Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Senin, 22 Juni 2026 - 07:20 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Uni Emirat Arab turun empat peringkat ke posisi keenam dengan skor 75. Bahrain menjadi negara dengan lonjakan terbesar setelah naik lima peringkat ke posisi ketujuh.
GMTI merupakan indeks tahunan yang mengukur tingkat keramahan suatu negara terhadap wisatawan Muslim melalui berbagai indikator, termasuk aksesibilitas, komunikasi, lingkungan, dan layanan. Indeks ini menjadi salah satu acuan utama bagi industri pariwisata global dalam melihat perkembangan pasar wisata halal yang terus tumbuh.
Keberhasilan Indonesia melesat dari posisi kelima ke posisi kedua dalam satu tahun menjadi momentum penting bagi sektor pariwisata nasional. Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia serta semakin kuatnya ekosistem halal, Indonesia kian dekat dengan target menjadi destinasi wisata ramah Muslim terbaik dunia.
Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji mengatakan pencapaian ini menegaskan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim yang kompetitif di tingkat global.
Ia optimistis Indonesia mampu terus meningkatkan kualitas layanan dan daya saing sehingga dapat kembali menempati posisi teratas pada pemeringkatan GMTI tahun mendatang. “Kami optimistis dapat kembali meraih posisi sebagai ‘Muslim-Friendly Destination of the Year’ pada tahun depan,” pungkas Bayu Aji.
GMTI merupakan indeks tahunan yang mengukur tingkat keramahan suatu negara terhadap wisatawan Muslim melalui berbagai indikator, termasuk aksesibilitas, komunikasi, lingkungan, dan layanan. Indeks ini menjadi salah satu acuan utama bagi industri pariwisata global dalam melihat perkembangan pasar wisata halal yang terus tumbuh.
Keberhasilan Indonesia melesat dari posisi kelima ke posisi kedua dalam satu tahun menjadi momentum penting bagi sektor pariwisata nasional. Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia serta semakin kuatnya ekosistem halal, Indonesia kian dekat dengan target menjadi destinasi wisata ramah Muslim terbaik dunia.
Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji mengatakan pencapaian ini menegaskan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim yang kompetitif di tingkat global.
Ia optimistis Indonesia mampu terus meningkatkan kualitas layanan dan daya saing sehingga dapat kembali menempati posisi teratas pada pemeringkatan GMTI tahun mendatang. “Kami optimistis dapat kembali meraih posisi sebagai ‘Muslim-Friendly Destination of the Year’ pada tahun depan,” pungkas Bayu Aji.
(nnz)
Lihat Juga :