Perjalanan Usaha Kuliner Lokal yang Berawal dari Gerobak Kaki Lima

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:44 WIB
loading...
Perjalanan Usaha Kuliner...
Perjalanan sebuah brand kuliner lokal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghadirkan menu yang sesuai dengan selera pasar. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Perjalanan sebuah brand kuliner lokal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghadirkan menu yang sesuai dengan selera pasar, tetapi juga konsistensi membangun kedekatan dengan masyarakat. Hal ini terlihat dari perjalanan d’BestO yang berkembang dari usaha kaki lima hingga menjadi salah satu jaringan restoran cepat saji lokal di Indonesia.

Cikal bakal d’BestO dimulai dari sebuah gerobak kaki lima bernama KuFC atau Kentuku Fried Chicken yang didirikan oleh drh. Evalinda Amir dan drh. Setyajid pada 1994. Sejak awal, usaha ini hadir dengan konsep makanan yang mudah dijangkau masyarakat, baik dari sisi harga, rasa, maupun ketersediaan lokasi.

Seiring perkembangan usaha, d’BestO kemudian bertransformasi menjadi restoran cepat saji lokal dengan sistem operasional yang lebih tertata. Penguatan dilakukan mulai dari standar layanan, kualitas produk, hingga pemenuhan sertifikasi halal.

Di tengah persaingan industri makanan cepat saji yang semakin ketat, d’BestO tetap menyasar segmen mass market. Strategi tersebut dilakukan dengan menjaga harga tetap ramah di kantong tanpa mengabaikan kualitas dan aspek kehalalan produk.

Bagi pendirinya, konsep halal tidak hanya dipahami sebagai pemenuhan sertifikasi pada produk, tetapi juga menyentuh pembentukan budaya kerja di internal perusahaan. Evalinda menyebut perjalanan tersebut tidak lepas dari tantangan membangun sumber daya manusia di dalam organisasi.

“Kami sadar sekali bahwa banyak karyawan kami yang low education, low economy, low religion. Saat itu hal itu menjadi PR besar bagi kami bagaimana caranya untuk mengubah, sehingga kami memunculkan aturan bernama ‘Isian Kumparan’, yaitu mewajibkan ibadah sunnah untuk semua karyawan. Karena saya percaya konsep rezeki itu adalah pemberian, bukan dari hebatnya kita, produk, dan pelayanan—itu sudah pasti harus ada dan diterapkan, namun 90%-nya adalah pemberian,” ungkap Evalinda, pada saat acara perluncuran Buku Authentic Halal Brand, 20 Mei 2026.

Selain penguatan dari sisi produk dan operasional, d’BestO juga menjalankan berbagai kegiatan sosial. Aksi tersebut mencakup bantuan saat pandemi, dukungan untuk korban bencana, hingga kegiatan kemanusiaan untuk Palestina melalui donasi dan pembagian paket makanan.

Perusahaan juga memberikan apresiasi kepada karyawan melalui program umrah serta sejumlah kegiatan pengembangan diri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pada nilai kepedulian dan kepercayaan.

Dalam perkembangannya, d’BestO mulai dikenal lebih luas pada 2010 dengan slogan “Jagonya Rasa”. Salah satu menu yang melekat dengan brand ini adalah Ayam Sadas, yang menjadi bagian dari upaya inovasi menu untuk menjangkau konsumen keluarga.

Perjalanan d’BestO juga tidak lepas dari tantangan. Brand ini pernah melewati masa krisis moneter hingga wabah flu burung yang berdampak pada industri pangan dan kuliner. Meski demikian, usaha tersebut tetap berkembang melalui sistem kemitraan dan perluasan jaringan.

Kini, d’BestO memiliki cabang di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bagaimana brand kuliner lokal dapat bertahan dengan menggabungkan harga terjangkau, inovasi menu, sertifikasi halal, serta kedekatan dengan masyarakat.

Konsistensi dalam menjaga kualitas, memperkuat layanan, dan menjalankan kegiatan sosial membuat d’BestO tidak hanya hadir sebagai penyedia makanan cepat saji. Brand ini juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang mencari pilihan kuliner praktis, terjangkau, dan sesuai dengan nilai yang diyakini konsumen.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hari Keempat PRJ 2026...
Hari Keempat PRJ 2026 Padat Pengunjung, Area Kuliner Paling Ramai
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Menjelajah Rasa Surabaya...
Menjelajah Rasa Surabaya lewat Deretan Kuliner Legendaris Pilihan ShopeeFood
Kopi Spesial Terjangkau...
Kopi Spesial Terjangkau Jadi Pilihan Baru untuk Penikmat Kopi Harian
Studio Billy Ubah Senopati...
Studio Billy Ubah Senopati Jadi Ruang Nongkrong Urban, Santai dan Intim
Menikmati Daging Sapi...
Menikmati Daging Sapi Berkualitas Tinggi dengan Finishing Lokal
Gastronomi Molekuler...
Gastronomi Molekuler Ungkap Cara Menjaga Laut Lewat Pilihan Seafood
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Mahasiswa IP Trisakti...
Mahasiswa IP Trisakti Raih 3 Medali di Salon Culinaire Bali 2026
Rekomendasi
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 73, Penyergapan Pecah Menjadi Baku Tembak dan Pertarungan Sengit
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Vicky Shu Sindir Calo...
Vicky Shu Sindir Calo Konser BTS Patok Harga Selangit, Kesal Oknum Menimbun Tiket
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved