Apa Itu PCOS? Ini Gejala, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Kesuburan Wanita
Rabu, 24 Juni 2026 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
Gejala kedua adalah peningkatan kadar hormon pria pada wanita juga menjadi sinyal yang harus diwaspadai. Peningkatan hormon ini sering kali bermanifestasi secara fisik. Tanda-tanda peningkatan hormon pria pada wanita itu diantaranya seperti tumbuhnya bulu-bulu lebat di tangan, kaki bahkan kumis tipis di area bibir.
"Kemudian yang kedua, itu kadar hormon prianya tinggi. Ciri-cirinya bagaimana? Tumbuh bulu-bulu lebat di tangan, kemudian di kaki, kemudian kumis-kumis yang agak tebal sedikit di daerah bibir. Itu salah satu tanda hormon pria yang tinggi pada wanita," ucap dia.
Lebih lanjut, dr. Fajar juga menuturkan bahwa diagnosis medis biasanya akan diperkuat melalui pemeriksaan penunjang seperti ultrasonografi (USG). "Kemudian, kalau di USG akan muncul gambaran seperti roda pedati atau sel telurnya, folikel telurnya itu jumlahnya sangat banyak, lebih dari 12," tutur dr. Faraj Alam.
Penanganan pertama yang bisa dilakukan bagi penderita PCOS adalah dengan terapi. Terapi pertama yang umum digunakan untuk wanita dengan Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) yang tidak mengalami ovulasi adalah Klomifen sitrat atau Letrozol. Obat-obat ini termasuk dalam golongan modulator selektif reseptor estrogen.
"Kemudian yang kedua, itu kadar hormon prianya tinggi. Ciri-cirinya bagaimana? Tumbuh bulu-bulu lebat di tangan, kemudian di kaki, kemudian kumis-kumis yang agak tebal sedikit di daerah bibir. Itu salah satu tanda hormon pria yang tinggi pada wanita," ucap dia.
Lebih lanjut, dr. Fajar juga menuturkan bahwa diagnosis medis biasanya akan diperkuat melalui pemeriksaan penunjang seperti ultrasonografi (USG). "Kemudian, kalau di USG akan muncul gambaran seperti roda pedati atau sel telurnya, folikel telurnya itu jumlahnya sangat banyak, lebih dari 12," tutur dr. Faraj Alam.
Penanganan pertama yang bisa dilakukan bagi penderita PCOS adalah dengan terapi. Terapi pertama yang umum digunakan untuk wanita dengan Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) yang tidak mengalami ovulasi adalah Klomifen sitrat atau Letrozol. Obat-obat ini termasuk dalam golongan modulator selektif reseptor estrogen.
(wur)
Lihat Juga :