Belle lewat lagu A Whole New World dari film Aladdin. Lagu tersebut menjadi soundtrack film animasi pertama yang berhasil menempati posisi puncak Billboard Hot 100.
Peabo Bryson meninggal dunia pada Selasa, 2 Juni, didampingi oleh keluarga tercinta. Kepergiannya terjadi hanya beberapa hari setelah ia mengalami stroke.
Baca Juga : Konser Peabo Bryson Berakhir Selfie
"Kami sangat tersentuh oleh curahan kasih sayang, doa, dan dukungan dari para penggemar, sahabat, serta rekan-rekan dari seluruh dunia," demikian pernyataan keluarga yang dibagikan kepada PEOPLE.
"Meskipun hati kami hancur, kami merasa terhibur karena mengetahui betapa besarnya cinta yang diberikan kepada Peabo. Suaranya dan semangatnya yang hangat telah menyentuh begitu banyak kehidupan. Warisan dan musiknya akan terus hidup untuk generasi-generasi mendatang."
Peabo Bryson lahir dengan nama Robert Peapo Bryson di Greenville, South Carolina, pada 13 April 1951. Sejak kecil, ia telah menunjukkan kecintaan yang besar terhadap musik.
"Sejauh yang saya ingat, saya selalu mencintai musik. Itulah satu-satunya hal yang benar-benar ingin saya tekuni," ungkap Bryson kepada majalah Soul pada 1978.
Ia mengaku sempat mempertimbangkan profesi lain, termasuk menjadi dokter. Namun pada akhirnya, musik menjadi jalan hidup yang ia pilih.
Keputusan tersebut sempat membuat sang ibu khawatir.
Baca Juga : 40 Tahun Berkarier, Peabo Bryson Pilih Konser di Indonesia
"Ibu saya mengira saya akan menjadi pecandu narkoba atau semacamnya," kenangnya sambil bercanda dalam wawancara tersebut.
Bryson mulai tampil secara profesional sejak remaja sebagai vokalis latar grup lokal Al Freeman and the Upsetters. Dari grup itulah nama "Peabo" lahir. Menurutnya, sang pemimpin grup, Al Freeman, kesulitan mengucapkan nama tengahnya, Peapo, sehingga lama-kelamaan ia lebih dikenal sebagai Peabo Bryson.
Kariernya terus berkembang ketika ia bergabung dalam tur bersama Moses Dillard and Tex-Town Display di jalur pertunjukan legendaris Chitlin' Circuit. Penampilannya menarik perhatian Bang Records yang kemudian memberinya kontrak rekaman.
Pada 1976, ia merilis album pertamanya berjudul Peabo sebelum kemudian bergabung dengan Capitol Records.
Kesuksesan mulai datang pada 1978 lewat lagu Reaching for the Sky yang berhasil menembus jajaran Top 10 tangga lagu R&B. Setahun kemudian, duetnya bersama Natalie Cole berjudul Gimme Some Time mencapai posisi kedelapan di tangga lagu R&B dan menjadi awal reputasinya sebagai salah satu penyanyi duet terbaik di industri musik.
Kolaborasinya dengan Natalie Cole berlanjut lewat What You Won't Do for Love pada 1980. Selain itu, Bryson juga mencetak kesuksesan melalui lagu Minute by Minute, versi daur ulang dari lagu milik The Doobie Brothers.
Salah satu partner duet paling berpengaruh dalam kariernya adalah Roberta Flack. Keduanya merilis sejumlah lagu populer seperti Make the World Stand Still, Love Is a Waiting Game, You're Lookin' Like Love to Me, dan I Just Came Here to Dance.
Namun duet mereka yang paling dikenang adalah Tonight, I Celebrate My Love yang dirilis pada 1983 dan berhasil menembus Billboard Hot 100. Kesuksesan itu kemudian berlanjut melalui album duet mereka yang berjudul Born to Love.
Dalam wawancara dengan Tatler Asia pada 2015, Bryson pernah mengungkap rahasia di balik kesuksesan sebuah lagu duet.
"Saya pikir rahasia sebuah duet yang benar-benar bagus adalah Anda harus sedikit jatuh cinta kepada pasangan duet Anda," ujarnya.
Ia juga mengaku banyak belajar dari Roberta Flack tentang bagaimana membangun chemistry dalam sebuah kolaborasi musik.
"Saya sangat beruntung memiliki partner duet seperti Roberta Flack. Dia benar-benar memahami bagaimana sebuah duet harus dibangun dan bagaimana menyeimbangkan kelebihan serta kekurangan masing-masing penyanyi. Dari dialah saya belajar bagaimana menciptakan duet yang hebat."
Nama Peabo Bryson melekat kuat dalam sejarah musik, terutama berkat lagu-lagu soundtrack film Disney yang mendunia. Pada 1991, ia berduet dengan Celine Dion membawakan lagu tema Beauty and the Beast yang sukses besar di berbagai negara.
Setahun kemudian, Bryson kembali mencetak sejarah bersama Regina Belle lewat lagu A Whole New World dari film Aladdin. Lagu tersebut menjadi soundtrack film animasi pertama yang berhasil menempati posisi puncak Billboard Hot 100.
Peabo Bryson meninggal dunia pada Selasa, 2 Juni, didampingi oleh keluarga tercinta. Kepergiannya terjadi hanya beberapa hari setelah ia mengalami stroke.
Baca Juga : Konser Peabo Bryson Berakhir Selfie
"Kami sangat tersentuh oleh curahan kasih sayang, doa, dan dukungan dari para penggemar, sahabat, serta rekan-rekan dari seluruh dunia," demikian pernyataan keluarga yang dibagikan kepada PEOPLE.
"Meskipun hati kami hancur, kami merasa terhibur karena mengetahui betapa besarnya cinta yang diberikan kepada Peabo. Suaranya dan semangatnya yang hangat telah menyentuh begitu banyak kehidupan. Warisan dan musiknya akan terus hidup untuk generasi-generasi mendatang."
Peabo Bryson lahir dengan nama Robert Peapo Bryson di Greenville, South Carolina, pada 13 April 1951. Sejak kecil, ia telah menunjukkan kecintaan yang besar terhadap musik.
"Sejauh yang saya ingat, saya selalu mencintai musik. Itulah satu-satunya hal yang benar-benar ingin saya tekuni," ungkap Bryson kepada majalah Soul pada 1978.
Ia mengaku sempat mempertimbangkan profesi lain, termasuk menjadi dokter. Namun pada akhirnya, musik menjadi jalan hidup yang ia pilih.
Keputusan tersebut sempat membuat sang ibu khawatir.
Baca Juga : 40 Tahun Berkarier, Peabo Bryson Pilih Konser di Indonesia
"Ibu saya mengira saya akan menjadi pecandu narkoba atau semacamnya," kenangnya sambil bercanda dalam wawancara tersebut.
Bryson mulai tampil secara profesional sejak remaja sebagai vokalis latar grup lokal Al Freeman and the Upsetters. Dari grup itulah nama "Peabo" lahir. Menurutnya, sang pemimpin grup, Al Freeman, kesulitan mengucapkan nama tengahnya, Peapo, sehingga lama-kelamaan ia lebih dikenal sebagai Peabo Bryson.
Kariernya terus berkembang ketika ia bergabung dalam tur bersama Moses Dillard and Tex-Town Display di jalur pertunjukan legendaris Chitlin' Circuit. Penampilannya menarik perhatian Bang Records yang kemudian memberinya kontrak rekaman.
Pada 1976, ia merilis album pertamanya berjudul Peabo sebelum kemudian bergabung dengan Capitol Records.
Kesuksesan mulai datang pada 1978 lewat lagu Reaching for the Sky yang berhasil menembus jajaran Top 10 tangga lagu R&B. Setahun kemudian, duetnya bersama Natalie Cole berjudul Gimme Some Time mencapai posisi kedelapan di tangga lagu R&B dan menjadi awal reputasinya sebagai salah satu penyanyi duet terbaik di industri musik.
Kolaborasinya dengan Natalie Cole berlanjut lewat What You Won't Do for Love pada 1980. Selain itu, Bryson juga mencetak kesuksesan melalui lagu Minute by Minute, versi daur ulang dari lagu milik The Doobie Brothers.
Salah satu partner duet paling berpengaruh dalam kariernya adalah Roberta Flack. Keduanya merilis sejumlah lagu populer seperti Make the World Stand Still, Love Is a Waiting Game, You're Lookin' Like Love to Me, dan I Just Came Here to Dance.
Namun duet mereka yang paling dikenang adalah Tonight, I Celebrate My Love yang dirilis pada 1983 dan berhasil menembus Billboard Hot 100. Kesuksesan itu kemudian berlanjut melalui album duet mereka yang berjudul Born to Love.
Dalam wawancara dengan Tatler Asia pada 2015, Bryson pernah mengungkap rahasia di balik kesuksesan sebuah lagu duet.
"Saya pikir rahasia sebuah duet yang benar-benar bagus adalah Anda harus sedikit jatuh cinta kepada pasangan duet Anda," ujarnya.
Ia juga mengaku banyak belajar dari Roberta Flack tentang bagaimana membangun chemistry dalam sebuah kolaborasi musik.
"Saya sangat beruntung memiliki partner duet seperti Roberta Flack. Dia benar-benar memahami bagaimana sebuah duet harus dibangun dan bagaimana menyeimbangkan kelebihan serta kekurangan masing-masing penyanyi. Dari dialah saya belajar bagaimana menciptakan duet yang hebat."
(wur)
Lihat Juga :