Megah dan Memukau, Sangkala Nyimas Gandasari Sukses Hadirkan Sensasi Broadway di Panggung TIM
Senin, 15 Juni 2026 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Sentuhan Komedi yang Mengocok Perut
Meskipun mengangkat narasi sejarah yang cukup serius, pementasan ini sama sekali tidak terasa kaku atau membosankan. Hadirnya sosok Asri Welas (sebagai Putri Ong Tien) dan Dewi Gita (sebagai Ibu Dayang) di atas panggung menjadi bumbu pelengkap yang membuat warna pertunjukan semakin komplit.
Denny Malik sempat berbagi cerita sambil berkelakar memuji totalitas kedua aktris senior tersebut. "Mereka adalah artis yang multitalenta. Mereka siap berperan apa saja dan 'siap diapain aja'. Peran apapun dimakan," canda Denny.
Bagi Asri Welas sendiri, kembali ke panggung teater setelah puluhan tahun vakum membuat energinya terkuras sekaligus terpompa. "Persiapan pertunjukan ini serius banget. Butuh latihan intensif hampir setiap hari. Di teater, kami dituntut menguasai dialog, vokal, koreografi, hingga menjaga energi tetap stabil," cerita Asri mengenai ketatnya proses latihan.
Hasil dari latihan keras itu terbayar tuntas. Lewat banyolan segar dan candaan spontan, Asri Welas dan Dewi Gita sukses mengocok perut penonton. Menariknya, komedi yang dibawakan sering kali disisipi sentilan-sentilan cerdas mengenai fenomena dan keadaan sosial masa kini, membuat suasana teater menjadi lebih cair, dekat, dan relevan dengan audiens.
Harapan Masa Depan Seni Pertunjukan
Melihat antusiasme publik yang begitu tinggi pada hari pertunjukan, Reny A. Daniel mengaku optimis sekaligus menaruh harapan besar bagi industri seni pertunjukan tanah air. "Saya merasa happy sekarang banyak demand terkait musikal. Tapi saya berharap, konten Indonesia dapat diangkat lebih banyak, sehingga generasi muda mencintai kebudayaan sendiri dibanding budaya luar," pungkas Reny.
Melalui eksekusi yang matang dari seni peran, musik, hingga teknologi panggung, Sangkala Nyi Mas Gandasari bukan sekadar pementasan drama biasa. Ia adalah sebuah perayaan seni pertunjukan yang sukses membuktikan bahwa sejarah, tradisi, dan teknologi modern dapat melebur menjadi satu karya yang relevan, megah, dan sangat menghibur di era modern.
Meskipun mengangkat narasi sejarah yang cukup serius, pementasan ini sama sekali tidak terasa kaku atau membosankan. Hadirnya sosok Asri Welas (sebagai Putri Ong Tien) dan Dewi Gita (sebagai Ibu Dayang) di atas panggung menjadi bumbu pelengkap yang membuat warna pertunjukan semakin komplit.
Denny Malik sempat berbagi cerita sambil berkelakar memuji totalitas kedua aktris senior tersebut. "Mereka adalah artis yang multitalenta. Mereka siap berperan apa saja dan 'siap diapain aja'. Peran apapun dimakan," canda Denny.
Bagi Asri Welas sendiri, kembali ke panggung teater setelah puluhan tahun vakum membuat energinya terkuras sekaligus terpompa. "Persiapan pertunjukan ini serius banget. Butuh latihan intensif hampir setiap hari. Di teater, kami dituntut menguasai dialog, vokal, koreografi, hingga menjaga energi tetap stabil," cerita Asri mengenai ketatnya proses latihan.
Hasil dari latihan keras itu terbayar tuntas. Lewat banyolan segar dan candaan spontan, Asri Welas dan Dewi Gita sukses mengocok perut penonton. Menariknya, komedi yang dibawakan sering kali disisipi sentilan-sentilan cerdas mengenai fenomena dan keadaan sosial masa kini, membuat suasana teater menjadi lebih cair, dekat, dan relevan dengan audiens.
Harapan Masa Depan Seni Pertunjukan
Melihat antusiasme publik yang begitu tinggi pada hari pertunjukan, Reny A. Daniel mengaku optimis sekaligus menaruh harapan besar bagi industri seni pertunjukan tanah air. "Saya merasa happy sekarang banyak demand terkait musikal. Tapi saya berharap, konten Indonesia dapat diangkat lebih banyak, sehingga generasi muda mencintai kebudayaan sendiri dibanding budaya luar," pungkas Reny.
Melalui eksekusi yang matang dari seni peran, musik, hingga teknologi panggung, Sangkala Nyi Mas Gandasari bukan sekadar pementasan drama biasa. Ia adalah sebuah perayaan seni pertunjukan yang sukses membuktikan bahwa sejarah, tradisi, dan teknologi modern dapat melebur menjadi satu karya yang relevan, megah, dan sangat menghibur di era modern.
(unt)
Lihat Juga :