Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
Sabtu, 06 Juni 2026 - 19:24 WIB
loading...
Penyanyi Kris Tomahu, duo Gery & Gany, dan Samuel Cipta mengaku antusias menjadi bagian dari konser Tehilim - The Heart of Worship. Foto/Mei Sada Sirait.
A
A
A
JAKARTA - Penyanyi Kris Tomahu , duo Gery & Gany, dan Samuel Cipta mengaku antusias menjadi bagian dari konser Tehilim - The Heart of Worship yang digagas Executive Chairwoman MNC Group, Liliana Tanoesoedibjo pada Sabtu (6/6/2026).
Menurut mereka, konser ini terasa spesial karena membawakan lagu-lagu rohani ciptaan Liliana Tanoesoedibjo yang sarat pesan penyembahan dan rasa syukur kepada Tuhan.
Baca juga: Liliana Tanoesoedibjo Ciptakan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim dari Perjalanan Kuliah S2 Teologi
Saat ditemui usai konferensi pers Konser Tehillim, Kris Tomahu mengaku sangat senang dan dapat melepaskan semua beban dalam persiapan konser.
“Hari ini kita senang sekali karena ini hari H. Kita melepaskan semua kepusingan selama mempersiapkan konser ini,” ujar Kris di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026).
Senada dengan Kris Tomahu, Gery & Gany juga mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan tampil di hadapan para tamu undangan dalam konser tersebut. Bagi Kris, konser ini juga menjadi pengalaman baru karena untuk pertama kalinya ia membawakan lagu rohani dalam sebuah konser berskala besar.
Baca juga: Liliana Tanoesoedibjo Terima Penghargaan MURI Kartini atas Konser Tehillim - The Heart of Worship
“Ini first time juga kita bisa membawakan lagu rohani di konser ini. Perdana juga buat kita. Jadi ini betul-betul spesial,” katanya.
Sementara itu, Gery menilai bahwa seluruh lagu yang diciptakan Liliana Tanoesoedibjo ini membawa pesan khusus. Di mana satu pesan kuat yang ingin disampaikan adalah pentingnya bersyukur dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau bisa dirangkum, album Tehilim ini banyak banget ngajarin untuk bersyukur, untuk berterima kasih untuk hari ini. Intinya bagaimana album ini menunjukkan bahwa benar The Heart of Worship, hati untuk menyembah,” jelasnya.
Selain pesan rohani yang kuat, para pengisi acara juga menili konsep konser Tehillim ini berbeda dari konser pada umumnya. Menurut Kris Tomahu, Tehillim Concert - The Heart of Worship dikemas dengan konsep sinematik yang membuat pengalaman menonton menjadi lebih berkesan.
Ia pun yakin bahwa penonton akan mendapat pengalaman berbeda usai menonton konser ini.
“Salah satu perbedaannya mungkin acara ini dikemas sesinematik mungkin dari konsepnya. Tapi yang pasti konser ini sangat spesial dan sangat sinematik sesuai dengan judulnya, Cinematic Concert,” pungkasnya.
Menurut mereka, konser ini terasa spesial karena membawakan lagu-lagu rohani ciptaan Liliana Tanoesoedibjo yang sarat pesan penyembahan dan rasa syukur kepada Tuhan.
Baca juga: Liliana Tanoesoedibjo Ciptakan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim dari Perjalanan Kuliah S2 Teologi
Saat ditemui usai konferensi pers Konser Tehillim, Kris Tomahu mengaku sangat senang dan dapat melepaskan semua beban dalam persiapan konser.
“Hari ini kita senang sekali karena ini hari H. Kita melepaskan semua kepusingan selama mempersiapkan konser ini,” ujar Kris di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026).
Senada dengan Kris Tomahu, Gery & Gany juga mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan tampil di hadapan para tamu undangan dalam konser tersebut. Bagi Kris, konser ini juga menjadi pengalaman baru karena untuk pertama kalinya ia membawakan lagu rohani dalam sebuah konser berskala besar.
Baca juga: Liliana Tanoesoedibjo Terima Penghargaan MURI Kartini atas Konser Tehillim - The Heart of Worship
“Ini first time juga kita bisa membawakan lagu rohani di konser ini. Perdana juga buat kita. Jadi ini betul-betul spesial,” katanya.
Sementara itu, Gery menilai bahwa seluruh lagu yang diciptakan Liliana Tanoesoedibjo ini membawa pesan khusus. Di mana satu pesan kuat yang ingin disampaikan adalah pentingnya bersyukur dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau bisa dirangkum, album Tehilim ini banyak banget ngajarin untuk bersyukur, untuk berterima kasih untuk hari ini. Intinya bagaimana album ini menunjukkan bahwa benar The Heart of Worship, hati untuk menyembah,” jelasnya.
Selain pesan rohani yang kuat, para pengisi acara juga menili konsep konser Tehillim ini berbeda dari konser pada umumnya. Menurut Kris Tomahu, Tehillim Concert - The Heart of Worship dikemas dengan konsep sinematik yang membuat pengalaman menonton menjadi lebih berkesan.
Ia pun yakin bahwa penonton akan mendapat pengalaman berbeda usai menonton konser ini.
“Salah satu perbedaannya mungkin acara ini dikemas sesinematik mungkin dari konsepnya. Tapi yang pasti konser ini sangat spesial dan sangat sinematik sesuai dengan judulnya, Cinematic Concert,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :