Didukung BNN, Sarah Sechan Cegah Narkotika Masuk Dunia Anak lewat Film Maju
Selasa, 16 Juni 2026 - 07:32 WIB
loading...
Presenter sekaligus aktris senior Sarah Sechan terlibat dalam film drama anak MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula yang mengangkat isu peredaran narkotika. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Presenter sekaligus aktris senior Sarah Sechan terlibat dalam film drama anak MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula yang mengangkat isu peredaran narkotika di kalangan anak dan remaja.
Film garapan sutradara Franklin Darmadi yang didukung Badan Narkotika Nasional dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini dinilai sejalan dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.
Sarah mengaku tertarik bergabung dalam proyek ini karena memiliki kedekatan dengan sang sutradara sekaligus menyukai alur cerita yang mengusung pesan edukatif tentang bahaya narkotika bagi anak-anak.
Dalam film produksi PANEN Entertainment tersebut, perempuan bernama lengkap Sarah Meirizka Hardiany Sechan itu memerankan tokoh ibu kepala desa dengan karakter yang penuh teka-teki.
"Aku disini jadi ibu kades. Seperti apa dia? Pokoknya karakternya misterius gabisa ketebak," kata Sarah Sechan.
Artis 52 tahun itu miris dengan jalan cerita film 'Maju' sesuai dengan data di Badan Narkotika Nasional (BNN), yakni peredaran barang haram itu sudah masuk ke kehidupan anak-anak kecil.
"Jujur ngeri sih lihat peredaran narkotika zaman sekarang, anak-anak sudah jadi korban," ucapnya.
Disinggung mengenai cara wanita bernama asli Sarah Meirizka Hardiany Sechan ini kepada anaknya, ia membeberkan rahasianya.
"Kalau aku berusaha membuat anak sibuk untuk berolahraga," ungkapnya.
Tak hanya kepada anak-anak saja, Sarah Sechan merasa takut dengan narkotika, karena sudah ribuan masyarakat dewasa yang sudah kecanduan.
"Semoga lewat film ini peredaran narkotika yang bikin orang dewasa dan anak-anak bisa teratasi dan diberantas," ujar Sarah.
Sementara, Deputi Bidang Pencegahan BNN, Irjen Pol. Muhammad Zainul Muttaqien mengatakan pihaknya mendukung film yang akan tayang pada 6 Agustus 2026 itu, karena selaras dengan visi misi BNN.
Zainul mengakui sampai saat ini, sudah ribuan anak-anak yang jadi korban kejahatan narkotika.
"Berdasarkan data dari BRIN di tahun 2023, ada 3,3 juta jiwa terpapar narkoba. Anak-anak berapa? Usia 15 sampai 25, ada 312.000 orang terpapar," tutur Zainul.
"Artinya ada 9,5% dari jumlah tersebut anak-anak kita terpapar narkoba," ujar dia lagi.
Guna mendukung Program Indonesia Emas 2045, BNN mendukung film 'Maju: Jejak Pahit si Kembang Gula' untuk jadi edukasi ke masyarakat.
"Lewat film ini kami berharap, jadi Pencegahan agar tidak ada lagi anak-anak Indonesia jadi korban atau terpapar narkotika," ujar Zainul Muttaqien.
Film Maju adalah film aksi remaja yang bercerita tentang empat sahabat karib, yaitu Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas, berangkat untuk melakukan survei lokasi kegiatan Jambore.
Bersama Pak Wira guru mereka yang disiplin, dimulailah perjalanan dengan penuh semangat. Namun suasana ceria berubah menjadi mimpi buruk ketika Bagas, yang belakangan berperilaku aneh, menghilang secara misterius setibanya mereka di desa lokasi perkemahan.
Film tersebut dibintangi oleh Bukie Mansyur, Sarah Sechan, Unang Bagito, Princesza Leticia, Bebe Gracia, Axandro J. ED, Aradhana Rahadi, Alby Ersani, dan masih banyak lagi.
Film garapan sutradara Franklin Darmadi yang didukung Badan Narkotika Nasional dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini dinilai sejalan dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.
Sarah mengaku tertarik bergabung dalam proyek ini karena memiliki kedekatan dengan sang sutradara sekaligus menyukai alur cerita yang mengusung pesan edukatif tentang bahaya narkotika bagi anak-anak.
Dalam film produksi PANEN Entertainment tersebut, perempuan bernama lengkap Sarah Meirizka Hardiany Sechan itu memerankan tokoh ibu kepala desa dengan karakter yang penuh teka-teki.
"Aku disini jadi ibu kades. Seperti apa dia? Pokoknya karakternya misterius gabisa ketebak," kata Sarah Sechan.
Artis 52 tahun itu miris dengan jalan cerita film 'Maju' sesuai dengan data di Badan Narkotika Nasional (BNN), yakni peredaran barang haram itu sudah masuk ke kehidupan anak-anak kecil.
"Jujur ngeri sih lihat peredaran narkotika zaman sekarang, anak-anak sudah jadi korban," ucapnya.
Disinggung mengenai cara wanita bernama asli Sarah Meirizka Hardiany Sechan ini kepada anaknya, ia membeberkan rahasianya.
"Kalau aku berusaha membuat anak sibuk untuk berolahraga," ungkapnya.
Tak hanya kepada anak-anak saja, Sarah Sechan merasa takut dengan narkotika, karena sudah ribuan masyarakat dewasa yang sudah kecanduan.
"Semoga lewat film ini peredaran narkotika yang bikin orang dewasa dan anak-anak bisa teratasi dan diberantas," ujar Sarah.
Sementara, Deputi Bidang Pencegahan BNN, Irjen Pol. Muhammad Zainul Muttaqien mengatakan pihaknya mendukung film yang akan tayang pada 6 Agustus 2026 itu, karena selaras dengan visi misi BNN.
Zainul mengakui sampai saat ini, sudah ribuan anak-anak yang jadi korban kejahatan narkotika.
"Berdasarkan data dari BRIN di tahun 2023, ada 3,3 juta jiwa terpapar narkoba. Anak-anak berapa? Usia 15 sampai 25, ada 312.000 orang terpapar," tutur Zainul.
"Artinya ada 9,5% dari jumlah tersebut anak-anak kita terpapar narkoba," ujar dia lagi.
Guna mendukung Program Indonesia Emas 2045, BNN mendukung film 'Maju: Jejak Pahit si Kembang Gula' untuk jadi edukasi ke masyarakat.
"Lewat film ini kami berharap, jadi Pencegahan agar tidak ada lagi anak-anak Indonesia jadi korban atau terpapar narkotika," ujar Zainul Muttaqien.
Film Maju adalah film aksi remaja yang bercerita tentang empat sahabat karib, yaitu Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas, berangkat untuk melakukan survei lokasi kegiatan Jambore.
Bersama Pak Wira guru mereka yang disiplin, dimulailah perjalanan dengan penuh semangat. Namun suasana ceria berubah menjadi mimpi buruk ketika Bagas, yang belakangan berperilaku aneh, menghilang secara misterius setibanya mereka di desa lokasi perkemahan.
Film tersebut dibintangi oleh Bukie Mansyur, Sarah Sechan, Unang Bagito, Princesza Leticia, Bebe Gracia, Axandro J. ED, Aradhana Rahadi, Alby Ersani, dan masih banyak lagi.
(dra)
Lihat Juga :