Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Rabu, 17 Juni 2026 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
“Wah, ini impian saya. Jadi, ini juga impian saya karena saya sendiri sudah merantau dari kampung halaman sejak usia 13 tahun. Anda tahu, saya juga berasal dari Asia, dan sekarang saya melihat kesempatan yang sangat bagus di sini. Saya merasa musik klasik punya peran yang sangat penting bagi semua orang di sini. Saya rasa audiens di sini punya standar yang sangat tinggi,” tambah dia.
Chen sejak kecil tumbuh dengan penghayatan tradisi musik Jerman–Austria yang kaya dan berpengaruh. Bahkan, penampilannya di Singapura baru-baru ini memperoleh perhatian luas dari media-media terkemuka Asia maupun internasional. Dalam konsernya di Indonesia nanti, ia akan menghadirkan interpretasi yang sarat makna dan penuh kedalaman emosional terhadap karya agung Brahms. Karya tersebut memadukan semangat, refleksi filosofis, dan karakter heroik.
Nantinya, permainan Chen tidak hanya menampilkan teknik pianistik yang luar biasa, tetapi juga mencerminkan kedalaman nilai kemanusiaan serta intensitas ekspresi yang kuat. Maka dari itu, ia sering dipandang sebagai salah satu pianis keturunan Tionghoa yang paling merepresentasikan jiwa musik Jerman–Austria pada masa kini.
Setelah Jakarta, Chen direncanakan melanjutkan rangkaian tur konsernya di berbagai negara Asia dan akan memulai tur besar di Amerika Serikat pada tahun mendatang. Dengan semangat dan jiwa musik Jerman–Austria yang ditempa melalui pengalaman panjangnya di Wina, Chen terus menghadirkan suara dan perspektif artistik yang khas dari seorang seniman keturunan Tionghoa di panggung dunia.
“Wah, ini impian saya. Jadi, ini juga impian saya karena saya sendiri sudah merantau dari kampung halaman sejak usia 13 tahun. Anda tahu, saya juga berasal dari Asia, dan sekarang saya melihat kesempatan yang sangat bagus di sini. Saya merasa musik klasik punya peran yang sangat penting bagi semua orang di sini. Saya rasa audiens di sini punya standar yang sangat tinggi,” tambah dia.
Chen sejak kecil tumbuh dengan penghayatan tradisi musik Jerman–Austria yang kaya dan berpengaruh. Bahkan, penampilannya di Singapura baru-baru ini memperoleh perhatian luas dari media-media terkemuka Asia maupun internasional. Dalam konsernya di Indonesia nanti, ia akan menghadirkan interpretasi yang sarat makna dan penuh kedalaman emosional terhadap karya agung Brahms. Karya tersebut memadukan semangat, refleksi filosofis, dan karakter heroik.
Nantinya, permainan Chen tidak hanya menampilkan teknik pianistik yang luar biasa, tetapi juga mencerminkan kedalaman nilai kemanusiaan serta intensitas ekspresi yang kuat. Maka dari itu, ia sering dipandang sebagai salah satu pianis keturunan Tionghoa yang paling merepresentasikan jiwa musik Jerman–Austria pada masa kini.
Setelah Jakarta, Chen direncanakan melanjutkan rangkaian tur konsernya di berbagai negara Asia dan akan memulai tur besar di Amerika Serikat pada tahun mendatang. Dengan semangat dan jiwa musik Jerman–Austria yang ditempa melalui pengalaman panjangnya di Wina, Chen terus menghadirkan suara dan perspektif artistik yang khas dari seorang seniman keturunan Tionghoa di panggung dunia.
(nnz)
Lihat Juga :