Perjalanan Usaha Kuliner Lokal yang Berawal dari Gerobak Kaki Lima
Rabu, 10 Juni 2026 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Perusahaan juga memberikan apresiasi kepada karyawan melalui program umrah serta sejumlah kegiatan pengembangan diri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pada nilai kepedulian dan kepercayaan.
Dalam perkembangannya, d’BestO mulai dikenal lebih luas pada 2010 dengan slogan “Jagonya Rasa”. Salah satu menu yang melekat dengan brand ini adalah Ayam Sadas, yang menjadi bagian dari upaya inovasi menu untuk menjangkau konsumen keluarga.
Perjalanan d’BestO juga tidak lepas dari tantangan. Brand ini pernah melewati masa krisis moneter hingga wabah flu burung yang berdampak pada industri pangan dan kuliner. Meski demikian, usaha tersebut tetap berkembang melalui sistem kemitraan dan perluasan jaringan.
Kini, d’BestO memiliki cabang di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bagaimana brand kuliner lokal dapat bertahan dengan menggabungkan harga terjangkau, inovasi menu, sertifikasi halal, serta kedekatan dengan masyarakat.
Konsistensi dalam menjaga kualitas, memperkuat layanan, dan menjalankan kegiatan sosial membuat d’BestO tidak hanya hadir sebagai penyedia makanan cepat saji. Brand ini juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang mencari pilihan kuliner praktis, terjangkau, dan sesuai dengan nilai yang diyakini konsumen.
Dalam perkembangannya, d’BestO mulai dikenal lebih luas pada 2010 dengan slogan “Jagonya Rasa”. Salah satu menu yang melekat dengan brand ini adalah Ayam Sadas, yang menjadi bagian dari upaya inovasi menu untuk menjangkau konsumen keluarga.
Perjalanan d’BestO juga tidak lepas dari tantangan. Brand ini pernah melewati masa krisis moneter hingga wabah flu burung yang berdampak pada industri pangan dan kuliner. Meski demikian, usaha tersebut tetap berkembang melalui sistem kemitraan dan perluasan jaringan.
Kini, d’BestO memiliki cabang di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bagaimana brand kuliner lokal dapat bertahan dengan menggabungkan harga terjangkau, inovasi menu, sertifikasi halal, serta kedekatan dengan masyarakat.
Konsistensi dalam menjaga kualitas, memperkuat layanan, dan menjalankan kegiatan sosial membuat d’BestO tidak hanya hadir sebagai penyedia makanan cepat saji. Brand ini juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang mencari pilihan kuliner praktis, terjangkau, dan sesuai dengan nilai yang diyakini konsumen.
(dra)
Lihat Juga :