Sarwendah Undang Ruben Onsu Bertemu 11 Juli, Konflik Keluarga Diharapkan Berakhir Damai
Kamis, 25 Juni 2026 - 17:40 WIB
loading...
Sarwendah. Foto/IG @sarwendah29
A
A
A
JAKARTA - Pihak Sarwendah melayangkan undangan pertemuan kepada Ruben Onsu yang dijadwalkan pada 11 Juli mendatang. Pertemuan tersebut disinyalir akan membahas konflik yang dialami mereka belakangan ini.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, berharap pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh kedua belah pihak, bukan hanya diwakili oleh pengacara.
Langkah ini diambil agar tercapai titik temu dan menghentikan kegaduhan di media yang berpotensi melukai perasaan anak-anak.
"Pertemuan sudah kami undang. Masalah mereka hadir apa enggak, ya kami persilakan. Kalau memang mereka nggak bisa, ya kami sangat menyayangkan," ungkap Chris Sam Siwu saat ditemui di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga : Sarwendah Laporkan Ruben Onsu ke KPAI Terkait Pengasuhan dan Nafkah Anak
Chris menekankan pentingnya kehadiran Sarwendah dan Ruben secara tatap muka untuk menyelesaikan sengketa ini secara damai.
"Karena yang kami undang bukan hanya kuasa dengan kuasa, tapi klien dengan klien. Kami berharap ada titik temu, tidak lagi ribut-ribut," tegasnya.
Ia menilai, dalam perselisihan ini, yang menjadi korban utama bukanlah orang tua, melainkan anak-anak mereka yang masih di bawah umur.
"Karena bagaimanapun korban dari peristiwa ini bukan lagi para orang tuanya, tetapi anak-anak. Jadi itu yang kami hindari," tambah Chris.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, berharap pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh kedua belah pihak, bukan hanya diwakili oleh pengacara.
Langkah ini diambil agar tercapai titik temu dan menghentikan kegaduhan di media yang berpotensi melukai perasaan anak-anak.
"Pertemuan sudah kami undang. Masalah mereka hadir apa enggak, ya kami persilakan. Kalau memang mereka nggak bisa, ya kami sangat menyayangkan," ungkap Chris Sam Siwu saat ditemui di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga : Sarwendah Laporkan Ruben Onsu ke KPAI Terkait Pengasuhan dan Nafkah Anak
Chris menekankan pentingnya kehadiran Sarwendah dan Ruben secara tatap muka untuk menyelesaikan sengketa ini secara damai.
"Karena yang kami undang bukan hanya kuasa dengan kuasa, tapi klien dengan klien. Kami berharap ada titik temu, tidak lagi ribut-ribut," tegasnya.
Ia menilai, dalam perselisihan ini, yang menjadi korban utama bukanlah orang tua, melainkan anak-anak mereka yang masih di bawah umur.
"Karena bagaimanapun korban dari peristiwa ini bukan lagi para orang tuanya, tetapi anak-anak. Jadi itu yang kami hindari," tambah Chris.
(wur)
Lihat Juga :