Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Senin, 15 Juni 2026 - 09:04 WIB
loading...
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Nancy Virginia, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC dalam acara Health Talk Kalbe Love The Beat, Sabtu (13/6/2026). Foto: Mei Sada Sirait
A
A
A
JAKARTA - Kolesterol tinggi sering kali dianggap sepele karena tidak selalu menimbulkan keluhan yang langsung terasa. Padahal, kondisi ini dapat berkembang secara diam-diam dan meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti serangan jantung dan stroke, jika tidak terdeteksi serta ditangani sejak dini.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Nancy Virginia, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC menjelaskan bahwa kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh. Namun ketika kadarnya berlebihan, kolesterol dapat berubah menjadi ancaman bagi kesehatan jantung.
“Kalau kadarnya berlebih, maka dia akan menjadi penyakit jantung ataupun stroke yang paling sering,” ujar dr. Nancy dalam acara Health Talk Kalbe Love The Beat, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga : 5 Cara Cegah Kolesterol Tinggi usai Konsumsi Hidangan Tahun Baru
Menurutnya, bahaya utama berasal dari kolesterol LDL atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat. Di mana LDL bertugas membawa kolesterol ke berbagai jaringan tubuh.
Jika jumlahnya terlalu tinggi, lemak akan menumpuk di organ-organ tubuh, termasuk di dinding pembuluh darah. Penumpukan lemak tersebut lama-kelamaan membentuk plak yang membuat pembuluh darah menyempit.
“LDL ini berperan dalam menumpuk kolesterol di pembuluh darah kita. Kalau LDL ini berlebih, maka dia yang bertanggung jawab menumpuk si lemak itu di organ-organ kita termasuk di pembuluh darah jantung kita,” jelasnya.
Baca Juga : Kaya Nutrisi, Semangka Ternyata Berkhasiat Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Jika plak sudah menumpuk, maka akan menghambat aliran darah menuju jantung dan bisa memicu serangan jantung jika terjadi penyumbatan total.
Sementara itu, HDL atau kolesterol baik justru memiliki fungsi sebaliknya. HDL membantu membawa kolesterol dari organ-organ tubuh kembali ke hati untuk diolah dan dibuang.
“HDL ini dipercaya menurunkan kejadian penyakit kardiovaskular,” jelas dr. Nancy.
Dokter Nancy juga meminta masyarakat waspada terhadap tingginya kolesterol. Karena kolesterol tinggi bagi sebagian orang tidak bergejala.
Banyak orang merasa aman karena tubuhnya tidak gemuk atau rutin menjaga pola makan, padahal kadar kolesterolnya bisa saja tetap tinggi. Sehingga ia mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Tujuannya untuk mendeteksi risiko sejak dini sebelum muncul komplikasi yang lebih berbahaya. Selain menjaga pola makan, dr. Nancy juga menyarankan masyarakat untuk rutin berolahraga, menghindari rokok, menjaga berat badan ideal, dan mengontrol penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi.
Hal ini untuk menekan risiko serangan jantung akibat kolesterol tinggi.“Kolesterol tinggi itu multifaktorial. Jadi bukan hanya soal makanan, tetapi juga dipengaruhi banyak faktor lain yang harus dikelola bersama-sama,” pungkasnya.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Nancy Virginia, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC menjelaskan bahwa kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh. Namun ketika kadarnya berlebihan, kolesterol dapat berubah menjadi ancaman bagi kesehatan jantung.
“Kalau kadarnya berlebih, maka dia akan menjadi penyakit jantung ataupun stroke yang paling sering,” ujar dr. Nancy dalam acara Health Talk Kalbe Love The Beat, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga : 5 Cara Cegah Kolesterol Tinggi usai Konsumsi Hidangan Tahun Baru
Menurutnya, bahaya utama berasal dari kolesterol LDL atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat. Di mana LDL bertugas membawa kolesterol ke berbagai jaringan tubuh.
Jika jumlahnya terlalu tinggi, lemak akan menumpuk di organ-organ tubuh, termasuk di dinding pembuluh darah. Penumpukan lemak tersebut lama-kelamaan membentuk plak yang membuat pembuluh darah menyempit.
“LDL ini berperan dalam menumpuk kolesterol di pembuluh darah kita. Kalau LDL ini berlebih, maka dia yang bertanggung jawab menumpuk si lemak itu di organ-organ kita termasuk di pembuluh darah jantung kita,” jelasnya.
Baca Juga : Kaya Nutrisi, Semangka Ternyata Berkhasiat Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Jika plak sudah menumpuk, maka akan menghambat aliran darah menuju jantung dan bisa memicu serangan jantung jika terjadi penyumbatan total.
Sementara itu, HDL atau kolesterol baik justru memiliki fungsi sebaliknya. HDL membantu membawa kolesterol dari organ-organ tubuh kembali ke hati untuk diolah dan dibuang.
“HDL ini dipercaya menurunkan kejadian penyakit kardiovaskular,” jelas dr. Nancy.
Dokter Nancy juga meminta masyarakat waspada terhadap tingginya kolesterol. Karena kolesterol tinggi bagi sebagian orang tidak bergejala.
Banyak orang merasa aman karena tubuhnya tidak gemuk atau rutin menjaga pola makan, padahal kadar kolesterolnya bisa saja tetap tinggi. Sehingga ia mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Tujuannya untuk mendeteksi risiko sejak dini sebelum muncul komplikasi yang lebih berbahaya. Selain menjaga pola makan, dr. Nancy juga menyarankan masyarakat untuk rutin berolahraga, menghindari rokok, menjaga berat badan ideal, dan mengontrol penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi.
Hal ini untuk menekan risiko serangan jantung akibat kolesterol tinggi.“Kolesterol tinggi itu multifaktorial. Jadi bukan hanya soal makanan, tetapi juga dipengaruhi banyak faktor lain yang harus dikelola bersama-sama,” pungkasnya.
(wur)
Lihat Juga :