Bukit Peramun Bidik Pasar Wisatawan Singapura dan Malaysia
Jum'at, 05 Juni 2026 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara pengelola desa wisata dan pelaku industri pariwisata mancanegara. Dengan begitu, potensi Bukit Peramun dapat dikenal lebih luas melalui pengalaman langsung di lapangan.
Menurut Hera, Bukit Peramun telah dikelola masyarakat melalui Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Arsel sejak 2006. Pengelolaan berbasis komunitas tersebut membawa desa ini berkembang sebagai destinasi community-based tourism yang mendapat sejumlah pengakuan nasional.
Bukit Peramun pernah meraih penghargaan Green Gold ISTA 2019. Destinasi ini juga memperoleh predikat Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia dari MURI pada 2023.
“Dengan menyuguhkan panorama hutan alami yang masih asri, kami percaya desa ini memiliki potensi tinggi di pasar internasional apabila didukung dengan akses dan promosi yang tepat. Melalui program ini, kami harap dapat membuka peluang kolaborasi yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat tanpa mengesampingkan aspek konservasi dan pelestarian lingkungan,” ujar Hera.
Selama kunjungan, peserta diajak menyusuri kawasan hutan konservasi Bukit Peramun melalui jalur trekking. Mereka juga diperkenalkan dengan tanaman herbal dan tanaman endemik khas Belitung, serta mengikuti kegiatan adopsi pohon.
Menurut Hera, Bukit Peramun telah dikelola masyarakat melalui Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Arsel sejak 2006. Pengelolaan berbasis komunitas tersebut membawa desa ini berkembang sebagai destinasi community-based tourism yang mendapat sejumlah pengakuan nasional.
Bukit Peramun pernah meraih penghargaan Green Gold ISTA 2019. Destinasi ini juga memperoleh predikat Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia dari MURI pada 2023.
“Dengan menyuguhkan panorama hutan alami yang masih asri, kami percaya desa ini memiliki potensi tinggi di pasar internasional apabila didukung dengan akses dan promosi yang tepat. Melalui program ini, kami harap dapat membuka peluang kolaborasi yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat tanpa mengesampingkan aspek konservasi dan pelestarian lingkungan,” ujar Hera.
Selama kunjungan, peserta diajak menyusuri kawasan hutan konservasi Bukit Peramun melalui jalur trekking. Mereka juga diperkenalkan dengan tanaman herbal dan tanaman endemik khas Belitung, serta mengikuti kegiatan adopsi pohon.
Lihat Juga :