Sneaker Louis Vuitton Combi Rancangan Pharrell Williams Dikritik, Disebut Mirip Vans Authentic
Senin, 22 Juni 2026 - 18:21 WIB
loading...
Sneaker rancangan Pharrell Williams, Louis Vuiiton Combi dikritik karena desainnya disebut mirip Vans Authentic. Foto: Yahoo
A
A
A
JAKARTA - Menjelang peragaan buasana koleksi pria Spring/Summer 2027 milik Louis Vuitton di Paris, Pharrell Williams justru menghadapi sorotan tajam dari pecinta sneaker . Penyebabnya adalah salah satu desain sneaker yang akan ia rilis bernama Louis Vuitton Combi.
Desain sneaker LV Combi ini dianggap memiliki kemiripan mencolok dengan sneaker legendaris dari brand Vans. Sejak foto-foto awal Combi beredar di media sosial, perbandingan dengan Vans Authentic langsung bermunculan.
Banyak warganet menilai siluet sepatu, bentuk panel bagian depan, konfigurasi tali, hingga desain sol vulkanisirnya terlihat sangat dekat dengan model ikonik yang telah menjadi identitas Vans sejak 1966.
Baca Juga : 10 Rekomendasi Sepatu Nike untuk Wanita yang Nyaman Digunakan Sehari-hari
Tak sedikit yang kemudian menuding Pharrell melakukan "plagiat desain" terhadap Vans. Sejumlah komentar di media sosial mempertanyakan mengapa sebuah rumah mode mewah seperti Louis Vuitton menghadirkan sepatu yang dinilai terlalu mirip dengan model skate klasik yang telah lama dikenal publik.
Akun resmi Vans bahkan sempat menuliskan sindiran pada kolom komentar Pharrell Williams. Hal ini membuat suasana semakin memanas.
"Orang-orang begitu bodoh menyebut dia (Pharrell Williams) sebagai ahli fashion. Padahal yang ia kerjakan hanya meniru dan mencuri," tulis akun @sunoftheebch.
"Jika aku pemilik Vans aku akan membiarkan mereka merilis sneakers itu selama 3 bulan, lalu menuntuk mereka atas dugaan hak cipta," tulis akun @dayday71413.
Baca Juga : 5 Cara Membedakan Sepatu New Balance Ori dan Kw, Awas Salah Beli!
Meski demikian, tudingan tersebut masih sebatas opini publik. Dalam industri fashion, praktik mengambil inspirasi dari desain arsip, budaya streetwear, maupun siluet klasik bukanlah hal baru. Banyak desainer kerap menghadirkan interpretasi ulang terhadap model-model populer dengan pendekatan material, detail, dan identitas merek yang berbeda.
Pada Louis Vuitton Combi, perbedaan paling mencolok terlihat pada penggunaan material premium yang jauh dari karakter sederhana Vans Authentic. Salah satu versi yang telah diperlihatkan menggunakan kulit buaya merah mewah, sementara varian lain tampil dengan motif monogram khas Louis Vuitton yang dipadukan aksen warna-warni. Sepatu ini juga memiliki detail kulit Vachetta pada bagian tumit dan toe cap yang tidak ditemukan pada Authentic.
Perdebatan semakin ramai setelah rapper Future membagikan tampilan tambahan dari sneaker tersebut melalui Instagram Story. Semakin banyak sudut dan detail yang terlihat, semakin banyak pula penggemar sneaker yang membandingkannya dengan Vans Authentic.
Di sisi lain, ada pula pihak yang menilai Louis Vuitton Combi bukanlah bentuk plagiarisme, melainkan reinterpretasi mewah dari estetika skate klasik. Mereka berargumen bahwa dunia fashion telah lama mengenal tren mengadaptasi desain populer ke dalam konteks yang berbeda, terutama ketika sebuah brand ingin menjembatani budaya streetwear dengan segmen luxury, seperti dikutip dari yahoo.com, Senin (22/6/2026).
Terlepas dari kontroversi yang muncul, satu hal yang pasti: Louis Vuitton Combi berhasil mencuri perhatian bahkan sebelum resmi debut di runway. Apakah sneaker ini benar-benar terlalu mirip dengan Vans Authentic atau justru menjadi evolusi baru dari siluet skate klasik, jawabannya kemungkinan akan terus menjadi bahan perdebatan di kalangan penggemar fashion dan sneaker dalam beberapa waktu ke depan.
Desain sneaker LV Combi ini dianggap memiliki kemiripan mencolok dengan sneaker legendaris dari brand Vans. Sejak foto-foto awal Combi beredar di media sosial, perbandingan dengan Vans Authentic langsung bermunculan.
Banyak warganet menilai siluet sepatu, bentuk panel bagian depan, konfigurasi tali, hingga desain sol vulkanisirnya terlihat sangat dekat dengan model ikonik yang telah menjadi identitas Vans sejak 1966.
Baca Juga : 10 Rekomendasi Sepatu Nike untuk Wanita yang Nyaman Digunakan Sehari-hari
Tak sedikit yang kemudian menuding Pharrell melakukan "plagiat desain" terhadap Vans. Sejumlah komentar di media sosial mempertanyakan mengapa sebuah rumah mode mewah seperti Louis Vuitton menghadirkan sepatu yang dinilai terlalu mirip dengan model skate klasik yang telah lama dikenal publik.
Akun resmi Vans bahkan sempat menuliskan sindiran pada kolom komentar Pharrell Williams. Hal ini membuat suasana semakin memanas.
"Orang-orang begitu bodoh menyebut dia (Pharrell Williams) sebagai ahli fashion. Padahal yang ia kerjakan hanya meniru dan mencuri," tulis akun @sunoftheebch.
"Jika aku pemilik Vans aku akan membiarkan mereka merilis sneakers itu selama 3 bulan, lalu menuntuk mereka atas dugaan hak cipta," tulis akun @dayday71413.
Baca Juga : 5 Cara Membedakan Sepatu New Balance Ori dan Kw, Awas Salah Beli!
Meski demikian, tudingan tersebut masih sebatas opini publik. Dalam industri fashion, praktik mengambil inspirasi dari desain arsip, budaya streetwear, maupun siluet klasik bukanlah hal baru. Banyak desainer kerap menghadirkan interpretasi ulang terhadap model-model populer dengan pendekatan material, detail, dan identitas merek yang berbeda.
Pada Louis Vuitton Combi, perbedaan paling mencolok terlihat pada penggunaan material premium yang jauh dari karakter sederhana Vans Authentic. Salah satu versi yang telah diperlihatkan menggunakan kulit buaya merah mewah, sementara varian lain tampil dengan motif monogram khas Louis Vuitton yang dipadukan aksen warna-warni. Sepatu ini juga memiliki detail kulit Vachetta pada bagian tumit dan toe cap yang tidak ditemukan pada Authentic.
Perdebatan semakin ramai setelah rapper Future membagikan tampilan tambahan dari sneaker tersebut melalui Instagram Story. Semakin banyak sudut dan detail yang terlihat, semakin banyak pula penggemar sneaker yang membandingkannya dengan Vans Authentic.
Di sisi lain, ada pula pihak yang menilai Louis Vuitton Combi bukanlah bentuk plagiarisme, melainkan reinterpretasi mewah dari estetika skate klasik. Mereka berargumen bahwa dunia fashion telah lama mengenal tren mengadaptasi desain populer ke dalam konteks yang berbeda, terutama ketika sebuah brand ingin menjembatani budaya streetwear dengan segmen luxury, seperti dikutip dari yahoo.com, Senin (22/6/2026).
Terlepas dari kontroversi yang muncul, satu hal yang pasti: Louis Vuitton Combi berhasil mencuri perhatian bahkan sebelum resmi debut di runway. Apakah sneaker ini benar-benar terlalu mirip dengan Vans Authentic atau justru menjadi evolusi baru dari siluet skate klasik, jawabannya kemungkinan akan terus menjadi bahan perdebatan di kalangan penggemar fashion dan sneaker dalam beberapa waktu ke depan.
(wur)
Lihat Juga :